Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Akibat Membiarkan Air Hujan Kering di Body Motor, Cat Jadi Kusam!

Ilustrasi berkendara saat musim hujan (unsplash.com/Bruno Kelzer)
Ilustrasi berkendara saat musim hujan (unsplash.com/Bruno Kelzer)
Intinya sih...
  • Muncul water spot atau jamur pada body motor
  • Risiko korosi pada komponen logam
  • Kerusakan pada lapisan pernis cat
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Musim hujan memang suka bikin orang malas untuk mencuci motor setelah menembus genangan. Banyak pengendara memilih membiarkan sisa air hujan mengering dengan sendirinya karena mungkin lelah akibat beraktivitas seharian. Namun, kebiasaan ini sebenarnya menyimpan berbagai risiko yang bisa merusak tampilan estetika motor kesayangan.

Kandungan zat asam dan partikel kotoran yang bersifat korosif pada air hujan, bisa mempengaruhi lapisan cat motor. Jika membiarkannya menguap secara alami, zat-zat berbahaya tersebut akan mengendap dan merusak struktur permukaan body. Pahami dampak jangka panjang yang bisa terjadi agar motor tetap cantik meskipun sering terkena guyuran hujan.

1. Mucnul water spot atau jamur pada body motor

Berkendara motor saat hujan (freepik.com/homrak)
Berkendara motor saat hujan (freepik.com/homrak)

Lapisat cat motor sangat rentan terhadap bercak putih yang muncul akibat penguapan air hujan yang tidak sempurna. Mineral yang tertinggal akan mengeras dan membentuk pola noda yang sangat sulit untuk dibersihkan dengan sabun biasa. Jika membiarkan hal ini terjadi berulang kali, jamur akan tumbuh subur di permukaan cat motor.

Kondisi ini membuat tampilan motor terlihat kusam dan tidak terawat meskipun sebenarnya baru saja dicuci. Proses pembersihan jamur memerlukan cairan khusus atau poles yang bisa mengikis lapisan pelindung cat asli motor. Jadi, sebaiknya segera bisa motor dengan air bersih setelah berkendara di bawah guyuran hujan.

2. Risiko korosi pada komponen logam

ilustrasi knalpot motor (pexels.com/Pragyan Bezbaruah)
ilustrasi knalpot motor (pexels.com/Pragyan Bezbaruah)

Air hujan punya tingkat keasaman yang cukup tinggi sehingga bisa mempercepat proses oksidasi pada bagian logam motor. Rangka, baut, dan rantai adalah area yang paling rawan mengalami karat jika sering dibiarkan basah. Kamu tentu tidak ingin komponen penting motor mengalami keropos hanya karena malas membersihkan sisa air hujan.

Karat yang muncul pada komponen ini bisa mengurangi kekuatan struktur dan mengganggu fungsi kerja motor secara keseluruhan. Jika membiarkan air mengering sendiri, celah-celah sempit akan menyimpan kelembapan yang memicu korosi secara diam-diam. Membilas dan mengeringkan bagian logam sangatlah penting untuk menjaga keawetan motor dalam jangka panjang.

3. Kerusakan pada lapisan pernis cat

Sepeda motor matic (unsplash.com/Mehmet Talha Onuk)
Sepeda motor matic (unsplash.com/Mehmet Talha Onuk)

Lapisan pernis adalah pelindung utama warna cat motor agar tetap terlihat mengkilap dan segar. Paparan zat asam dari air hujan yang mengering perlahan akan mengikis lapisan pelindung. Kamu mungkin tidak menyadarinya secara langsung, namun warna motor akan memudar lebih cepat dari yang seharusnya.

Pernis yang rusak akan membuat permukaan body motor terasa kasar saat kamu merabanya dengan telapak tangan. Cahaya matahari akan semakin memperparah kerusakan ini jika bereaksi dengan sisa polutan hujan yang masih menempel. Merawat lapisan pernis ini bisa menjadi kunci utama agar harga jual kembali motor tetap tinggi di masa depan.

4. Pasir dan kotoran halus akan menumpuk

noda lumpur pada motor
ilustrasi noda lumpur pada motor (freepik.com/sunnygb5)

Saat hujan turun, air tidak hanya membawa cairan tetapi juga partikel pasir halus yang menempel pada body motor. Jika membiarkan air tersebut kering sendiri, butiran pasir akan melekat kuat dan menjadi kerak yang keras. Hal ini cukup berbahaya karena bisa menimbulkan baret halus saat kamu mencoba mengelapnya nanti.

Gesekan antara partikel pasir dan permukaan plastik motor akan menciptakan goresan permanen yang merusak kehalusan tekstur body. Kamu sebaiknya menyemprot motor dengan air bertekanan untuk merontokkan kotoran sebelum menyentuhnya dengan kain lap. Kebiasaan sederhana ini akan menghindarkan motor dari biaya pengecatan ulang yang mahal akibat goresan yang tidak disengaja.

5. Mengganggu fungsi kelistrikan

ilustrasi aki motor (freepik.com/senivpetro)
ilustrasi aki motor (freepik.com/senivpetro)

Air hujan yang meresap ke dalam sela-sela body bisa mencapai area soket kabel dan sistem kelistrikan motor. Jika dibiarkan menguap secara alami, sisa uap air bisa menyebabkan kelembapan yang memicu terjadinya korsleting singkat. Kamu perlu waspada karena masalah kelistrikan biasanya berawal dari endapan air yang tidak pernah dibersihkan dengan benar.

Soket yang lembap akan mengalami oksidasi hijau yang menghambat arus listrik ke komponen lampu atau starter. Kerusakan pada sistem sensor motor modern juga bisa terjadi akibat sisa air hujan yang membawa kotoran ke area sensitif. Pastikan area di balik cover body tetap kering agar mesin dan kelistrikan motor tetap normal.

Menjaga kebersihan motor setelah terkena hujan adalah bentuk tanggung jawab kita sebagai pemilik. Membiarkan air kering sendiri ternyata bukan pilihan bijak karena bisa memicu kerusakan fisik maupun mekanis pada kendaraan. Sempatkan diri untuk membilas dan mengeringkan motor agar tampilannya selalu tampak seperti baru setiap hari.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dwi Agustiar
EditorDwi Agustiar
Follow Us

Latest in Automotive

See More

Melihat Langsung si Imut Changan Lumin di IIMS, Desainnya Lucu Banget!

08 Feb 2026, 10:05 WIBAutomotive