Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ASDP Catat Lebih dari 2,5 Juta Orang Mudik Naik Kapal Feri Tahun Ini
Antrean jelang masuk kapal feri ASDP (dok. ASDP)
  • ASDP mencatat 2,59 juta penumpang dan 667 ribu kendaraan menyeberang selama arus mudik Lebaran 2026, meningkat lebih dari 5 persen dibanding tahun sebelumnya.
  • Lintasan Jawa–Sumatra–Bali jadi jalur tersibuk; ASDP menerapkan pola operasi dinamis, pengalihan kendaraan, serta penguatan kendali operasional real time untuk menjaga kelancaran dan keselamatan.
  • Program stimulus tarif feri diserap Rp14,5 miliar atau 40,84 persen target di tujuh lintasan utama, sementara tiket arus balik masih tersedia hingga 98,66 persen kapasitas.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) mencatatkan total penumpang mencapai 2.596.597 orang secara kumulatif sejak H-10 hingga hari Lebaran.

Angka tersebut naik 5,4 persen dibandingkan tahun lalu sebanyak 2.463.910 orang. Adapun total kendaraan tercatat 667.526 unit atau meningkat 7,2 persen dibandingkan 622.604 unit pada periode sama tahun sebelumnya.

Sementara pada periode harian (H) 21 Maret 2026, total penumpang tercatat 156.838 orang atau naik 1,7 persen dari 154.237 orang tahun lalu. Sementara kendaraan mencapai 40.066 unit atau meningkat 0,6 persen dibandingkan 39.811 unit.

Direktur Utama ASDP Heru Widodo menyampaikan, layanan penyeberangan selama arus mudik berjalan lancar dan tetap terkendali, meskipun terjadi peningkatan signifikan mobilitas masyarakat.

“Di tengah tingginya volume pergerakan pemudik, kami memastikan layanan tetap prima melalui peningkatan kapasitas operasional, penguatan layanan, serta koordinasi intensif lintas stakeholder, dengan tetap mengedepankan keselamatan dan kenyamanan pengguna jasa,” tutur Heru, Senin (23/3/2026).

1. Lintasan tersibuk selama arus mudik 2026

PT ASDP catat sejak H-10 hingga H-3 pukul 14.00 WIB, jumlah penumpang tercatat 431.628 orang atau naik 3,4 persen. (Dok/Istimewa).

Lintasan Jawa–Sumatra–Bali tetap menjadi koridor tersibuk dan vital nasional. Untuk menjaga kelancaran, ASDP menerapkan penyesuaian pola operasi kapal, kesiapan personel, hingga rekayasa lalu lintas berupa pengalihan kendaraan dan delaying system di sejumlah buffer zone.

Di sisi lain, dalam rangka distribusi arus balik, ASDP juga mengoptimalkan pengalihan layanan melalui Pelabuhan BBJ Bojonegara untuk kendaraan golongan VIB, VII, VIII, dan IX mulai 23–29 Maret 2026. Sementara kendaraan lain, termasuk sepeda motor, tetap dilayani melalui Pelabuhan Merak.

"Pola Tiba–Bongkar–Berangkat (TBB) diterapkan secara dinamis untuk mempercepat bongkar muat dan menjaga rotasi kapal. Selain itu, optimalisasi Port Operational Control Center di lintasan Merak–Bakauheni dan Ketapang–Gilimanuk memperkuat kendali operasional berbasis real time," tutur Heru.

2. Kesiapan arus balik ASDP

Antrean jelang masuk kapal feri ASDP (dok. ASDP)

Sementara itu, Corporate Secretary ASDP, Windy Andale, menyampaikan kesiapan arus balik terus diperkuat. Hingga H+10 Lebaran, ketersediaan tiket di lintasan Jawa–Sumatra dan Jawa–Bali masih mencapai 98,66 persen.

“Masyarakat diimbau merencanakan perjalanan lebih awal dan membeli tiket melalui Ferizy sejak H-60, serta memastikan data penumpang sesuai dan datang ke pelabuhan tepat waktu,” ujar Windy.

ASDP juga mengimbau masyarakat memanfaatkan program stimulus diskon tarif yang masih tersedia luas. Sejak 12 Maret 2026, program ini telah dimanfaatkan lebih dari 1,06 juta pengguna jasa, dengan potongan hingga 100 persen tarif jasa pelabuhan atau sekitar 21,9 persen dari total tarif.

3. Realisasi penyerapan stimulus

Antrean jelang masuk kapal feri ASDP (dok. ASDP)

Hingga 21 Maret 2026 pukul 23.59 WIB, realisasi penyerapan stimulus mencapai Rp14,5 miliar atau 40,84 persen dari target, dengan jumlah pengguna jasa mencapai 62,36 persen. Perbedaan persentase dipengaruhi variasi jenis kendaraan dan lintasan.

Program ini berlaku di 7 lintasan dan 14 pelabuhan, yakni Merak–Bakauheni, Ketapang–Gilimanuk, Lembar–Padangbai, Kupang–Rote, Kupang–Kalabahi, Kupang–Hansisi, serta Galala–Namlea.

Selain itu, kebijakan single tarif di Pelabuhan Bakauheni diberlakukan mulai 23 hingga 31 Maret 2026 guna menjaga kelancaran arus balik.

"Dengan tingginya antusiasme masyarakat, ASDP menegaskan komitmennya menjaga layanan penyeberangan tetap lancar, aman, dan nyaman, khususnya pada periode arus balik Lebaran," kata Windy.

Editorial Team