Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Apakah Helm MotoGP Dijual Bebas?
ilustrasi MotoGP (pexels.com/Ömer Faruk Uyar)
  • Helm replika MotoGP dijual bebas dengan tampilan mirip versi balap, namun disesuaikan untuk kenyamanan harian dan tersedia juga seri “Race-Ready” bersertifikasi FIM dalam jumlah terbatas.
  • Sertifikasi FRHPhe-01 dari FIM menjadi pembeda utama helm balap dan harian, memastikan ketahanan ekstrem yang kini mulai diterapkan pada helm flagship publik seperti AGV Pista GP RR atau Shoei X-Fifteen.
  • Helm pembalap profesional tetap eksklusif karena melalui pemindaian 3D untuk bentuk kepala, serta dilengkapi fitur khusus seperti sistem hidrasi dan komunikasi yang tidak dijual ke masyarakat umum.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Memiliki perlengkapan berkendara dengan spesifikasi yang sama persis seperti milik pembalap idola di lintasan MotoGP merupakan impian bagi banyak pencinta roda dua. Helm yang digunakan di kasta tertinggi balapan motor dunia tersebut bukan sekadar pelindung kepala, melainkan mahakarya teknologi yang dirancang untuk menahan benturan ekstrem pada kecepatan di atas 350 kilometer per jam.

Namun, sering kali muncul pertanyaan apakah masyarakat umum bisa benar-benar membeli dan memiliki helm dengan standar keamanan yang identik dengan milik Francesco Bagnaia atau Marc Marquez. Memahami perbedaan antara helm replika harian dan helm spesifikasi balap murni menjadi sangat penting sebelum memutuskan untuk merogoh kocek dalam-dalam demi sebuah pelindung kepala premium.


1. Ketersediaan helm replika vs spesifikasi balap murni di toko

ilustrasi MotoGP (pexels.com/Philipp Fahlbusch)

Pada dasarnya, produsen helm besar seperti Shoei, Arai, AGV, hingga merk lokal seperti KYT memang menjual varian "replika" secara bebas di toko-toko perlengkapan motor. Helm replika ini biasanya menggunakan cangkang (shell) dan grafis yang secara visual sangat mirip dengan yang dipakai di lintasan balap. Kamu bisa dengan mudah menemukan helm dengan corak khas pembalap dunia di berbagai gerai retail premium dengan harga yang berkisar antara jutaan hingga belasan juta rupiah.

Meskipun terlihat serupa, helm yang dijual bebas ini umumnya memiliki beberapa penyesuaian untuk kenyamanan penggunaan harian di jalan raya. Misalnya, bagian interior yang lebih empuk untuk penggunaan durasi lama atau sistem ventilasi yang tidak terlalu berisik. Namun, bagi pencinta kecepatan yang menginginkan spesifikasi balap murni, beberapa produsen kini mulai menjual seri "Race-Ready" yang sudah mengantongi sertifikasi FIM, namun tetap diproduksi secara massal meskipun dalam jumlah yang lebih terbatas dibandingkan model standar.

2. Standar sertifikasi fim yang membedakan helm balap dan harian

ilustrasi MotoGP (pexels.com/Harvey Tan Villarino)

Perbedaan paling mendasar yang membuat helm MotoGP terasa eksklusif adalah sertifikasi FRHPhe-01 dari Federasi Balap Motor Internasional (FIM). Mulai tahun 2019, setiap helm yang masuk ke lintasan MotoGP wajib lulus uji standar ini, yang jauh lebih ketat daripada standar jalan raya seperti DOT, ECE, atau SNI. Kabar baiknya adalah standar ini sekarang sudah mulai diterapkan pada helm-helm kelas tertinggi yang dijual ke publik agar pengendara harian bisa mencicipi tingkat keamanan profesional.

Jika kamu membeli helm kelas flagship seperti AGV Pista GP RR atau Shoei X-Fifteen, helm tersebut biasanya sudah menyertakan label homologasi FIM. Artinya, secara struktur cangkang dan ketahanan material, helm tersebut memang layak digunakan untuk berkompetisi di sirkuit internasional. Kebebasan menjual helm bersertifikasi balap ini bertujuan agar teknologi keselamatan terbaru bisa segera dinikmati oleh konsumen luas, meskipun secara fungsional helm tersebut mungkin terasa sedikit kaku dan bising jika hanya digunakan untuk sekadar pergi ke kantor atau berkendara santai.

3. Modifikasi khusus dan penyesuaian personal bagi pembalap profesional

ilustrasi MotoGP (pexels.com/Ömer Faruk Uyar)

Meskipun model dasarnya dijual bebas, ada satu hal yang tidak bisa dibeli oleh masyarakat umum, yaitu proses kustomisasi personal. Helm yang benar-benar digunakan di lintasan MotoGP telah melalui proses pemindaian kepala secara tiga dimensi (3D Scan) agar interiornya pas secara presisi dengan bentuk tengkorak sang pembalap. Hal ini memastikan tidak ada titik tekan yang mengganggu konsentrasi serta memberikan kestabilan maksimal saat motor dipacu dalam kecepatan tinggi yang menghasilkan gaya gravitasi besar.

Selain itu, helm milik pembalap profesional sering kali dilengkapi dengan fitur tambahan seperti sistem hidrasi yang terhubung ke punuk baju balap, mikrofon untuk komunikasi tim, serta pelindung kaca (visor) dengan lapisan khusus yang tidak dijual untuk publik. Jadi, meskipun kamu bisa membeli helm dengan model dan standar keamanan yang sama, sensasi "pas" yang sempurna dan fitur komunikasi khusus tetap menjadi hak istimewa para gladiator aspal di lintasan MotoGP.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team