Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Jangan Tutup Ventilasi Helm Saat Hujan, Ini 5 Alasannya

3 min read
Jangan Tutup Ventilasi Helm Saat Hujan, Ini 5 Alasannya
ilustrasi helm (pexels.com/Anastasia Shuraeva)
  • Menutup seluruh ventilasi helm saat hujan membatasi sirkulasi udara, membuat bagian dalam panas dan lembap, serta berpotensi mengganggu kenyamanan berkendara.
  • Ventilasi membantu mengurangi kelembapan dari napas yang memicu visor berembun, sehingga pandangan terhadap jalan, kendaraan lain, dan genangan tetap lebih terjaga.
  • Pengendara dapat menyesuaikan ventilasi dengan derasnya hujan, kecepatan, dan desain helm, sambil menjaga visor bersih serta memakai fitur antikabut memadai.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Saat hujan turun ketika sedang berkendara, refleks pertama yang muncul biasanya ingin membuat tubuh secepat mungkin terlindungi dari air. Salah satunya dengan menutup ventilasi pada helm agar air hujan tidak masuk ke dalam.

Padahal, menutup seluruh ventilasi helm justru bisa membuat udara di dalam menjadi pengap. Kondisi ini tidak hanya mengurangi kenyamanan, tetapi juga dapat mengganggu konsentrasi ketika berkendara dalam kondisi jalan yang sudah lebih sulit diprediksi.

  1. 1. Sirkulasi udara tetap dibutuhkan

    Ilustrasi wanita memakai helm (freepik.com/freepik)
    Ilustrasi wanita memakai helm (freepik.com/freepik)

    Ventilasi pada helm dirancang untuk membantu mengalirkan udara dari luar ke bagian dalam helm. Ketika semua ventilasi ditutup, pertukaran udara menjadi lebih terbatas sehingga udara panas dan lembap dapat terperangkap di sekitar kepala.

    Kondisi tersebut biasanya semakin terasa ketika hujan turun dan suhu lingkungan berubah. Kepala menjadi lebih mudah berkeringat, sementara bagian dalam helm terasa gerah. Membiarkan ventilasi tetap terbuka membantu menjaga sirkulasi udara selama berkendara.

  2. 2. Kaca helm lebih mudah berembun

    ilustrasi helm (freepik.com/freepik)
    ilustrasi helm (freepik.com/freepik)

    Udara hangat dan lembap dari napas pengendara dapat menyebabkan kaca helm atau visor berembun. Masalah ini semakin mudah terjadi ketika perbedaan suhu antara bagian dalam dan luar helm cukup besar.

    Ventilasi membantu mengurangi kelembapan yang terperangkap di dalam helm sehingga risiko visor berembun dapat berkurang. Jika pandangan mulai terganggu, pengendara bisa kehilangan kemampuan melihat kondisi jalan, kendaraan lain, maupun genangan di depan.

  3. 3. Hujan tidak selalu masuk langsung ke kepala

    ilustrasi helm (pexels.com/Anastasia Shuraeva)
    ilustrasi helm (pexels.com/Anastasia Shuraeva)

    Ventilasi helm memang memiliki bukaan, tetapi bukan berarti air hujan akan selalu masuk dalam jumlah besar. Desain ventilasi pada helm umumnya dibuat untuk membantu aliran udara tanpa membuat bagian dalam helm terbuka begitu saja terhadap lingkungan.

    Meski begitu, efektivitasnya berbeda-beda tergantung desain helm dan arah datangnya hujan. Jika hujan sangat deras, air tetap mungkin masuk melalui ventilasi tertentu. Namun, menutup semua ventilasi bukan satu-satunya solusi karena sirkulasi udara tetap diperlukan.

  4. 4. Pengendara bisa lebih cepat merasa gerah

    ilustrasi helm motor (pexels.com/Nur Andi Ravsanjani Gusma)
    ilustrasi helm motor (pexels.com/Nur Andi Ravsanjani Gusma)

    Helm yang terlalu tertutup dapat membuat suhu di sekitar kepala meningkat, terutama ketika motor berhenti di tengah kemacetan. Udara panas yang tidak segera keluar membuat bagian dalam helm terasa semakin tidak nyaman.

    Rasa gerah dan tidak nyaman dapat mengganggu fokus. Saat hujan, konsentrasi justru semakin penting karena permukaan jalan licin, jarak pandang berkurang, dan kendaraan lain juga menghadapi kondisi yang sama.

  5. 5. Atur ventilasi sesuai kondisi hujan

    Tips Berkendara saat Hujan Abu Vulkanik
    ilustrasi helm (unsplash.com/Nick van der Vegt)

    Bukan berarti semua ventilasi harus selalu dibiarkan terbuka penuh. Pengendara bisa menyesuaikannya dengan kondisi cuaca, kecepatan, dan desain helm. Jika air mulai masuk terlalu banyak, beberapa ventilasi dapat ditutup sementara tanpa menghambat seluruh sirkulasi udara.

    Hal yang tidak kalah penting adalah menjaga visor tetap bersih dan menggunakan helm yang memiliki sistem ventilasi serta fitur antikabut yang memadai. Dengan begitu, perlindungan dari hujan tetap didapat tanpa mengorbankan sirkulasi udara dan visibilitas selama berkendara.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Topics
Editorial Team

Related Articles

See More