Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Tertekan Harga Minyak, Rupiah Melemah Lawan Dolar AS Pagi Ini

Tertekan Harga Minyak, Rupiah Melemah Lawan Dolar AS Pagi Ini
ilustrasi rupiah melemah (IDN TImes/Aditya Pratama)
  • Rupiah melemah 47 poin atau 0,26 persen ke Rp17.802 per dolar AS pada perdagangan Selasa pagi.
  • Lukman Leong mengaitkan pelemahan rupiah dengan ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah yang menaikkan harga minyak mentah dunia.
  • Investor menunggu data penjualan ritel yang diperkirakan tumbuh 1,8 persen, sementara rupiah diproyeksikan bergerak pada kisaran Rp17.750-Rp17.850 per dolar AS.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Nilai tukar atau kurs rupiah tercatat mengalami pelemahan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dalam mengawali perdagangan Selasa (11/8/2026) pagi.

Berdasarkan data Bloomberg hingga pukul 09.07 WIB, mata uang Garuda terpantau melemah sebesar 47 poin atau 0,26 persen ke level Rp17.802 per dolar AS dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya di level Rp17.755 per dolar AS.

  1. 1. Dipicu ketidakpastian Timur Tengah yang kembali melambungkan harga minyak

    Pengamat pasar uang Lukman Leong menyatakan rupiah melemah terhadap dolar AS dipicu oleh timbulnya ketidakpastian geopolitik di kawasan Timur Tengah yang kembali mengerek kenaikan harga minyak mentah dunia.

    "Rupiah diperkirakan akan melemah terhadap dolar di tengah ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah yang kembali menaikkan harga minyak mentah dunia," kata dia.

  2. 2. Investor menantikan rilis data penjualan ritel Indonesia

    Di sisi internal, Lukman mengungkapkan para pelaku pasar atau investor dari dalam negeri saat ini tengah menantikan perilisan data penjualan ritel, yaitu indikator yang mengukur tingkat konsumsi dan belanja masyarakat secara eceran.

    "Dari domestik, investor menantikan data penjualan ritel yang diperkirakan akan tumbuh 1,8 persen," ujarnya.

  3. 3. Proyeksi pergerakan kurs rupiah hari ini

    Terkait dengan perkiraan nilai tukar sepanjang perdagangan hari ini, Lukman memproyeksikan mata uang rupiah akan berada pada rentang harian di kisaran Rp17.750 hingga Rp17.850 per dolar AS.

    Nilai tukar rupiah sebelumnya ditutup menguat tajam sebesar 142 poin atau 0,79 persen ke level Rp17.755 per dolar AS pada penutupan perdagangan Senin (10/8/2026) berdasarkan data Bloomberg.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More