Ilustrasi uang. (IDN Times/Mela Hapsari)
Pengamat pasar uang Ibrahim Assuaibi menyatakan Menteri Keuangan AS Scott Bessent memperluas sanksi ekonomi guna memutus jalur keuangan Iran. Negara-negara lain pun diminta menghentikan bisnis dengan Iran atau berisiko terdepak dari sistem keuangan berbasis dolar AS.
"Namun, ia menolak menyebutkan negara mana saja yang akan menjadi sasaran, dengan alasan bahwa ia ingin memberikan waktu bagi negara-negara tersebut untuk mematuhi arahan baru itu," katanya.
Meski Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth tidak menutup opsi militer, AS kini lebih fokus pada tekanan ekonomi. Langkah ini sempat meredakan kekhawatiran pasokan minyak global.
Namun, ancaman Iran terhadap jalur pelayaran tetap mempertahankan premi risiko, yakni biaya kompensasi atas risiko tinggi pada harga minyak, terbukti dari insiden serangan kapal tanker di lepas pantai Oman pada Selasa.