Berdasarkan data Bloomberg, rupiah ditutup menguat 21 poin atau 0,12 persen dari hari kemarin.
Rupiah Perkasa Jelang Akhir Pekan, Menguat ke Rp17.922 per Dolar AS

- Rupiah menguat ke Rp17.922 per dolar AS, naik 21 poin atau 0,12 persen menjelang akhir pekan menurut data Bloomberg.
- Penguatan rupiah didorong respons positif pasar terhadap langkah pemerintah memangkas anggaran program Makan Bergizi Gratis demi efisiensi dan disiplin fiskal.
- Bank Indonesia terus melakukan intervensi di pasar spot, DNDF, dan SBN untuk menahan volatilitas serta menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.
Jakarta, IDN Times - Nilai tukar rupiah di pasar spot ditutup berhasil balik arah menguat (rebound). Rupiah parkir pada level Rp17.922 per dolar AS di perdagangan jelang akhir pekan, Jumat (26/6/2026).
1. Mayoritas mata uang di Asia menguat
Mayoritas pergerakan mata uang di kawasan Asia menguat sore ini, ini daftarnya:
- Ringgit Malaysia menguat 0,66 persen
- Rupee India menguat 0,27 persen
- Pesso Filipina menguat 0,01 persen
- Won Korea menguat 0,30 persen
- Dolar Singapura menguat 0,14 persen
2. Pasar respons positif efisiensi anggaran MBG
Pengamat pasar komoditas, Ibrahim Assuaibi menjelaskan, penguatan rupiah ini ditopang oleh respons positif pelaku pasar terkait langkah pemerintah yang mengevaluasi dan mempertimbangkan efisiensi anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG). Langkah tersebut dinilai mencerminkan komitmen pemerintah menjaga disiplin fiskal di tengah meningkatnya ketidakpastian ekonomi global.
Pemerintah telah menyesuaikan pagu anggaran Badan Gizi Nasional (BGN) dalam APBN 2026. Anggaran MBG yang semula direncanakan sebesar Rp335 triliun dipangkas menjadi Rp268 triliun.
"Berdasarkan penyesuaian terbaru, alokasi tersebut dilaporkan kembali mengalami penajaman atau pemotongan menjadi sekitar Rp228,38 triliun," jelasnya.
Pemerintah mengkaji opsi pemotongan tambahan hingga Rp50 triliun untuk memperkuat kondisi keuangan negara Pemotongan ini dilakukan untuk merespons risiko ekonomi global, menjaga defisit fiskal, serta memperbaiki tata kelola program.
3. Analis sebut BI terus lakukan intervensi
Disisi lain, Bank Indonesia (BI) memperkuat intervensi pasar secara agresif melalui tiga lini utama pasar spot, Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF), dan pasar Surat Berharga Negara (SBN).
Hal ini guna meredam volatilitas dan mencegah depresiasi rupiah yang belakangan mendekati level Rp18.000 per Dolar AS
















