Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

4 Alasan Motor Tetap Harus Dirawat meski Jarang Digunakan

4 Alasan Motor Tetap Harus Dirawat meski Jarang Digunakan
ilustrasi mengendarai motor (unsplash.com/DM David)
  • Motor yang jarang dipakai tetap rentan terdampak debu, kelembapan, perubahan suhu, serta penurunan kualitas cairan dan pelumas selama terparkir.
  • Aki dapat kehilangan daya meski tidak digunakan, sementara oli, minyak rem, dan cairan pendingin perlu diperiksa berkala untuk menjaga kinerja serta mencegah kebocoran.
  • Ban berisiko kempis, berubah bentuk, atau menua saat motor diam terlalu lama; komponen mesin dan kelistrikan juga perlu dicek dari debu, kelembapan, dan korosi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Motor yang jarang digunakan bukan berarti terbebas dari berbagai masalah, sebab ada beberapa komponen yang bisa mengalami penurunan kondisi walaupun kendaraan lebih sering terparkir di rumah. Adanya debu, kelembaban, perubahan suhu, serta cairan dan pelumas yang tidak digunakan dalam waktu lama akan mempengaruhi kondisi dari beberapa komponen motor secara perlahan.

Tidak heran apabila sebaiknya perawatan motor dilakukan secara berkala walaupun kendaraan hanya digunakan sesekali, terutama jika motor akan disimpan dalam waktu yang cukup lama. Perawatan sederhana bisa membantu menjaga performa kendaraan dan mencegah risiko kerusakan yang memerlukan biaya lebih besar pada saat motor digunakan.

  1. 1. Aki bisa melemah walau motor jarang dipakai

    ilustrasi aki motor (pexels.com/Mike Bird)
    ilustrasi aki motor (pexels.com/Mike Bird)

    Aki tetap bisa mengalami proses pelepasan daya secara perlahan pada saat motor tidak digunakan sehingga kendaraan yang tidak terlalu lama terparkir bisa mengalami aki lemah atau bahkan kehilangan kemampuan untuk menyalakan mesin. Kondisi ini akan semakin cepat terjadi pada saat motor disimpan selama berminggu-minggu tanpa pernah dilakukan pemeriksaan atau pengisian daya pada aki.

    Kondisi aki yang lemah bisa membuat sistem kelistrikan motor tidak bekerja secara optimal pada saat kendaraan hendak digunakan kembali. Oleh sebab itu, pemilik sebaiknya dapat melakukan pemeriksaan pada kondisi aki secara berkala dan menyalakan atau menjalankan motor sesuai kebutuhan agar kondisi kelistrikannya tetap terjaga.

  2. 2. Oli dan cairan tetap harus diperhatikan

    ilustrasi oli motor
    ilustrasi oli motor (unsplash.com/setengah limasore)

    Oli mesin tidak hanya harus diganti berdasarkan jarak tempuh namun juga berdasarkan pada waktu karena kualitas pelumas bisa menurun, walau motor jarang digunakan. Oli yang sudah terlalu lama berada dalam mesin ternyata bisa mengalami perubahan kualitas, sehingga perlindungannya terhadap komponen mesin tidak lagi seoptimal ketika masih baru.

    Bukan hanya oli mesin, namun cairan lain seperti minyak rem dan cairan pendingin pada motor harus diperiksa sesuai jadwal perawatan. Pemeriksaan yang ada merupakan langkah penting untuk memastikan bahwa tidak ada risiko kebocoran. perubahan kondisi cairan, atau masalah lain yang mungkin dapat mengganggu keamanan dan kinerja motor ketika di kembali digunakan.

  3. 3. Ban bisa mengalami penurunan kondisi

    ilustrasi ban motor
    ilustrasi ban motor (pexels.com/Karan Mridha)

    Motor yang terlalu lama berada dalam posisi diam ternyata bisa membuat beban kendaraan jadi terus bertumpu pada bagian ban yang sama, terutama jika tekanan angin tidak sesuai. Dalam jangka panjang, kondisi tersebut akan membuat tekanan ban berkurang dan berpotensi menyebabkan perubahan bentuk pada bagian tertentu apabila motor disimpan dalam waktu yang sangat lama.

    Ban bisa mengalami penuaan walau jarang digunakan karena karet tetap terpengaruh oleh usia, suhu, kelembaban, dan kondisi penyimpanannya. Oleh sebab itu, selalu periksa tekanan angin, permukaan ban, dan tanda-tanda seperti retakan sebelum motor kembali digunakan untuk perjalanan agar risiko masalah di jalan dapat diminimalisir.

  4. 4. Komponen mesin dan kelistrikan tetap harus dijaga

    ilustrasi mesin motor (pexels.com/Magda Ehlers).
    ilustrasi mesin motor (pexels.com/Magda Ehlers)

    Motor yang lama tidak digunakan ternyata bisa mengalami masalah pada sejumlah komponen, termasuk bagian yang berhubungan dengan mesin, bahan bakar, dan kelistrikan. Adanya debu atau kelembaban yang menumpuk di area tertentu bisa mempercepat risiko munculnya korosi terutama jika motor disimpan di tempat yang terbuka atau lembab.

    Perawatan rutin dapat membantu pemilik untuk mengetahui dengan pasti kondisi kendaraan sebelum masalahnya berkembang menjadi kerusakan yang lebih serius. Sebelum digunakan kembali setelah lama terparkir, sebaiknya lakukan pemeriksaan sederhana pada beberapa bagian agar motor lebih siap digunakan dengan aman.

    Motor yang jarang digunakan tetap memerlukan perawatan karena waktu penyimpanannya tidak membuat komponen kendaraan berhenti mengalami penurunan kondisi. Pemeriksaan sederhana secara berkala dapat membantu menjaga motor agar tetap dalam kondisi baik dan mengurangi tingkat kerusakan secara mendadak Jangan menunggu motor bermasalah atau sudah dinyalakan untuk mulai memperhatikannya kembali.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team
Agsa Tian
EditorAgsa Tian

Related Articles

See More