Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Pembiayaan Motor Dongkrak Laba FIF hingga Rp4,63 Triliun

Pembiayaan Motor Dongkrak Laba FIF hingga Rp4,63 Triliun
Booth AHM di IMOS 2025 (AHM)

Jakarta, IDN Times - Pasar sepeda motor nasional masih menjadi salah satu penggerak utama industri pembiayaan otomotif di Indonesia. Tingginya permintaan kendaraan roda dua membuat perusahaan pembiayaan tetap mencatatkan kinerja positif sepanjang 2025.

Salah satunya PT Federal International Finance (FIF), perusahaan pembiayaan yang berada di bawah Grup Astra. Sepanjang Januari hingga Desember 2025, perusahaan berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp4,63 triliun, naik 4,92 persen secara year-on-year (yoy) dibandingkan 2024 yang tercatat Rp4,42 triliun.

1. Pembiayaan sepeda motor masih jadi kontributor utama

IMG_6671.jpeg
FIFGroup hadirkan promo menarik di IMOS 2025 (IDN Times/Fadhliansyah)

Bisnis pembiayaan sepeda motor masih menjadi tulang punggung kinerja FIF sepanjang 2025. Hal ini terutama berasal dari layanan FIFASTRA yang fokus pada pembiayaan sepeda motor Honda di berbagai wilayah Indonesia.

Melalui lini bisnis tersebut, FIF berperan besar dalam membantu masyarakat memiliki kendaraan roda dua dengan skema kredit.

Model pembiayaan ini juga menjadi salah satu penggerak utama penjualan sepeda motor nasional karena mempermudah konsumen dalam memiliki kendaraan untuk mobilitas sehari-hari maupun kebutuhan kerja.

Direktur FIF, Valentina Chai, menyampaikan bahwa capaian perusahaan tidak lepas dari kepercayaan pelanggan dan mitra bisnis di sektor otomotif.

“Kami mengapresiasi serta mengucapkan terima kasih kepada seluruh pemangku kepentingan atas pencapaian yang diraih perseroan. Ini menjadi bukti kepercayaan seluruh pihak yang menjadikan FIF sebagai solusi finansial pilihan dalam memenuhi seluruh kebutuhan pembiayaan,” ujarnya, Kamis (5/3/2026).

2. Penyaluran pembiayaan capai Rp49,45 triliun

Logo FIF Group/Dok FIF Group
Logo FIF Group/Dok FIF Group

Sejalan dengan meningkatnya kebutuhan pembiayaan kendaraan, FIF mencatat nilai penyaluran pembiayaan mencapai Rp49,45 triliun hingga akhir kuartal IV 2025. Angka tersebut tumbuh 7,64 persen secara tahunan.

Peningkatan pembiayaan ini juga sejalan dengan kenaikan jumlah unit yang dibiayai. Sepanjang tahun lalu, total unit yang dibiayai perusahaan mencapai 3,39 juta unit, meningkat 4,85 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Sebagian besar unit tersebut berasal dari pembiayaan kendaraan roda dua yang menjadi segmen utama bisnis perusahaan. Selain kendaraan, FIF juga menyediakan pembiayaan untuk berbagai kebutuhan lain seperti elektronik, gadget, hingga pembiayaan multiguna.

3. Kinerja tetap sehat dengan NPF rendah

Motor Pendek dan Ringan
Honda BeAT (astra-honda.com)

Di tengah meningkatnya penyaluran pembiayaan, FIF tetap mampu menjaga kualitas portofolio kreditnya. Hal ini tercermin dari rasio Non-Performing Financing (NPF) Nett yang berada di level 0,20 persen pada kuartal IV 2025.

Selain itu, nilai Net Service Asset (NSA) perusahaan juga tumbuh 14,38 persen secara year-on-year menjadi Rp53,44 triliun. Kinerja ini menunjukkan bisnis pembiayaan otomotif dan konsumtif perusahaan tetap berkembang dengan kondisi keuangan yang sehat.

“Sebagai salah satu perusahaan pembiayaan di Indonesia, kami optimistis untuk terus berupaya memberikan layanan terbaik dari seluruh layanan pembiayaan kami yang diperkuat dengan value chain serta digitalisasi, untuk menjadi solusi bagi seluruh kebutuhan pembiayaan masyarakat Indonesia,” jelas Valentina.

Share
Topics
Editorial Team
Dwi Agustiar
EditorDwi Agustiar
Follow Us

Latest in Automotive

See More

5 Tips Berkendara Mobil yang Aman dan Nyaman ketika Hujan

05 Mar 2026, 16:32 WIBAutomotive