Harga Pertamax cs Bakal Disesuaikan Setelah Perhitungan Selesai

- Pemerintah tengah menghitung ulang harga BBM nonsubsidi seperti Pertamax dan solar bersama Pertamina serta SPBU swasta sebelum menetapkan penyesuaian harga resmi.
- Harga minyak dunia mulai melandai akibat potensi jeda konflik di Timur Tengah, dengan WTI turun ke 96,7 dolar AS dan Brent ke 95,23 dolar AS per barel.
- Presiden Prabowo menegaskan subsidi BBM tetap untuk rakyat kecil, sementara kalangan mampu diwajibkan membeli BBM nonsubsidi sesuai harga pasar.
Jakarta, IDN Times - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia membeberkan mengenai rencana penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi.
Perubahan harga tersebut mencakup Pertamax (RON 92), Pertamax Green 95 (RON 95), dan Pertamax Turbo (RON 98), serta solar nonsubsidi. Pemerintah akan melakukan penyesuaian setelah seluruh proses perhitungan rampung dilakukan.
"Ya mengenai dengan BBM yang RON 92, 95, 98 termasuk dengan solar yang Pertamina Dex itu nanti kita akan melakukan penyesuaian setelah perhitungan selesai," katanya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (8/4/2026).
1. Pemerintah hitung bersama Pertamina dan SPBU swasta

Saat ini pemerintah masih melakukan perhitungan atau exercise. Dia berharap harga minyak mentah Indonesia (Indonesian Crude Price/ICP) bisa mengalami penurunan guna mendapatkan hasil perhitungan yang lebih baik.
Proses evaluasi tersebut tidak dilakukan sendiri. Pemerintah juga melibatkan koordinasi intensif dengan berbagai badan usaha penyalur BBM, baik PT Pertamina (Persero) maupun operator swasta.
"Sekarang kita masih melakukan exercise dan mudah-mudahan doakan agar betul-betul harga ICP bisa turun, itu akan jauh lebih baik lagi. Tapi sampai dengan sekarang kita masih melakukan perhitungan dengan badan usaha seperti Pertamina dan swasta," paparnya.
2. Pemerintah sebut harga minyak dunia mulai melandai

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Koordinator (Menko) Perekonomian Airlangga Hartarto turut memaparkan perkembangan harga minyak di pasar internasional.
Dia mengungkapkan tensi di Timur Tengah antara Amerika Serikat-Israel dan Iran yang sempat memanas kini menunjukkan potensi jeda selama dua minggu ke depan.
Kondisi tersebut berdampak pada koreksi harga minyak mentah dunia. Airlangga mencatat harga minyak jenis West Texas Intermediate (WTI) kini berada di angka 96,7 dolar AS per barel, sementara jenis Brent turun ke level 95,23 dolar AS per barel.
"Dengan perkembangan pertempuran di Timur Tengah dan ada potensi jeda dua minggu, harga BBM atau harga oil West Texas tadi turun ke 96,7 dan Brent ke 95,23 " kata dia.
3. Prabowo tegaskan kalangan mampu ikuti harga pasar

Presiden Prabowo Subianto sebelumnya memastikan akan mempertahankan subsidi BBM, dalam hal ini Pertalite (RON 90) dan solar subsidi bagi masyarakat kelas menengah ke bawah yang populasinya mencapai 80 persen.
"Saya terima kasih tim saya, menteri-menteri ekonomi saya andal, terima kasih. Mereka laporkan 'Pak, tenang' untuk BBM yang bersubsidi kita akan pertahankan untuk rakyat kecil dan rakyat miskin," katanya dalam Rapat Kerja Pemerintah Anggota Kabinet Merah Putih," Rabu (8/4/2026).
Di sisi lain, Prabowo menekankan kelompok masyarakat yang memiliki kemampuan ekonomi kuat atau orang kaya tidak boleh menikmati subsidi. Dia menyatakan golongan tersebut sudah seharusnya membayar BBM nonsubsidi sesuai harga pasar.
"Pada saatnya, yang orang-orang kuat, orang-orang kaya, ya kalau mau pakai bensin yang mahal ya dia harus bayar harga pasar. Elu udah kaya minta subsidi lagi, ya enggaklah. Yang kita bela rakyat miskin," paparnya.
















