Pelonggaran Lockdown di Sejumlah Negara Jadi Angin Segar untuk Pasar

Jakarta, IDN Times - Direktur Anugrah Mega Investama Hans Kwee memprediksi, pelonggaran lockdown di sejumlah negara Eropa dan Amerika Serikat diproyeksi dapat menjadi sentimen positif yang mengerek laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pekan depan.
Selain itu, meredanya perang dagang juga diperkirakan akan menjadi katalis positif di bursa saham.
"Pelonggaran lockdown membuat investor berspekulasi bahwa ekonomi akan kembali normal dalam waktu dekat. Harga saham telah naik secara agresif dari posisi terendah di bulan Maret," katanya, Minggu (10/5).
1. Harapan meredanya ketegangan perang dagang Tiongkok dan AS diharapkan dapat menjadi sentimen positif

Dia mengatakan, IHSG akan konsolidasi menguat dengan support di level 4.523 sampai 4.463. Sementara, resistance diperkirakan akan berada di level 4.726 hingga 4.747.
“Optimisme pelonggaran lockdown di Kawasan Eropa dan AS serta harapan meredanya ketegangan perang dagang China dan AS menjadi sentimen positif pasar pekan depan,” ucapnya.
2. Pekan lalu pasar dikejutkan dengan potensi perang dagang jilid 2

Hans mengatakan pekan lalu pasar sempat dikejutkan dengan potensi perang dagang jilid 2 antara AS dan Cina. Namun, tensi mereda setelah dilakukan pembicaraan via telepon pejabat kedua negara dan menjadi sentimen positif untuk pekan depan.
Sebagaimana diketahui, pada akhir perdagangan pekan lalu IHSG berada di zona merah dengan koreksi 0,25 persen ke level 4.597. Investor asing melakukan aksi jual dengan catatan net sell Rp812,53 miliar.
3. Eropa dan Amerika Serikat akan kembali membuka bisnis

Perlu diketahui, pemerintah California berencana mengizinkan toko pakaian, toko buku dan toko bunga untuk dibuka kembali.
Pemerintah New York juga berencana untuk mengurangi pembatasan pada produsen, konstruksi, dan pengecer pada pekan depan.
Negara bagian lainnya termasuk Georgia bahkan telah melonggarkan pembukaan beberapa bisnis non-essential untuk beroperasi.
Presiden Donald Trump mengakui akan ada lebih banyak kematian akibat virus COVID-19. Trump berpendapat bila tidak membuka kembali bisnis, akan membuat orang kehilangan nyawa dengan cara lain seperti overdosis dan bunuh diri.


















