RI Aman dari Perang, Prabowo Mau Tampung Dana dari Timur Tengah

- Presiden Prabowo menegaskan Indonesia termasuk negara paling aman di dunia, terlihat dari banyaknya warga Rusia dan Ukraina yang memilih tinggal di Bali.
- Pemerintah merancang pembangunan Special Financial Center dengan usulan lokasi di Bali untuk menarik investasi global, terutama dari kawasan Timur Tengah.
- Prabowo menyoroti potensi besar Indonesia dalam menghimpun dana luar negeri dan meminta seluruh jajaran bekerja lebih keras serta teliti mengelolanya demi kepentingan nasional.
Jakarta, IDN Times - Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan Indonesia saat ini menempati posisi sebagai salah satu negara paling aman di dunia jika terjadi eskalasi konflik global atau Perang Dunia Ketiga. Hal tersebut dia sampaikan sembari menyoroti banyaknya warga negara Rusia dan Ukraina yang saat ini memilih tinggal di Bali sebagai bukti nyata stabilitas keamanan nasional.
Hal itu disampaikan Prabowo dalam dalam Rapat Kerja Pemerintah Anggota Kabinet Merah Putih di Istana Merdeka, Jakarta pada Rabu (8/4/2026).
"Anda tahu sekarang keluar itu ada itu gitu, ada tuh, kalau terjadi Perang Dunia Ketiga, negara mana yang aman? Eh, Indonesia termasuk papan atas loh. Sekarang kau ke Bali, kau lihat tuh berapa orang Rusia di situ, berapa orang Ukraine di situ," katanya.
1. Rencana pembangunan Special Financial Center di Bali

Prabowo menjelaskan pemerintah tengah merancang pembangunan Special Financial Center atau pusat keuangan khusus. Menurutnya, lokasi proyek tersebut saat ini masih dalam tahap pencarian.
Namun Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan secara spesifik menyarankan agar pusat keuangan tersebut dibangun di Bali. Prabowo mengakui daya tarik Bali yang kuat.
"Kita mau bikin Special Financial Center. Kita lagi cari tempat. Kalau Pak Luhut sarankannya di Bali. Enggak tahu Pak Luhut senang banget Bali itu. Tapi kita semua senang Bali," paparnya.
2. Incar aliran dana dari kawasan Timur Tengah

Gagasan pembangunan pusat keuangan bukan barang baru. Namun, Prabowo melihat momentum saat ini sangat tepat karena banyak pemilik modal di Timur Tengah sedang mencari negara yang aman dari konflik untuk menyimpan kekayaan mereka.
Prabowo menegaskan Indonesia menjadi salah satu tujuan investasi yang paling diminati karena statusnya sebagai negara yang tidak terlibat dalam peperangan.
"Gagasan ini ya yang dibicarakan Pak Luhut ke saya bertahun-tahun ini, ternyata sekarang uang-uang yang di Timur Tengah dia mau ke mana? Saudara-saudara, negara mana yang tidak perang sekarang? Kasih tahu. Ya, Indonesia salah satu yang paling diminati," ujarnya.
3. Potensi besar harus dimanfaatkan dengan baik

Prabowo menekankan Indonesia memiliki potensi yang sangat besar untuk menghimpun dana dari luar negeri. Namun, dia mengingatkan jajarannya, peluang semacam itu harus dibarengi dengan tanggung jawab besar.
Orang nomor satu di Indonesia itu menginstruksikan seluruh pihak terkait untuk bekerja lebih keras dan teliti guna mengelola potensi tersebut secara optimal bagi kepentingan nasional.
"Jadi saudara-saudara intinya adalah kita sangat banyak potensi. Tapi ini juga yang saya katakan membuat kita harus bekerja lebih keras, bekerja lebih teliti," kata Prabowo.

















