Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

AS Tahan Pendapatan Minyak Irak demi Tekan Milisi Sokongan Iran

AS Tahan Pendapatan Minyak Irak demi Tekan Milisi Sokongan Iran
ilustrasi bendera Irak. (unsplash.com/engin akyurt)
Intinya Sih
  • AS menahan pengiriman uang tunai senilai 500 juta dolar AS dari pendapatan minyak Irak untuk menekan Baghdad agar menindak kelompok milisi yang didukung Iran.
  • Washington juga menghentikan kerja sama keamanan dan bantuan militer bagi Irak setelah serangkaian serangan terhadap fasilitas diplomatik serta pangkalan AS oleh kelompok pro-Iran.
  • Pemerintah Irak kini terjepit di antara tekanan AS dan pengaruh kuat Iran, sementara penahanan dana serta penghentian kerja sama diperkirakan berlanjut tanpa batas waktu jelas.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Departemen Keuangan Amerika Serikat (AS) memblokir pengiriman uang kertas senilai 500 juta dolar AS (sekitar Rp8,5 triliun) yang merupakan pendapatan minyak Irak. Menurut laporan Wall Street Journal pada Rabu (22/4/2026), penahanan dilakukan untuk menekan Baghdad agar segera menindak tegas kelompok milisi sokongan Iran.

Ini menjadi penundaan pengiriman kedua ke bank sentral Irak sejak perang AS-Israel terhadap Iran dimulai akhir Februari. AS juga terus mendesak Irak untuk menjaga jarak dari Iran.

1. AS kendalikan pendapatan minyak Irak sejak invasi 2003

potret Saddam Hussein di lembaran uang dinar Irak
potret Saddam Hussein di lembaran uang dinar Irak (unsplash.com/Rob)

Sejak invasi pada 2003, Washington mengambil kendali atas manajemen pendapatan minyak Irak. Seluruh hasil penjualan minyak tersebut disimpan di Federal Reserve Bank of New York.

AS biasanya mengirim kembali pendapatan minyak Irak setiap tahun. Pemerintah Baghdad sangat bergantung pada dana tersebut untuk membayar gaji pegawai negara dan membiayai impor pangan.

Awalnya, mekanisme ini diperkenalkan sebagai cara cepat untuk menstabilkan perekonomian Irak pascaperang. Namun, sejumlah pengamat menilai kebijakan itu justru memberi AS pengaruh besar atas sistem keuangan Irak.

Pihak Bank Sentral Irak membenarkan adanya penghentian pengiriman uang tunai dari AS. Namun, mereka memastikan transaksi dolar AS untuk kebutuhan impor barang masih beroperasi normal.

2. AS juga tangguhkan kerja sama militer dengan Irak

ilustrasi operasi militer
ilustrasi operasi militer (unsplash.com/Daniel)

Pemerintah AS di bawah Presiden Donald Trump juga memutuskan untuk menangguhkan program kerja sama keamanan dengan militer Irak. AS telah menghentikan bantuan pendanaan untuk program antiterorisme dan pelatihan militer.

Keputusan ini diambil menyusul rentetan serangan terhadap berbagai fasilitas diplomatik dan pangkalan militer AS di Irak. Kelompok bersenjata yang berafiliasi dengan Iran secara terbuka mengklaim bertanggung jawab atas aksi penyerangan itu.

"Amerika Serikat tidak akan menoleransi serangan terhadap kepentingan kami. Kami mengharapkan pemerintah Irak segera membubarkan kelompok milisi sokongan Iran," ujar Wakil Juru Bicara Departemen Luar Negeri AS Tommy Pigott, dilansir The New York Times.

3. Irak terjepit di antara AS dan Iran

Kota Baghdad Irak
Kota Baghdad Irak (unsplash.com/Tatiana Mokhova)

Irak saat ini terjebak dalam posisi yang sulit di tengah perang AS-Israel melawan Iran. Akhir-akhir ini, pemerintah AS semakin gencar menekan Irak untuk mengurangi pengaruh Iran.

Pasalnya, fraksi politik Syiah yang memiliki kedekatan dengan Iran saat ini memegang kendali besar di pemerintahan Irak. Di sisi lain, kekuatan angkatan bersenjata Irak masih sangat membutuhkan dukungan logistik udara dari AS.

Penahanan dana dan penghentian kerja sama keamanan diprediksi akan terus berlanjut tanpa batas waktu pasti. Sebelumnya, AS mensyaratkan pembentukan pemerintahan baru yang bebas dari pengaruh Teheran.

“Pihak Amerika menyampaikan keputusan tersebut kepada para politisi senior bahwa mata uang asing, yang biasanya diterbangkan ke Irak, akan dihentikan hingga pemerintahan berikutnya terbentuk dan anggota milisi yang menyerang kedutaan besar AS dan pasukan di Irak ditangkap,” kata seorang diplomat Irak, dilansir The National.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Anata Siregar
EditorAnata Siregar
Follow Us

Related Articles

See More