Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Benarkah Baterai Motor Listrik Lebih Awet Saat Musim Hujan?

3 min read
Benarkah Baterai Motor Listrik Lebih Awet Saat Musim Hujan?
ilustrasi perempuan menggunakan motor listrik (pexels.com/ 征宇 郑)
  • Suhu musim hujan yang lebih sejuk dapat mengurangi tekanan panas pada baterai lithium-ion, tetapi efisiensi dan jarak tempuh terbaik tercatat pada suhu lingkungan 20–30 derajat Celsius.
  • Kelembapan dan air berisiko memicu korosi, korsleting, serta gangguan komunikasi baterai, controller, dan BMS, terutama jika kendaraan menerobos genangan atau terkena semprotan bertekanan tinggi.
  • Selama musim hujan, keringkan motor, jangan mengisi daya saat port basah, dan periksakan kendaraan terendam banjir ke teknisi resmi sebelum dinyalakan atau dicas.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Musim hujan sering dianggap membawa keuntungan bagi baterai motor listrik. Suhu udara yang lebih sejuk membuat baterai tidak terlalu terpapar panas seperti ketika kendaraan digunakan di bawah terik matahari. Dari situ muncul anggapan bahwa baterai motor listrik bisa lebih awet selama musim hujan.

Namun, anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar. Suhu yang lebih rendah memang dapat membantu mengurangi tekanan akibat panas berlebih, tetapi hujan dan kelembapan juga membawa risiko tersendiri. Jadi, apakah musim hujan benar-benar membuat usia baterai lebih panjang?

  1. 1. Suhu lebih sejuk bisa mengurangi tekanan akibat panas

    bolehkah charger motor listrik semalaman?
    ilustrasi mengecas motor listrik (unsplash.com/Ather Energy)

    Baterai lithium-ion yang banyak digunakan pada motor listrik memiliki karakteristik sensitif terhadap suhu. Paparan panas berlebihan dalam waktu lama dapat mempercepat proses degradasi sel baterai. Kondisi tersebut berpotensi menurunkan kapasitas penyimpanan energi secara bertahap sehingga jarak tempuh kendaraan ikut berkurang. Karena itu, menjaga suhu baterai tetap dalam rentang kerja yang direkomendasikan pabrikan menjadi bagian penting dari perawatan.

    Saat musim hujan, suhu lingkungan di sejumlah wilayah bisa terasa lebih sejuk dibandingkan ketika musim kemarau. Kondisi ini berpotensi mengurangi beban panas pada baterai, terutama jika motor sebelumnya sering diparkir di bawah sinar matahari langsung. Namun, bukan berarti setiap penurunan suhu otomatis memperpanjang usia baterai. Sebuah penelitian mengenai motor listrik roda dua yang diterbitkan di jurnal Heliyon pada 2024 menemukan bahwa rentang suhu lingkungan 20–30 derajat Celsius memberikan efisiensi dan jarak tempuh terbaik dalam pengujian mereka.

  2. 2. Kelembapan dan air justru bisa menjadi ancaman

    ilustrasi motor listrik
    ilustrasi motor listrik (unsplash.com/Ather Energy)

    Musim hujan tidak hanya membawa suhu lebih rendah, tetapi juga meningkatkan kelembapan udara. Jika air masuk ke bagian konektor, soket, atau komponen kelistrikan yang tidak terlindungi dengan baik, korosi dan gangguan sistem dapat terjadi. Kondisi tersebut berpotensi memengaruhi komunikasi antara baterai, controller, dan sistem manajemen baterai atau BMS.

    Perlu dipahami bahwa baterai motor listrik umumnya memiliki perlindungan terhadap cipratan air sesuai standar ketahanan tertentu. Namun, perlindungan itu bukan berarti seluruh bagian kendaraan kebal terhadap air. Menerobos genangan dalam, mencuci motor menggunakan semprotan bertekanan tinggi, atau membiarkan kendaraan basah terlalu lama tetap berisiko. London Fire Brigade juga mengingatkan bahwa air yang masuk ke baterai atau komponen kelistrikan dapat memicu korsleting, korosi, hingga kegagalan baterai. <Cite refs={["turn549576search0"]}/>

  3. 3. Cara menjaga baterai tetap awet selama musim hujan

    Parkir Motor Listrik
    Parkir Motor Listrik (unsplash.com/I am Zion)

    Agar baterai tetap terjaga, biasakan mengeringkan bagian motor yang basah setelah digunakan saat hujan. Perhatikan area soket pengisian daya dan konektor yang memang boleh dibersihkan sesuai petunjuk pabrikan. Hindari mengisi daya ketika port pengisian masih basah. Jika baterai atau komponen kelistrikan terendam banjir, jangan langsung menyalakan atau mengisi dayanya sebelum diperiksa teknisi resmi.

    Selain itu, perhatikan suhu baterai sebelum melakukan pengisian. Jangan langsung mengecas ketika baterai masih sangat panas setelah perjalanan. Gunakan charger bawaan atau perangkat yang direkomendasikan produsen, serta hindari kebiasaan membiarkan baterai kosong terlalu lama. Dengan perawatan tersebut, baterai dapat bekerja lebih optimal tanpa bergantung pada perubahan musim.

    Jadi, baterai motor listrik memang bisa mendapat keuntungan dari suhu yang lebih sejuk saat musim hujan. Namun, musim hujan tidak otomatis membuat baterai lebih awet. Suhu, kelembapan, kebiasaan berkendara, dan cara pengisian daya tetap menjadi faktor yang menentukan kesehatan baterai dalam jangka panjang.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More