Rupiah Menguat Jelang Akhir Pekan, Tapi Masih di Rp17.200-an

- Rupiah menguat 57 poin atau 0,33 persen ke Rp17.229 per dolar AS pada penutupan perdagangan Senin, menunjukkan tren positif menjelang akhir pekan.
- Data JISDOR BI mencatat kurs rupiah di Rp17.278 per dolar AS, lebih rendah dibandingkan hari sebelumnya yang berada di level Rp17.308 per dolar AS.
- Meski menguat, pasar tetap waspada konflik Timur Tengah dan analis memprediksi rupiah berpotensi melemah kembali pada awal pekan depan di kisaran Rp17.220–Rp17.260.
Jakarta, IDN Times - Nilai tukar atau kurs rupiah menguat terhadap mata uang dolar Amerika Serikat (AS) pada penutupan perdagangan Senin, (20/4/2026).
Mengutip Bloomberg, kurs rupiah ditutup menguat 57 poin atau 0,33 persen ke Rp17.229 per dolar AS sore ini. Pagi tadi, rupiah dibuka menguat 5 poin atau 0,03 persen ke level Rp17.241 per dolar AS.
1. Nilai tukar rupiah berdasarkan kurs tengah BI
Berdasarkan Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia (BI), nilai tukar rupiah menyentuh Rp17.278 per dolar AS.
Angka tersebut lebih rendah dibandingkan kurs rupiah pada penutupan perdagangan kemarin, Kamis, (23/4/2026), yang berada di level RpRp17.308 per dolar AS. Data JISDOR BI menunjukkan rupiah mengalami penguatan sore ini dibandingkan kemarin.
2. Pasar masih waspadai eskalasi konflik di Timur Tengah
Menurut analis pasar keuangan, Ibrahim Assuaibi, pelaku pasar masih mewaspadai potensi terjadinya eskalasi pada konflik antara Iran dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel. Apalagi, Presiden AS, Donald Trump mengklaim telah melumpuhkan kekuatan militer Iran.
“Komentarnya meningkatkan kekhawatiran atas konflik AS-Iran yang berkepanjangan, yang dapat menyebabkan pasokan minyak melalui Timur Tengah terhenti,” kata Ibrahim.
Di sisi lain, untuk menghadang pelemahan rupiah lebih dalam, Bank Indonesia (BI) menyatakan akan memaksimalkan instrumen-instrumen yang dimiliki.
“Intervensi dilakukan secara simultan dipasar offshore NDF, pasar spot, serta pasar domestik DNDF. Tidak hanya itu, BI juga memperluas operasi moneter valas, termasuk melalui transaksi spot dan swap berbasis yuan offshore,“ ucap Ibrahim.
3. Rupiah diprediksi melemah besok
Atas faktor-faktor tersebut Ibrahim melihat potensi kurs rupiah kembali melemah pada perdagangan pekan depan, Senin (27/4/2026).
“Untuk perdagangan senin depan, mata uang rupiah fluktuatif, namun ditutup melemah di rentang Rp17.220-17.260. Rupiah untuk sepekan di range Rp17.180-17.400,” kata Ibrahim.


















