VinFast VF MPV 7 Tempuh Jakarta-Bali Selama 11 Hari

- EVriday Club menempuh Jakarta-Bali selama 11 hari dengan VinFast VF MPV 7, membawa penumpang dan bagasi penuh melalui jalur selatan Jawa, pegunungan, serta tol.
- Rombongan menemukan titik pengisian V-Green di berbagai lokasi, termasuk kantor pos, RRI, FamilyMart, pelabuhan, Gilimanuk, dan Bedugul; DC fast charging hingga 80 kW.
- VF MPV 7 tetap melibas tanjakan, menjaga kenyamanan di jalan rusak, mencatat konsumsi sekitar 7,5 kWh per 100 km, serta menambah sekitar 9 kWh lewat pengereman regeneratif.
Jakarta, IDN Times – Kekhawatiran terhadap daya jelajah atau range anxiety masih menjadi salah satu pertimbangan calon pengguna mobil listrik. Riset Populix yang dikutip VinFast menyebut 65 persen responden mengaku paling mengkhawatirkan sisa baterai saat bepergian.
Untuk menguji kekhawatiran tersebut, EVriday Club melakukan perjalanan darat menggunakan VinFast VF MPV 7 dari Jakarta menuju Bali selama 11 hari. Mobil diisi penuh penumpang dan bagasi, sementara rute yang dipilih mencakup jalur selatan Jawa, tanjakan pegunungan hingga ruas tol antarkota.
1. Titik pengisian daya ditemukan di luar lokasi yang diperkirakan

Head of Training Department VinFast Indonesia, Rinaldi Ramdani (IDN Times/Fadhliansyah) Salah satu temuan dalam perjalanan tersebut adalah ketersediaan fasilitas pengisian daya yang dinilai cukup luas. Setelah berangkat dari Tangerang Selatan, rombongan menemukan charger V-Green di Kantor Pos Subang, Jawa Barat.
“Ini enggak expect di Kantor Pos, di ujungnya ada charger V-Green. Ada dua lagi,” ujar salah satu penguji mobil, Grady Ewaldo, Senin (7/9/2026).
VinFast VF MPV 7 juga mendukung DC fast charging CCS2 hingga 80 kW. Berdasarkan keterangan dalam rilis, pengisian baterai dari 10 persen hingga 70 persen membutuhkan waktu sekitar 30 menit.
Sepanjang perjalanan menuju Bali, titik pengisian disebut tidak hanya ditemukan di kantor pos, tetapi juga di RRI, area komersial seperti FamilyMart, hingga kawasan sekitar pelabuhan. Di Gilimanuk dan Bedugul, fasilitas pengisian juga tersedia.
2. Tanjakan dan jalur pegunungan bukan hambatan berarti

Interior VinFast VF MPV 7 (IDN Times/Fadhliansyah) Pengujian berikutnya dilakukan dengan membawa VF MPV 7 melewati sejumlah destinasi dengan kontur ekstrem. Dari kawasan Tangkuban Perahu, mobil harus melewati tanjakan sepanjang sekitar 19 kilometer dengan kenaikan elevasi hampir 1.000 meter.
Performa serupa kembali dirasakan ketika rombongan menuju Kawah Putih dan Gunung Galunggung. Grady menyebut karakter motor listrik dengan torsi instan membuat mobil tetap mampu melibas tanjakan tanpa perlu mengambil ancang-ancang.
VF MPV 7 dibekali motor listrik bertenaga 201 hp dengan torsi 280 Nm. Mobil tersebut juga memiliki tiga mode berkendara, yakni Eco, Normal, dan Sport.
3. Efisiensi dan kenyamanan tetap terjaga di perjalanan jauh

VinFast MPV 7 produksi lokal meluncur (IDN Times/Fadhliansyah) Selain kemampuan melibas berbagai medan, perjalanan Jakarta-Bali menjadi pengujian terhadap kenyamanan dan konsumsi energi VF MPV 7.
Saat melewati jalur Purwokerto-Wonosobo yang kondisi jalannya disebut kurang halus, mobil tetap dinilai nyaman berkat penggunaan suspensi belakang independen multi-link dan ground clearance 180 mm.
Kenyamanan juga tetap dirasakan ketika mobil membawa muatan penuh. Bagasi diisi koper milik empat penumpang, namun suspensi tetap tidak terasa keras maupun mentok.
Pengujian efisiensi dilakukan ketika perjalanan memasuki jalur tol menuju Surabaya. Grady menyebut konsumsi listrik yang diperoleh sekitar 7,5 kWh per 100 kilometer.
“Kita dapat konsumsi listrik itu kurang lebih 7,5 kWh per 100 km. Mirip sama klaimnya,” ungkap Grady.
Menariknya, perjalanan turun dari kawasan Bromo menuju Sukapura juga memberikan tambahan daya melalui sistem regenerative braking. Dalam rute sekitar 13 kilometer, kapasitas baterai disebut bertambah sekitar 9 kWh.
Setelah menempuh perjalanan selama 11 hari dari Jakarta hingga Bali, pengalaman tersebut membuat kekhawatiran terhadap ketersediaan charger berkurang.





















