- Hotel atau penginapan
- Bioskop
- Jasa open trip
- Taman bermain
- Kafe
Hospitality Industry: Pengertian, Jenis, Contoh hingga Dampaknya

Hospitality industry adalah salah satu sektor bisnis yang menarik bagi banyak pengusaha karena menguntungkan. Sektor bisnis ini berkaitan dengan pelayanan terhadap tamu atau konsumen secara maksimal.
Pada awal pandemi COVID-19, hospitality industry adalah salah satu sektor yang paling terdampak karena jumlah konsumen yang menggunakan produk atau jasa mereka sangat jauh berkurang.
Syukurnya, pandemi kini sudah mereda, sehingga konsumen sudah kembali dan industri ini kembali menggeliat. Alhasil, banyak pengusaha yang tertarik terjun ke bisnis pada sektor ini. Namun, sebelum itu, kamu perlu pahami dulu penjelasan tentang hospitality industryĀ di bawah ini, ya!
1. Pengertian hospitality industry
Ilustrasi hotel. (Instagram/@grandcandismg) Hospitality industryĀ adalah sektor pada bisnis yang berkaitan erat dengan pelayanan dan penyambutan tamu atau konsumen secara ramah. Jika hanya sekadar ramah, apa bedanya dengan industri lainnya?
Pelaku hospitality industryĀ adalah mereka yang memang pekerjaannya dituntut untuk selalu ramah kepada seluruh konsumen yang menggunakan produk atau jasa mereka, tanpa memandang kelas sosial.
Beberapa hospitality industryĀ adalah sektor yang berkaitan dengan pelayanan jasa untuk kebutuhan tertentu. Simak jenis dan contoh selengkapnya di bawah ini, ya.
2. Jenis-jenis hospitality industry

Disney World Orlando di Amerika (unsplash.com/Jocelyn Hsu) Beberapa jenisĀ hospitality industryĀ adalah sebagai berikut.
1. Jasa akomodasi
Jasa akomodasi adalah bisnis yang berkaitan dengan pemberian akomodasi, seperti tempat menginap. Jenis-jenisnya pun ada banyak, mulai dari hotel, motel,Ā homestay, hinggaĀ campingĀ di alam beserta perlengkapannya.
2. Rekreasi
Bisnis rekreasi berkaitan dengan pemberian hiburan dan kenyamanan bagi konsumen. Bisnis rekreasi juga cukup luas, yaitu mulai dari tempat wisata, taman bermain, hingga museum.
3. Jasa tur dan travel
Jasa tur dan travel juga berfokus pada pemberian jasa travel hingga penyewaan kendaraan.
4.Ā Food and beverages
JenisĀ hospitality industryĀ yang terakhir adalah sektorĀ food and beverages. Bisnis pada sektor ini yang paling umum ditemukan, mulai dari restoran, kafe, hingga rumah makan.
3. Contoh hospitality industry

Ilustrasi Bioskop CGV (dok. CGV) Setelah mengetahui empat jenisnya, mungkin kamu sudah terbayang tentang apa saja contoh bisnis pada industri hospitality. Berikut beberapa di antaranya:
4. Karakteristik hospitality industry

ilustrasi wisatawan memesan kamar untuk menginap (pexels.com/ketut-subiyanto) IndustriĀ hospitalityĀ juga memiliki beberapa karakter yang membedakannya dengan industri lainnya. Beberapa karakteristikĀ hospitality industryĀ adalah sebagai berikut.
1. Kepuasan konsumen menjadi nomor satu
Pada industriĀ hospitality, kepuasan konsumen atau pelanggan menjadi salah satu aspek yang paling ditekankan dibanding pada industri lainnya.
2. Tujuannya untuk menghibur tamu
Masih berkaitan dengan karakter sebelumnya,Ā hospitality industryĀ adalah sektor bisnis yang bertujuan untuk menghibur tamu atau pelanggan. Oleh sebab itu, keramahan menjadi aspek yang sangat diperhatikan, seperti senyum, sapa, dan salam.
3. Bergantung pada musim
Bisnis hospitalityĀ adalah bisnis yang umumnya bersifat musiman. Artinya, bisnis-bisnis ini akan sangat ramai didatangi pelanggan hanya pada waktu-waktu tertentu.
Misalnya hotel atau tempat wisata akan lebih ramai dikunjungi orang-orang pada akhir pekan, musim liburan sekolah, tanggal merah, hingga akhir tahun dibanding hari-hari biasa.
5. Dampaknya terhadap perokonomian

ilustrasi konser (pexels.com/Thibault Trillet) DampakĀ hospitality industryĀ terhadap perekonomian bisa dibilang memiliki tingkat penularan atauĀ multiplier effectĀ yang tinggi.
Maksudnya, sebuah bisnisĀ hospitalityĀ yang didatangi banyak pengunjung tidak hanya akan berpengaruh positif pada bisnis tersebut, melainkan juga pada bisnis atau usaha di sekitarnya.
Contohnya saat orang-orang pergi menonton sebuah konser. Orang-orang tidak hanya akan membeli tiket dan menonton konsernya saja. Biasanya mereka juga membeli jajanan atau makanan di sekitar area konser atau bagi yang datang dari luar kota akan menyewa penginapan dan membeli tiket transportasi.
Dengan begitu, pihak yang diuntungkan tidak hanya penyelenggara konsernya saja. Melainkan pelaku-pelaku bisnis lainnya yang berkaitan dan berada di sekitarnya.
6. Bisnis yang prospektif

Ilustrasi keuntungan jadi afiliator (pexels.com/Karolina Grabowska) Lantas, pertanyaannya apakah industri hospitalityĀ adalah bisnis yang menjanjikan? Kalau melihat kecenderungan banyak orang Indonesia setelah pandemi COVID-19 yang kembali mencari tempat rekreasi dan hiburan, maka bisnis ini sangat potensial.
Kecenderungan masyarakat yang setelah lebih dari dua tahun dibatasi untuk melakukan berbagai aktivitas yang menciptakan kerumunan membuat mereka ingin melampiaskannya saat ini, yaitu ketika pandemi sudah terkendali.
Namun, hospitality industry adalah sektor bisnis yang membutuhkan modal sangat besar. Apalagi karakter bisnis hospitalityĀ yang musiman dan persaingan dengan bisnis-bisnis lainnya. Oleh sebab itu, bisnis di sektor ini tergolong menguntungkan, tapi berisiko tinggi.





















