Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Xiaomi SU7 Ultra (mi.com)
  • Prototipe Xiaomi SU7 Ultra tanpa kamuflase diuji di Nürburgring dengan sayap belakang twin-plane besar, splitter depan, side skirt revisi, dan ventilasi roda depan.

  • SU7 Ultra Track Package mencatat 7 menit 4,957 detik di Nordschleife pada April 2025, lalu Porsche Taycan Turbo GT mencatat 6 menit 55,533 detik pada April 2026.

  • SU7 Ultra produksi memakai tiga motor bertenaga 1.526 hp dan baterai 93,7 kWh; Xiaomi belum mengonfirmasi spesifikasi maupun jadwal model prototipe terbaru.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Xiaomi tampaknya belum selesai mengembangkan sedan listrik berperforma tinggi SU7 Ultra. Sebuah prototipe terbaru tertangkap kamera sedang menjalani pengujian di Sirkuit Nürburgring Nordschleife, Jerman. Mobil tersebut tampil tanpa kamuflase dan membawa pelat nomor Munich, yakni M SU 7650 E.

Mengutip laporan Y-Auto, prototipe ini memiliki sejumlah perubahan pada sektor aerodinamika, terutama sayap belakang berukuran besar dengan desain dua bidang. Pengujian tersebut memperlihatkan keseriusan Xiaomi dalam menyempurnakan kemampuan SU7 Ultra di lintasan balap. Media otomotif China juga menyebut model pembaruan ini berpotensi meluncur pada 2027, meski belum ada konfirmasi resmi dari pabrikan.

1. Sayap belakang baru dengan desain aerodinamika agresif

Xiaomi SU7 Ultra (mi.com)

Perubahan paling mencolok terlihat pada bagian belakang. Xiaomi mengganti spoiler serat karbon tetap pada SU7 Ultra produksi massal dengan sayap besar berdesain twin-plane. Komponen tersebut menggunakan dua penyangga model swan-neck yang dipasang dari bagian atas sayap. Desain seperti ini umumnya digunakan untuk menghasilkan gaya tekan ke bawah atau downforce lebih optimal ketika mobil melaju kencang di lintasan.

Sayap belakang tersebut juga terlihat memiliki bagian yang dapat bergerak. Komponen ini diduga mendukung sistem active drag reduction system (DRS) untuk mengurangi hambatan udara ketika mobil melaju di trek lurus. Namun, Xiaomi belum mengonfirmasi apakah mekanisme tersebut benar-benar berfungsi pada prototipe pengujian. Perubahan lainnya mencakup splitter depan lebih besar, tambahan elemen aerodinamika di sisi bumper, side skirt yang direvisi, serta ventilasi berbilah di atas roda depan. Sensor LiDAR di atap dan kaliper rem berwarna kuning masih dipertahankan. Prototipe ini juga menggunakan warna kuning pucat yang berbeda dari Lightning Yellow pada model produksi.

2. Xiaomi masih tertinggal dari Porsche di Nürburgring

Porsche 911 (unsplash.com/Robin LE MEE)

Pengembangan SU7 Ultra di Nürburgring tidak terlepas dari persaingan mencatatkan waktu putaran tercepat. Pada 1 April 2025, Xiaomi SU7 Ultra dengan Track Package berhasil menyelesaikan lintasan Nordschleife dalam waktu 7 menit 4,957 detik. Catatan tersebut dibuat oleh pembalap Vincent Radermecker dan masuk kategori mobil listrik eksekutif menurut daftar resmi Nürburgring.

Namun, rekor tersebut kemudian dilewati Porsche Taycan Turbo GT dengan Weissach Package dan Manthey Kit. Pada 15 April 2026, mobil listrik Porsche itu mencatat waktu 6 menit 55,533 detik. Artinya, Porsche lebih cepat 9,424 detik dibandingkan catatan Xiaomi. Perubahan aerodinamika pada prototipe terbaru menunjukkan bahwa Xiaomi masih mengembangkan kemampuan SU7 Ultra untuk kebutuhan lintasan. Meski demikian, belum ada target waktu resmi maupun rencana pemecahan rekor yang diumumkan.

3. Mengandalkan tiga motor listrik dengan tenaga 1.526 hp

Xiaomi SU7 Ultra (mi.com)

Sebagai gambaran, SU7 Ultra versi produksi saat ini menggunakan konfigurasi tiga motor listrik dengan sistem penggerak semua roda atau all-wheel drive. Kombinasi tersebut menghasilkan tenaga 1.138 kW atau setara 1.526 hp, dengan torsi puncak 1.770 Nm. Energinya berasal dari baterai CATL Qilin 2.0 berkapasitas 93,7 kWh. Berdasarkan pengujian CLTC, jarak tempuh yang diklaim mencapai 630 km, setara sekitar 475–505 km menurut estimasi WLTP. Harga awalnya di China mencapai 529.900 yuan atau sekitar 79.600 dolar AS.

Xiaomi sebelumnya juga memperkenalkan teknologi pengembangan berupa sistem empat motor listrik dengan tenaga hingga 1.510 kW atau 2.054 hp, suspensi aktif penuh, serta sistem pengereman elektromekanis 48 volt (EMB). Namun, belum ada bukti bahwa teknologi tersebut digunakan pada prototipe yang diuji di Nürburgring. Xiaomi juga belum mengumumkan spesifikasi, harga, maupun jadwal peluncuran model terbaru. Rumor kehadirannya pada 2027 bertepatan dengan rencana ekspansi Xiaomi ke pasar Eropa, termasuk Jerman, tetapi tujuan akhir prototipe tersebut masih belum dipastikan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article