AHY Sebut Pemerintah Jaga Biaya Transportasi dari Dampak Konflik Timteng

- AHY menegaskan pemerintah terus memantau dampak ketidakpastian global, termasuk perang Iran dan situasi di Selat Hormuz, terhadap energi, logistik, serta harga domestik.
- Pemerintah fokus memitigasi risiko agar masyarakat tidak terbebani fluktuasi harga global, terutama menjaga stabilitas biaya transportasi udara dan darat.
- Pembangunan infrastruktur diarahkan untuk memperkuat ekonomi daerah sekaligus mendukung ketahanan pangan, energi, air, pendidikan, dan kesehatan di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo.
Jakarta, IDN Times– Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menegaskan, pemerintah terus memantau dampak ketidakpastian global terhadap kondisi domestik, termasuk potensi kenaikan harga tiket dan ketahanan pangan.
Menko AHY menyoroti situasi geopolitik di Timur Tengah (Timteng), khususnya ketegangan di Selat Hormuz dan perang Iran, sebagai faktor eksternal yang perlu diantisipasi secara serius. Menurutnya, meskipun konflik terjadi di belahan dunia lain, dampaknya terhadap sektor energi dan logistik global tetap nyata.
"Ya, tentunya kita terus mengelola agar tidak ada dampak yang terlalu buruk bagi masyarakat. Kita waspada terkait dengan energi. Memang ini juga yang menjadi perhatian kita semuanya," ujar AHY di Gereja Santo Andreas, Jakarta Barat, Minggu (12/4/2026).
1. Pemerintah akan mitigasi risiko

Lebih lanjut, ia menyampaikan fokus utama pemerintah saat ini adalah memitigasi risiko agar masyarakat tidak menanggung beban terlalu berat akibat fluktuasi harga global. Hal ini mencakup upaya menjaga stabilitas biaya di sektor transportasi, baik udara maupun darat.
"Kami pemerintah berusaha sekuat tenaga tentunya supaya agar masyarakat juga tidak terlalu terdampak, termasuk dalam biaya transportasi, penerbangan, maupun di jalan raya," ucapnya.
2. Infrastruktur diarahkan jadi motor penggerak ekonomi

Di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dalam Kabinet Merah Putih, pembangunan infrastruktur kini diarahkan untuk menjadi motor penggerak ekonomi di berbagai daerah.
"Kita juga terus berupaya agar infrastruktur benar-benar menyentuh langsung kehidupan masyarakat," katanya.
3. Dukung ketahanan dan swasembada pangan

Ia menambahkan, pembangunan tersebut juga diarahkan untuk mendukung ketahanan dan swasembada pangan, energi, dan air, serta menopang layanan pendidikan dan kesehatan.
"Infrastruktur yang bisa meningkatkan kesejahteraan, menggerakkan pertumbuhan ekonomi di berbagai daerah, mengurangi kemiskinan dan juga ketimpangan, termasuk tentunya bisa mendukung hadirnya ketahanan dan swasembada pangan, energi, dan air yang sekali lagi sangat mendasar, termasuk di sektor pendidikan dan kesehatan," tuturnya


















