Ciri-Ciri Kampas Rem Motor Aus, Gak Harus Dibongkar!

- Ciri kampas rem aus: bunyi mendengung pada rem tromol, berdecit pada rem cakram, tuas rem perlu ditarik lebih kuat, dan jarak pengereman lebih jauh dari biasanya.
- Cara kerja kampas rem motor: menekan piringan cakram atau dinding tromol untuk menghentikan laju motor. Penggantian kampas rem mudah dilakukan di bengkel dengan biaya terjangkau.
- Masa pakai kampas rem motor: umumnya diganti setiap kelipatan 32 ribu kilometer sekali, namun bisa disesuaikan dengan gaya berkendara pengendara.
Jakarta, IDN Times - Ada beberapa komponen pada sepeda motor yang termasuk ke dalam kategori fast moving atau harus diganti secara berkala, salah satunya adalah kampas rem.
Kampas rem memiliki fungsi yang sangat vital, yaitu memperlambat laju sepeda motor bersama komponen pendukung pengereman lainnya.
1. Ciri kampas rem aus

Ada beberapa ciri yang menandakan kampas rem motor sudah tipis dan perlu dilakukan penggantian, tanpa harus membongkar area rem terlebih dahulu.
Setidaknya ada tiga tanda kampas rem sudah mulai aus, pertama apabila ada bunyi mendengung pada rem tromol dan berdecit pada rem cakram saat pengereman, tuas rem perlu ditarik atau diinjak lebih kuat, dan apabila mulai terasa jarak pengereman yang lebih jauh dari biasanya.
2. Cara kerja kampas rem motor

Kampas rem motor ini bekerja dengan menekan piringan cakram atau dinding tromol untuk menghentikan laju motor. Karena terus bergesekan, lama kelamaan kampas rem motor menjadi aus dan menipis.
Penggantian kampas rem sendiri umumnya mudah dilakukan di bengkel dengan biaya yang cukup terjangkau. Misalnya untuk Yamaha NMAX, penggantian kampas remnya mulai Rp40 ribu hingga Rp100 ribu per roda, tergantung dari merek kampas rem yang digunakan.
3. Masa pakai kampas rem motor

Mengutip beberapa sumber, kampas rem cakram sepeda motor umumnya paling lama diganti setiap kelipatan 32 ribu kilometer sekali. Namun, ada juga yang menyarankan penggantiannya setiap 24 ribu kilometer sekali.
Tetapi sebenarnya kilometer tersebut tidak selalu menjadi patokan untuk penggantian kampas rem, karena menyesuaikan gaya berkendara pengendara motornya. Apabila pengendara lebih sering memencet tuas rem, maka bukan tidak mungkin kampas rem lebih cepat habis dari seharusnya.