Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Apa Jadinya Kalau Pembalap MotoGP Ingin Pipis ketika Balapan?

Apa Jadinya Kalau Pembalap MotoGP Ingin Pipis ketika Balapan?
ilustrasi balapan motogp (unsplash.com/@alimahmoodi)
Intinya Sih
  • Pembalap MotoGP jarang ingin buang air kecil saat balapan karena suhu ekstrem dan dehidrasi membuat cairan tubuh cepat hilang lewat keringat, bukan melalui urine.
  • Mereka mengatur waktu minum dan menggunakan sistem hidrasi di baju balap agar tetap terhidrasi tanpa menambah tekanan pada kandung kemih selama lomba.
  • Dalam kondisi darurat, beberapa pembalap mengaku pernah pipis di dalam baju balap demi menjaga fokus dan keselamatan hingga garis finis.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Pernahkah terbayang bagaimana rasanya menahan keinginan buang air saat harus memacu motor dalam kecepatan lebih dari 300 kilometer per jam di bawah terik matahari? Durasi balapan MotoGP yang berkisar antara 40 hingga 45 menit, ditambah persiapan di garis start, memaksa para atlet ini berada dalam kondisi fisik yang sangat terkontrol.

Meskipun terlihat sangat tenang dan fokus, tekanan mental serta fisik yang luar biasa sering kali memicu reaksi biologis yang tidak terduga pada tubuh pembalap. Di tengah persaingan memperebutkan podium, masalah buang air kecil menjadi tantangan tersendiri yang harus disiasati dengan berbagai metode teknis maupun mental agar tidak mengganggu konsentrasi selama balapan berlangsung.


1. Proses dehidrasi alami akibat suhu ekstrem di dalam baju balap

ilustrasi balapan MotoGP (pixabay.com/ Lesbains39)
ilustrasi balapan MotoGP (pixabay.com/ Lesbains39)

Salah satu alasan mengapa pembalap jarang merasa ingin buang air kecil saat balapan berlangsung adalah fenomena dehidrasi yang sangat cepat. Selama memacu motor, suhu di dalam baju balap (racing suit) yang terbuat dari kulit kanguru bisa mencapai lebih dari 50 derajat Celsius. Kondisi ini membuat pembalap kehilangan cairan tubuh melalui keringat dalam jumlah yang sangat masif, bahkan bisa mencapai 2 hingga 3 liter dalam satu sesi balapan.

Cairan yang keluar melalui pori-pori kulit ini secara otomatis mengurangi beban kerja ginjal untuk memproduksi urine. Tubuh pembalap secara alami akan memprioritaskan sirkulasi cairan untuk mendinginkan suhu inti tubuh dan menjaga kinerja otot. Oleh karena itu, keinginan untuk buang air kecil biasanya akan hilang dengan sendirinya begitu adrenalin mulai terpompa dan tubuh mulai mengeluarkan keringat bercucuran di bawah tekanan panas mesin motor.

2. Penggunaan sistem hidrasi canggih dan manajemen waktu sebelum start

ilustrasi balap MotoGP (pexels.com/Wayne Lee)
ilustrasi balap MotoGP (pexels.com/Wayne Lee)

Para pembalap MotoGP sangat disiplin dalam mengatur pola konsumsi cairan mereka beberapa jam sebelum lampu hijau menyala. Mereka biasanya akan mengosongkan kandung kemih sesaat sebelum mengenakan baju balap dan naik ke atas motor di area paddock. Strategi waktu ini sangat krusial agar tidak ada sisa cairan yang memberikan tekanan pada perut saat mereka harus merunduk di balik windshield motor atau melakukan pengereman keras yang memberikan gaya gravitasi besar.

Selain itu, di bagian punuk (hump) baju balap terdapat sistem hidrasi berupa kantung air yang terhubung langsung ke helm melalui selang kecil. Cairan yang diminum selama balapan biasanya mengandung elektrolit tinggi yang dirancang untuk langsung diserap oleh sel tubuh sebagai energi, bukan untuk diproses menjadi urine. Manajemen asupan yang sangat presisi ini memastikan bahwa volume cairan di dalam tubuh tetap seimbang: cukup untuk mencegah pingsan karena panas, namun tidak terlalu banyak hingga menyebabkan gangguan pada kandung kemih.

3. Realitas pahit pipis di dalam baju balap

ilustrasi MotoGP (unsplash.com/ThrowBack.sk)
ilustrasi MotoGP (unsplash.com/ThrowBack.sk)

Meski sangat jarang terjadi karena kedisiplinan fisik yang tinggi, ada kalanya seorang pembalap tidak mampu lagi menahan desakan biologis tersebut di tengah balapan. Dalam situasi darurat yang ekstrem, beberapa pembalap secara terbuka mengakui bahwa mereka terpaksa membuang air kecil langsung di dalam baju balap. Hal ini dianggap sebagai pilihan yang jauh lebih aman daripada harus kehilangan fokus yang bisa berakibat fatal pada kecelakaan berkecepatan tinggi.

Melepaskan hajat di dalam baju balap tentu memberikan rasa tidak nyaman yang luar biasa karena cairan tersebut akan terperangkap di dalam kulit dan sepatu bot. Namun, bagi seorang pembalap profesional, memenangkan posisi atau mempertahankan poin jauh lebih penting daripada rasa risih sesaat. Setelah balapan berakhir, tim kru biasanya akan langsung membersihkan baju balap tersebut dengan pembersih khusus, dan pembalap akan segera mandi untuk menjaga kebersihan kulit mereka dari iritasi akibat air seni yang bercampur dengan keringat pekat.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dwi Agustiar
EditorDwi Agustiar
Follow Us

Latest in Automotive

See More