Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
AHY Targetkan Bandara Soetta Tembus 10 Besar Terbaik Dunia pada 2029
Menko Infrastruktur, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) pimpin Rakor Tingkat Menteri tentang Penguatan Tata Kelola Ekosistem Kebandarudaraan, Kamis (25/6/2026). (Dok. Kemenko Infra)
  • AHY menargetkan Bandara Soekarno-Hatta masuk 10 besar dunia dan meraih rating lima bintang pada 2029, setelah kini berada di posisi ke-22 berkat peningkatan tiga tahun terakhir.
  • Pemerintah memperkuat tata kelola ekosistem kebandarudaraan untuk dorong ekonomi, investasi, dan pariwisata melalui peningkatan layanan, konektivitas antarmoda, serta infrastruktur pendukung bandara.
  • Arahan Presiden Prabowo ditindaklanjuti dengan optimalisasi bandara nasional sebagai penggerak ekonomi inklusif, memperkuat sinergi antarinstansi, transformasi digital, dan peningkatan daya saing pariwisata Indonesia.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Menteri Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK) Agus Harimurti Yudhoyono menargetkan Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) masuk dalam daftar 10 besar bandara terbaik di dunia serta rating lima bintang pada 2029.

Target tersebut disampaikan usai memimpin Rapat Koordinasi Tingkat Menteri tentang Penguatan Tata Kelola Ekosistem Kebandarudaraan di Jakarta pada Kamis, 25 Juni 2026.

Pria yang akrab disapa AHY itu menjelaskan, target ini realistis karena posisi Bandara Soekarno-Hatta terus meningkat dalam tiga tahun terakhir hingga kini berada di peringkat 22 dunia. Peningkatan itu didorong oleh transformasi yang dilakukan oleh berbagai pemangku kepentingan terkait.

“Kita punya target yang bisa dikatakan ambisius, tetapi ada dasarnya. Saat ini kita berada di posisi 22 dunia. Dalam tiga tahun terakhir peringkat Soekarno-Hatta terus naik. Mudah-mudahan sampai tahun 2029 kita bisa masuk top ten dan mendapatkan rating lima bintang,” katanya dalam keterangan tertulis, Jumat (26/6/2026).

1. Peningkatan kualitas bandara untuk dorong ekonomi dan investasi

Fasilitas ramah anak di Bandara Soekarno Hatta (dok. Angkasa Pura 2)

Peningkatan kualitas bandara dinilai berdampak langsung pada perekonomian nasional lewat sektor investasi, bisnis, dan peningkatan kunjungan wisatawan, bukan sekadar untuk reputasi internasional. Guna merealisasikan target tersebut, pemerintah bersiap memperkuat tata kelola ekosistem kebandarudaraan secara menyeluruh, mencakup aspek pelayanan, konektivitas antarmoda, hingga infrastruktur penunjang menuju bandara.

“Ini bukan soal gengsi semata. Ada dampak ekonomi yang besar ketika sebuah bandara mampu menjadi hub internasional yang berkualitas dan berkelas dunia,” ujar AHY.

2. Tindak lanjut arahan Prabowo mengenai optimalisasi bandara

Aktivitas penumpang di Bandara Soekarno-Hatta. (dok. Angkasa Pura II)

Rapat koordinasi juga menjadi langkah tindak lanjut dari arahan Presiden Prabowo Subianto yang menginstruksikan penguatan peran bandar udara sebagai penggerak ekonomi, konektivitas nasional, dan pariwisata. Prabowo mengarahkan pembukaan serta optimalisasi bandara internasional di berbagai daerah demi mempercepat perputaran ekonomi.

Sebagai kementerian koordinator yang membidangi sektor ini, Kemenko IPK mendorong penyusunan landasan hukum guna memperkuat transformasi digital, integrasi layanan publik, serta kejelasan sinergi antarinstansi di bandara yang menjadi gerbang utama negara bagi investor dan wisatawan.

"Bandara bukan hanya tempat pesawat lepas landas dan mendarat. Bandara adalah gerbang Indonesia, wajah pertama yang dilihat wisatawan dan investor ketika datang ke negara kita. Karena itu, kita ingin menghadirkan layanan yang semakin baik, terintegrasi, modern, dan berkelas dunia," kata dia.

3. Penguatan tata kelola jadi strategi pertumbuhan ekonomi inklusif

Bandara Soekarno-Hatta. (dok. Angkasa Pura II)

Langkah penguatan tata kelola ditempatkan sebagai bagian dari strategi nasional untuk meningkatkan daya saing pariwisata, kelancaran logistik, konektivitas, serta mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

Rapat koordinasi tersebut dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi negara, di antaranya Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana, Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya, Wakil Menteri Perhubungan Suntana, Wakil Menteri ATR/BPN Ossy Dermawan, Wakil Menteri Keuangan Juda Agung, Wakil Kepala BP BUMN Aminuddin Ma’ruf, serta jajaran deputi, staf khusus, dan tenaga ahli Kemenko IPK.

"Kita ingin memastikan sektor kebandarudaraan menjadi pengungkit konektivitas nasional, memperkuat pertumbuhan ekonomi, pemerataan pembangunan, sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan publik bagi masyarakat," ujar AHY.

Editorial Team

Related Article