Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Motor Kehujanan Lalu Susah Hidup, Apa Penyebabnya?

2 min read
Motor Kehujanan Lalu Susah Hidup, Apa Penyebabnya?
Ilustrasi memanaskan mesin motor (pexels.com/Pragyan Bezbaruah)
  • Motor susah hidup setelah kehujanan dapat terjadi karena air atau kelembapan mengganggu komponen pembakaran, meski tidak selalu menandakan kerusakan serius.
  • Kelembapan pada area busi, cop, kabel pengapian, filter udara, atau jalur intake dapat menghambat percikan listrik dan pasokan udara untuk mesin.
  • Air pada soket kelistrikan serta aki lemah juga bisa memicu gangguan; jika berulang, motor perlu diperiksa di bengkel.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Motor yang baru saja kehujanan terkadang menjadi lebih sulit dihidupkan. Starter elektrik mungkin masih berputar, tetapi mesin tidak langsung menyala atau membutuhkan beberapa kali percobaan.

Kondisi ini bisa terjadi karena air dan kelembapan memengaruhi sejumlah bagian yang berkaitan dengan proses pembakaran. Bukan berarti setiap motor yang susah hidup setelah hujan mengalami kerusakan serius, tetapi beberapa komponen memang perlu diperiksa.

  1. 1. Air masuk ke area busi

    ilustrasi mesin motor (vecteezy.com/pichai pipatkuldilok)
    ilustrasi mesin motor (vecteezy.com/pichai pipatkuldilok)

    Busi membutuhkan percikan listrik untuk membakar campuran udara dan bahan bakar di ruang bakar. Jika air atau kelembapan masuk ke area sekitar busi, cop busi, atau kabel pengapian pada motor tertentu, percikan listrik bisa terganggu.

    Kelembapan pada bagian tersebut dapat membuat pengapian menjadi kurang optimal sehingga mesin sulit menyala. Jika motor mengalami masalah setelah hujan, area busi dan sambungan pengapian bisa diperiksa setelah motor berada di tempat yang aman dan kering. Jangan membuka atau menyentuh komponen pengapian secara sembarangan ketika sistem masih aktif.

  2. 2. Filter udara atau saluran masuk lembap

    Ilustrasi membersihkan filter udara mesin motor (pexels.com/Andrea Piacquadio)
    Ilustrasi membersihkan filter udara mesin motor (pexels.com/Andrea Piacquadio)

    Hujan deras juga dapat membuat area saluran masuk udara menjadi lebih lembap. Filter udara yang sangat basah atau terdapat air yang masuk ke jalur intake dapat mengganggu jumlah udara yang dibutuhkan mesin untuk melakukan pembakaran.

    Pada kondisi normal, sistem pemasukan udara memang sudah dirancang untuk menghadapi penggunaan sehari-hari. Namun, menerobos genangan yang terlalu dalam dapat meningkatkan risiko air masuk ke bagian intake. Jika motor tiba-tiba mati setelah melewati genangan dan kemudian sulit dihidupkan, jangan terus memaksa starter karena perlu dipastikan tidak ada air yang masuk terlalu jauh ke mesin.

  3. 3. Soket dan sistem kelistrikan terkena air

    ilustrasi aki motor (pexels.com/lucas)
    ilustrasi aki motor (pexels.com/lucas)

    Motor modern memiliki berbagai konektor dan komponen kelistrikan yang mendukung kerja mesin. Jika terdapat konektor yang kondisinya kurang baik, air atau kelembapan dapat mengganggu hubungan listrik dan membuat sensor atau sistem pengapian tidak bekerja sebagaimana mestinya.

    Selain itu, kondisi aki yang sudah lemah juga bisa semakin terasa ketika motor sulit dihidupkan. Jika starter terdengar berat atau lampu indikator melemah ketika tombol starter ditekan, kondisi aki patut diperiksa. Namun, jika starter berputar normal tetapi mesin tidak menyala setelah kehujanan, pemeriksaan sebaiknya diarahkan ke sistem pengapian, suplai bahan bakar, dan pemasukan udara.

    Jika motor hanya sesekali sulit hidup setelah hujan, keringkan bagian yang memungkinkan dan perhatikan apakah masalah kembali muncul. Bila motor sering mengalami gejala yang sama, sebaiknya lakukan pemeriksaan di bengkel agar sumber gangguan bisa ditemukan sebelum berkembang menjadi masalah yang lebih besar.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More