Keberangkatan Haji Dimulai, Garuda Catat OTP 100 Persen di Kloter Perdana

- Garuda Indonesia resmi memulai penerbangan haji 2026 dengan catatan OTP 100 persen pada kloter perdana yang memberangkatkan 2.255 jemaah dari enam embarkasi utama.
- Tahun ini, Garuda melayani 102.502 jemaah dalam 278 kloter dari 10 embarkasi, termasuk debut keberangkatan dari Bandara Internasional Yogyakarta sebagai embarkasi baru.
- Garuda menyiapkan fasilitas khusus bagi sekitar 18 ribu jemaah lansia dan disabilitas, serta mengerahkan lebih dari seribu awak pesawat dan petugas darat untuk memastikan kenyamanan perjalanan.
Jakarta, IDN Times – Maskapai nasional Garuda Indonesia resmi memulai operasional penerbangan fase keberangkatan ibadah Haji 2026/1447 H.
Pada hari pertama, Garuda langsung mencatatkan kinerja impresif dengan tingkat ketepatan waktu (on-time performance/OTP) mencapai 100 persen untuk kloter pertama di lima embarkasi utama.
Sebanyak 2.255 jemaah haji diberangkatkan dalam kloter pertama dari enam embarkasi, yakni Yogyakarta, Jakarta, Medan, Lombok, Ujung Pandang, dan Solo.
1. Kloter pertama terbang tepat waktu dari berbagai embarkasi

Penerbangan perdana diawali dari Embarkasi Yogyakarta yang memberangkatkan 360 jemaah pada Selasa (21/4/2026). Secara keseluruhan, Garuda Indonesia mencatat OTP 100 persen di lima embarkasi utama, yakni Yogyakarta, Jakarta, Medan, Lombok, dan Ujung Pandang.
Pada penerbangan ini, Garuda Indonesia mengoperasikan Airbus A330-300 dengan nomor penerbangan GA 6501.
Pesawat lepas landas dari Bandara Internasional Yogyakarta pukul 23.40 WIB dan dijadwalkan tiba di Bandara Internasional Prince Mohammad bin Abdulaziz, Madinah pada pukul 06.15 waktu setempat keesokan harinya.
2. Layani lebih dari 100 ribu jemaah dari 10 embarkasi

Direktur Utama Garuda Indonesia, Glenny Kairupan pun menyampaikan rasa syukurnya atas kelancaran penerbangan perdana tersebut.
“Menjadi bagian penting bagi perjalanan ibadah yang paling dinanti bagi seluruh umat Islam Indonesia tentunya tidak hanya menjadi momen penting bagi kami, namun juga amanah bagi kami untuk mengantarkan para calon jemaah ke Tanah Suci. Oleh karena itu penting bagi kami untuk memastikan seluruh operasional penerbangan Haji ini berjalan dengan lancar, aman dan nyaman bagi seluruh jemaah hingga tiba kembali di Tanah Air,” tutur Glenny dalam keterangan resminya, Kamis (23/4/2026).
Tahun ini, Garuda Indonesia akan melayani sedikitnya 102.502 jemaah haji yang terbagi dalam 278 kloter dari 10 embarkasi, termasuk Jakarta, Banda Aceh, Medan, Padang, Solo, Yogyakarta, Balikpapan, Banjarmasin, Makassar, dan Lombok.
Adapun tahun 2026 menjadi momentum perdana bagi Garuda Indonesia dalam melayani keberangkatan dari embarkasi Yogyakarta melalui Bandara Internasional Yogyakarta.
3. Fasilitas khusus disiapkan untuk jemaah lansia dan disabilitas

Operasional haji tahun ini juga memberi perhatian khusus pada jemaah lanjut usia dan berkebutuhan khusus. Menurut perkiraan, ada sekitar 18 ribu jemaah atau 18 persen dari total penumpang merupakan lansia berusia di atas 65 tahun.
Untuk itu, Garuda Indonesia menyiapkan berbagai fasilitas seperti wheelchair di setiap embarkasi, ambulift di Jakarta dan Solo, bus dengan toilet, hingga buggy car di Bandara Internasional King Abdulaziz.
Selain itu, layanan di dalam pesawat juga dioptimalkan, mulai dari dua kali makan utama, satu snack, inflight entertainment, hingga fasilitas portable bidet.
Garuda Indonesia juga memastikan kesiapan operasional dengan menyiapkan lebih dari 1.085 awak pesawat dan 139 petugas darat haji.
“Menjalankan amanah nasional dalam operasional penerbangan haji merupakan kolaborasi lintas sektor. Oleh karenanya, Garuda Indonesia terus berkoordinasi secara intensif bersama seluruh pemangku kepentingan di Indonesia dan di Arab Saudi demi memastikan kelancaran aspek operasional, layanan, tata kelola safety, hingga kenyamanan para jemaah dapat terjaga secara optimal,” tutur Glenny.
Sebagai informasi, fase keberangkatan haji berlangsung mulai 21 April hingga 21 Mei 2026. Sementara itu fase pemulangan dijadwalkan pada 1 hingga 30 Juni 2026.

















