Menkeu soal Anggaran Rp100 M Sapi Kurban Prabowo: Saya Gak Tahu

- Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa mengaku belum mengetahui detail anggaran bantuan sapi kurban Presiden Prabowo senilai sekitar Rp100 miliar dan meminta konfirmasi ke Kementerian Sekretariat Negara.
- Wamen Setneg Juri Ardiantoro menjelaskan bahwa dana untuk 1.098 ekor sapi kurban berasal dari APBN melalui pos bantuan kemasyarakatan presiden dengan total sekitar Rp100 miliar.
- Kemenkeu mencatat defisit APBN hingga April 2026 sebesar Rp164,4 triliun atau 0,64 persen dari PDB, dengan pendapatan negara mencapai Rp918,4 triliun dan belanja menembus Rp1.000 triliun.
Jakarta, IDN Times - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa merespons soal anggaran bantuan sapi kurban yang disalurkan Presiden Prabowo Subianto senilai sekitar Rp100 miliar. Pada Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, Prabowo menyalurkan 1.098 ekor sapi kurban ke berbagai daerah.
Purbaya mengaku belum mengetahui detail anggaran bantuan tersebut.
“Saya enggak tahu masalah itu. Saya cek dulu, saya belum tahu,” ujar Purbaya saat ditemui di Kantor Direktorat Jenderal Pajak (DJP), Rabu (27/5/2026).
1. Informasi tersebut harus dicek melalui Kemensesneg

Ia meminta agar pertanyaan mengenai anggaran tersebut dikonfirmasi langsung kepada Kementerian Sekretariat Negara. Namun, menurutnya, anggaran kemungkinan berasal dari kementerian tersebut.
“Tanya ke Mensesneg. Saya rasa anggarannya dari mereka sendiri,” kata Purbaya.
2. Presiden Prabowo Subianto menyalurkan 1.098 ekor sapi yang pakai APBN

Presiden Prabowo Subianto menyalurkan 1.098 ekor sapi kurban pada Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah. Wakil Menteri Sekretaris Negara, Juri Ardiantoro, mengatakan anggaran bantuan sapi kurban tersebut berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) melalui pos bantuan kemasyarakatan presiden dengan nilai sekitar Rp100 miliar.
“Jadi sumber anggarannya dari APBN melalui anggaran bantuan Presiden, bantuan kemasyarakatan Presiden. Kami menyesuaikan harga sapi di setiap daerah. Kurang lebih anggaran yang dikeluarkan sekitar Rp100 miliar,” ujar Juri di Kompleks Istana Negara, Jakarta, Selasa (26/5/2026).
3. Defisit APBN per April Rp164,4 triliun

Kemenkeu mencatat hingga April 2026, pendapatan negara berhasil menembus angka Rp918,4 triliun, atau tumbuh sebesar 13 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Dari sisi pengeluaran, pemerintah berkomitmen untuk tidak mengerem stimulus perekonomian. Realisasi belanja negara hingga April 2026 telah menembus Rp1.000 triliun, atau tumbuh signifikan sebesar 34,3 persen secara year-on-year. Pertumbuhan ini didorong oleh Belanja Kementerian/Lembaga (K/L) yang melonjak hingga 57,9 persen.
Dengan demikian, defisit APBN turun menjadi Rp164,4 triliun atau hanya 0,64 persen dari PDB. Angka ini membaik dibandingkan defisit per Maret 2026 yang sempat menyentuh 0,93 persen dari PDB.



















