Begini Penampakan Bensin Tercampur Air, Waspada Saat Beli Eceran!

Membeli bensin eceran sering kali menjadi pilihan darurat ketika jarum indikator bahan bakar sudah menyentuh garis merah dan posisi SPBU resmi masih sangat jauh. Namun, di balik kemudahan tersebut, tersimpan risiko besar berupa kontaminasi cairan, salah satunya adalah percampuran bensin dengan air yang dapat berakibat fatal bagi kesehatan mesin kendaraan.
Kewaspadaan tinggi sangat diperlukan agar sistem pembakaran tetap terjaga dari kerusakan permanen. Mengetahui ciri-ciri fisik bensin yang tidak murni bukan hanya soal menghemat biaya perbaikan, tetapi juga tentang menjaga keselamatan selama berkendara agar mesin tidak mati mendadak di tengah lalu lintas yang padat.
1. Perbedaan lapisan dan degradasi warna cairan

Cara paling efektif untuk mendeteksi keberadaan air dalam bensin eceran adalah dengan memperhatikan lapisan cairan di dalam botol kaca atau wadah bening. Secara alami, bensin dan air memiliki massa jenis yang berbeda sehingga kedua zat ini tidak akan pernah menyatu secara kimiawi. Jika diperhatikan dengan seksama, air yang lebih berat akan selalu mengendap di dasar wadah dan membentuk lapisan bening yang terpisah dari bensin di atasnya.
Selain adanya lapisan pemisah, warna bensin yang terkontaminasi biasanya terlihat lebih keruh dan tidak sejernih bensin murni. Bensin jenis Pertalite seharusnya berwarna hijau terang transparan, sementara Pertamax berwarna biru jernih. Jika cairan di dalam botol eceran tampak memudar, kusam, atau terlihat seperti ada butiran gelembung kecil di bagian bawah, itu merupakan indikasi kuat bahwa bahan bakar tersebut telah tercampur air atau zat pelarut lainnya.
2. Munculnya endapan dan gelembung menyerupai embun

Tampilan visual bensin yang tercampur air juga bisa dikenali dari keberadaan gelembung-gelembung kecil yang menyerupai mutiara di dasar botol. Gelembung ini tidak akan hilang meskipun botol digoyangkan; justru air akan pecah menjadi butiran lebih kecil sebelum akhirnya menyatu kembali di dasar wadah. Penjual bensin eceran yang tidak jujur terkadang menaruh botol di tempat yang agak gelap untuk menyamarkan keberadaan endapan air ini dari mata pembeli.
Selain gelembung, perhatikan juga dinding bagian dalam botol kaca pembungkus bensin tersebut. Air yang bercampur dalam bahan bakar sering kali meninggalkan jejak berupa bintik-bintik embun atau penguapan yang tidak wajar pada area yang tidak terendam cairan. Bensin murni akan menguap dengan bersih tanpa meninggalkan sisa tetesan air pada dinding botol, sehingga jika terlihat ada cairan yang menempel seperti keringat, besar kemungkinan bensin tersebut sudah terpapar kelembapan tinggi atau sengaja dicampur.
3. Reaksi mesin terhadap kualitas pembakaran yang buruk
Meskipun pengecekan visual adalah langkah pertama, gejala bensin tercampur air akan terlihat sangat nyata segera setelah mesin dinyalakan dan dijalankan. Air yang masuk ke ruang bakar tidak bisa dikompresi dan diledakkan seperti uap bensin, sehingga mesin akan mengalami gejala "brebet" atau tersendat-sendat. Suara mesin akan terdengar kasar dan tidak stabil karena proses pembakaran yang terputus-putus akibat adanya molekul air yang ikut terisap oleh pompa bahan bakar.
Dalam kondisi yang lebih parah, mesin kendaraan bisa mati total atau mogok secara tiba-tiba karena air menyumbat bagian injektor atau karburator. Jika setelah mengisi bensin eceran kendaraan terasa kehilangan tenaga secara drastis atau keluar asap putih tipis dari knalpot yang disertai tetesan air yang tidak wajar, maka pengurasan tangki harus segera dilakukan. Membiarkan air tetap berada di dalam tangki hanya akan memicu korosi dan kerusakan pada komponen fuel pump yang biayanya tentu jauh lebih mahal daripada harga satu liter bensin resmi.


















