Jakarta, IDN Times - Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Ditjen Migas) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah menyiapkan sejumlah langkah untuk memitigasi gangguan pasokan energi nasional di subsektor migas.
Gangguan tersebut dipicu eskalasi konflik di Timur Tengah yang berujung pada blokade Selat Hormuz. Ketegangan yang melibatkan Iran dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel itu menyebabkan gangguan arus keluar-masuk kapal tanker pengangkut bahan bakar.
Sekretaris Ditjen Migas Kementerian ESDM Muhammad Rizwi Jilanisaf Hisjam memaparkan upaya mitigasi mencakup pengaturan konsumsi hingga pengalihan jalur impor guna memastikan stok bahan bakar tetap aman.
"Dengan seluruh langkah strategis mitigasi yang telah kami lakukan, dapat kami tegaskan bahwa pasokan BPM dan LPG nasional saat ini dalam kondisi aman," kata dia dalam rapat dengan Komisi XII DPR RI, Jakarta, dikutip Kamis (9/4/2026).
