Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Prabowo Luncurkan Program PLTS 100 GW Hari Ini

Prabowo Luncurkan Program PLTS 100 GW Hari Ini
Presiden Prabowo Subianto memimpin Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin (20/10/2025). (IDN Times/Ilman Nafi'an)
  • Prabowo Subianto akan meluncurkan dan melakukan groundbreaking Program PLTS 100 GWp di Gilimanuk, Jembrana, Bali.
  • Pembangunan PLTS 100 GWp ditargetkan selesai pada 2029 dan dilakukan dalam tiga tahap.
  • Pemerintah juga melanjutkan pembangunan PLTS Terpadu di 39 lokasi wilayah 3T pada 2026.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Presiden Prabowo Subianto akan meluncurkan dan melakukan peletakan batu pertama (groundbreaking) Program Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) 100 Gigawatt peak (GWp) di Monumen Operasi Lintas Laut Jawa Bali, Gilimanuk, Kabupaten Jembrana, Bali, Selasa (25/8/2026).

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengatakan, program tersebut merupakan bagian dari Program Kerja Prioritas Nasional Klaster Kemandirian Energi dan Air. Program PLTS 100 GW ditujukan untuk memperkuat kemandirian dan ketahanan energi nasional sekaligus mengurangi ketergantungan pada energi fosil.

"Presiden Prabowo Subianto akan melakukan launching dan groundbreaking Program Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) 100 GWp," kata Prasetyo dalam keterangannya, Selasa (25/8/2026).

  1. 1. Pembangunan PLTS 100 GWp ditargetkan rampung pada 2029

    Ilustrasi PLTS (Foto: Dok IDN Times)
    Ilustrasi PLTS (Foto: Dok IDN Times)

    Prasetyo mengatakan, Prabowo telah menginstruksikan percepatan pembangunan PLTS 100 GWp agar selesai pada 2029. Program tersebut diperkirakan dapat menghasilkan efisiensi biaya listrik hingga Rp73,9 triliun per tahun.

    Pada 2026, pemerintah menargetkan pembangunan 30 GWp PLTS sekaligus menghentikan operasional pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) dengan kapasitas total 13 GW. Indonesia memiliki potensi energi surya sekitar 3.294 GWp. Namun, kapasitas PLTS yang telah terpasang hingga April 2026 baru sekitar 1,5 GWp.

    "Program ini akan dibangun bertahap: Tahap I 17 GWp, Tahap II 18 GWp, dan Tahap III 30 GWp," ujar Prasetyo.

  2. 2. Pemerintah bangun PLTS di wilayah 3T

    Ilustrasi. PLN Indonesia Power (PLN IP) menambah Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dan Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) di Nusa Penida. (Dok/Humas PLN IP)
    Ilustrasi. PLN Indonesia Power (PLN IP) menambah Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dan Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) di Nusa Penida. (Dok/Humas PLN IP)

    Prasetyo menyampaikan pemerintah telah membangun 15 pembangkit energi baru terbarukan (EBT) sepanjang 2025. Rinciannya terdiri dari 12 PLTS dan tiga pembangkit listrik tenaga mikrohidro (PLTMH) dengan nilai pembangunan Rp103,3 miliar.

    Pembangkit tersebut melayani 1.831 kepala keluarga dan 131 fasilitas umum. Pembangunan berlanjut pada 2026 melalui PLTS Terpadu di 39 lokasi wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Proyek itu ditujukan untuk melayani 4.259 rumah tangga dengan anggaran Rp450,2 miliar. Selain itu, pemerintah membangun tiga PLTMH yang melayani 464 rumah tangga dengan anggaran Rp50,4 miliar.

    "Program Listrik Desa telah menjangkau 1.403 lokasi di 36 provinsi, dengan 220.845 rumah tangga tidak mampu menerima manfaat BPBL (Bantuan Pasang Baru Listrik)," tuturnya.

  3. 3. PLTS 100 GWp diharapkan ciptakan lapangan kerja

    Ilustrasi: PLTS Terapung yang terletak di Waduk Tembesi, Batam. (Dok.PLN)
    Ilustrasi: PLTS Terapung yang terletak di Waduk Tembesi, Batam. (Dok.PLN)

    Program PLTS 100 GWp juga diarahkan untuk mendorong kegiatan ekonomi melalui investasi pembangkit, baterai, dan jaringan listrik. Pemerintah juga mendorong penguatan industri solar PV dalam negeri dan penciptaan green jobs.

    Sementara itu, Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025-2034 diproyeksikan menciptakan sekitar 1,7 juta lapangan pekerjaan. Lebih dari 760 ribu di antaranya berpotensi masuk kategori green jobs.

    "Pemerintah memastikan pembangunan PLTS 100 GWp akan terus dikawal secara bertahap dan terukur, sejalan dengan komitmen mewujudkan Indonesia yang lebih mandiri, tangguh, dan kompetitif di bidang energi," kata dia.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More