3 Jenis Sadel Ini Menentukan Kenyamanan Bersepeda, Cek di Sini!

Jakarta, IDN Times - Bersepeda adalah aktivitas yang menyenangkan. Namun, sering kali aktivitas gowes terganggu karena rasa tidak nyaman akibat sadel yang tidak sesuai.
Banyak yang menganggap rasa gak nyaman ini sesuatu yang biasa dan bagian dari bersepeda. Padahal gak begitu, Ferguso. Sebab bisa jadi ketidaknyamanan tersebut karena salah memilih sadel alias tempat duduk.
Nah, berikut jenis-jenis sadel sepeda yang banyak beredar di pasaran. Masing-masing jenis memiliki keunikan dan kelebihan masing-masing. Karena itu ada baiknya kamu memahami dulu jenis-jenis sadel sebelum membelinya.
1. Posisi bersepeda tegak

Jika goweser bersepeda dengan posisi tegak dan sering bersepeda dengan santai, maka goweser bisa memilih sadel tipe cruiser. Sadel cruiser ini biasanya berbentuk lebih lebar, relatif empuk ketika diduduki, dan beberapa memiliki pegas atau gel.
Sadel cruiser ini cocok untuk gowes dengan posisi tegak tapi santai. Ketika gowes dengan posisi ini, sebagian besar bobot tubuh diletakkan di sadel. Karenanya, sadel yang lebar ini cukup untuk menopang tubuh goweser.
Ditambah lagi, goweser dengan gaya bersepeda seperti ini cenderung mengayuh secara santai dan relatif lambat dengan posisi kaki sedikit di depan badan. Sadel berukuran sedikit lebar ini pun tidak berdampak signifikan bagi pergerakan kaki.
2. Bersepeda posisi sedikit condong ke depan

Goweser yang bersepeda dengan posisi sedikit condong ke depan mentransfer sebagian bobot goweser pada pedal dan handlebar. Selain itu, goweser yang berkendara dengan posisi ini biasanya berusaha untuk mempertahankan kecepatan pedal.
Posisi bersepeda ini umumnya dilakukan di atas sepeda road bike dengan handlebar flat, sepeda gunung, hingga sepeda hybrid.
Karenanya, sadel berukuran sedang hingga ramping dengan bantalan sedang dan berdesain ergonomis biasanya pilihan yang baik. Sadel ramping dengan bagian depan yang mancung tidak akan menginterupsi kayuhan goweser.
3. Sadel untuk meningkatkan aerodinamik

Goweser yang bersepeda dengan cepat seperti di kompetisi akan duduk dengan posisi condong ke depan. Sadel yang dibutuhkan pun harus sesuai dengan posisi duduk ini dan irama pedal yang cepat.
Goweser dengan posisi duduk ini lebih menitikberatkan bobot tubuhnya pada setang dan pedal. Ini artinya lebih sedikit bobot pada sadel.
Karenanya, goweser yang bersepeda dengan posisi ini bisa memilih bentuk sadel ramping dan ringan dan tidak terlalu empuk. Goweser juga bisa memilih sadel dengan potongan di bagian belakang atau sadel dengan lebar belakang sesuai dengan tulang duduk.



















