Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Semakin Tua Usia Baterai Mobil Listrik, Semakin Rentan Terbakar

Semakin Tua Usia Baterai Mobil Listrik, Semakin Rentan Terbakar
Ilustrasi mobil terbakar (Pexels/Pixabay)
Intinya Sih
  • Penurunan kapasitas baterai mobil listrik seiring usia menyebabkan kerusakan struktur internal dan peningkatan panas akibat resistensi tinggi di dalam sel.
  • Baterai tua memiliki ambang batas suhu kritis lebih rendah, membuatnya lebih rentan mengalami thermal runaway yang bisa memicu kebakaran sulit dikendalikan.
  • Diperlukan sistem pemantauan baterai cerdas dan prosedur daur ulang aman untuk mendeteksi degradasi dini serta menjaga keselamatan kendaraan listrik berusia lanjut.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Penurunan kapasitas baterai seiring berjalannya waktu ternyata tidak hanya berdampak pada menyusutnya jarak tempuh kendaraan, melainkan juga pada stabilitas termal di dalam sel.

Komponen yang menua menyimpan risiko teknis yang jauh lebih kompleks, sehingga membutuhkan perhatian khusus agar tidak memicu insiden fatal di jalan raya.

1. Kerusakan struktur internal akibat proses degradasi bertahun-tahun

ilustrasi mengisi daya baterai mobil listrik (unsplash.com/Michael Fousert)
ilustrasi mengisi daya baterai mobil listrik (unsplash.com/Michael Fousert)

Baterai litium-ion yang tertanam pada kendaraan listrik bekerja melalui perpindahan ion secara terus-menerus antara katoda dan anoda selama proses pengisian serta pengosongan daya. Sebuah studi penting pada tahun 2026 menyoroti bahwa baterai yang sudah mencapai akhir masa pakainya (End-of-Life) mengalami kerapuhan struktural yang signifikan pada tingkat mikroskopis. Penggunaan berat selama bertahun-tahun menyebabkan material aktif di dalam sel mengalami retakan dan penurunan integritas fisik.

Kerusakan struktural ini memicu ketidakstabilan kimiawi yang membuat komponen pemisah antar-kutub (separator) menjadi jauh lebih rapuh dan mudah robek. Ketika struktur internal ini mengalami degradasi total, resistensi internal baterai akan meningkat secara drastis, yang pada gilirannya menghasilkan akumulasi panas berlebih setiap kali arus listrik dialirkan melalui sirkuit tersebut.

2. Peningkatan risiko thermal runaway dibandingkan unit baterai baru

ilustrasi baterai mobil listrik (pixabay.com/andreas160578)
ilustrasi baterai mobil listrik (pixabay.com/andreas160578)

Dampak paling berbahaya dari penuaan baterai ini adalah melonjaknya potensi terjadinya thermal runaway atau reaksi berantai panas yang tidak terkendali. Berdasarkan temuan dalam studi tahun 2026 tersebut, baterai yang mengalami degradasi tingkat lanjut memiliki ambang batas toleransi suhu kritis yang jauh lebih rendah dibandingkan dengan unit baterai yang masih baru dari pabrikan.

Kondisi tersebut berarti gangguan termal atau elektrikal kecil yang biasanya dapat diredam oleh baterai baru, bisa langsung memicu efek domino yang destruktif pada baterai lama. Sekali saja satu sel baterai yang menua mengalami kegagalan fungsi akibat panas, reaksi berantai akan merambat ke sel-sel di sekitarnya dengan jauh lebih agresif, menciptakan kobaran api yang sangat sulit untuk dikendalikan akibat rusaknya sistem mitigasi internal alami sel.

3. Tantangan pengelolaan daur ulang dan deteksi dini kesehatan sel

ilustrasi baterai mobil listrik (unsplash.com/Markus Spiske)
ilustrasi baterai mobil listrik (unsplash.com/Markus Spiske)

Fenomena ini menegaskan pentingnya implementasi sistem pemantauan baterai (Battery Management System) yang jauh lebih cerdas untuk mendeteksi tanda-tanda penuaan yang berbahaya sebelum terlambat. Ketika sebuah baterai kendaraan listrik sudah menunjukkan indikasi degradasi struktural yang ekstrem, unit tersebut harus segera dipensiunkan dari sistem penggerak utama kendaraan dan dialihkan ke fasilitas daur ulang yang aman.

Langkah penanganan baterai di akhir masa pakainya ini memegang peranan krusial dalam menjaga reputasi keselamatan industri kendaraan ramah lingkungan. Standardisasi pengujian kesehatan baterai secara berkala, terutama untuk mobil listrik yang sudah berusia di atas lima hingga delapan tahun, menjadi agenda wajib guna memastikan bahwa teknologi masa depan ini tetap aman digunakan hingga akhir masa operasionalnya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dwi Agustiar
EditorDwi Agustiar
Follow Us

Latest in Automotive

See More