Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Bagaimana Perusahaan Menghadapi Bahan Baku yang Harganya Naik Turun?

Bagaimana Perusahaan Menghadapi Bahan Baku yang Harganya Naik Turun?
ilustrasi belanja Frozen food (pexels.com/Jimmy Liao)
  • Fluktuasi harga komoditas, kurs, logistik, dan pasokan dapat menekan margin; perusahaan perlu mengelola risiko agar biaya produksi serta harga jual tetap terkendali.
  • Kontrak pemasok yang fleksibel, penggunaan beberapa pemasok, dan penyimpanan stok saat harga menguntungkan membantu menjaga kepastian pasokan, anggaran, serta posisi negosiasi.
  • Perusahaan dapat menyesuaikan harga secara bertahap dan meningkatkan efisiensi melalui pengurangan limbah, perbaikan proses, otomatisasi, atau desain hemat bahan untuk meredam tekanan biaya.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Harga bahan baku tidak selalu stabil. Perubahan harga komoditas, nilai tukar, biaya logistik, hingga kondisi pasokan dapat membuat biaya produksi perusahaan naik atau turun dalam waktu tertentu. Jika tidak dikelola dengan baik, perubahan tersebut dapat menekan margin keuntungan dan membuat harga jual sulit dipertahankan.

Karena itu, perusahaan biasanya tidak hanya menunggu harga bahan baku kembali normal. Ada berbagai strategi yang dapat digunakan untuk mengurangi dampak fluktuasi, mulai dari membuat kontrak dengan pemasok hingga menyesuaikan harga produk. Berikut beberapa cara yang dapat dilakukan perusahaan.

  1. 1. Membuat kontrak dengan pemasok

    ilustrasi berjabat tangan
    ilustrasi berjabat tangan (pexels.com/fauxels)

    Perusahaan dapat membuat perjanjian jangka menengah atau panjang dengan pemasok untuk mendapatkan kepastian pasokan dan harga yang lebih terprediksi. Kontrak tertentu bahkan dapat mencantumkan formula harga atau batas perubahan harga dalam periode tertentu.

    Strategi ini membantu perusahaan menyusun anggaran produksi dengan lebih baik. Namun, kontrak tetap perlu dirancang secara fleksibel karena perusahaan juga harus mempertimbangkan kemungkinan harga pasar turun sehingga harga kontrak justru menjadi kurang menguntungkan.

  2. 2. Menggunakan lebih dari satu pemasok

    ilustrasi gudang
    ilustrasi gudang (pexels.com/Tima Miroshnichenko)

    Terlalu bergantung pada satu pemasok dapat meningkatkan risiko ketika terjadi gangguan pasokan atau kenaikan harga. Karena itu, perusahaan dapat mencari beberapa pemasok alternatif untuk bahan baku yang sama atau memiliki fungsi serupa.

    Dengan memiliki pilihan pemasok, perusahaan dapat membandingkan harga, kualitas, dan kemampuan pengiriman. Strategi ini juga membuat posisi tawar perusahaan menjadi lebih kuat ketika melakukan negosiasi.

  3. 3. Menyimpan stok untuk kondisi tertentu

    ilustrasi gudang
    ilustrasi gudang (pexels.com/EqualStock IN)

    Perusahaan dapat membeli bahan baku dalam jumlah tertentu ketika harga sedang relatif menguntungkan. Stok tersebut kemudian digunakan ketika harga pasar meningkat atau terjadi gangguan pasokan.

    Namun, strategi ini tidak bisa diterapkan secara sembarangan. Bahan baku yang mudah rusak membutuhkan pengelolaan khusus, sementara menyimpan terlalu banyak barang dapat meningkatkan biaya gudang dan membuat modal perusahaan tertahan.

  4. 4. Menyesuaikan harga jual produk

    ilustrasi bisnis makanan
    ilustrasi bisnis makanan (pexels.com/Jimmy Liao)

    Jika kenaikan bahan baku berlangsung cukup lama dan sulit diserap oleh perusahaan, harga jual produk mungkin perlu disesuaikan. Perusahaan harus menghitung seberapa besar kenaikan biaya dan bagaimana dampaknya terhadap margin keuntungan.

    Kenaikan harga tidak selalu harus dilakukan secara langsung dan besar. Perusahaan dapat mengombinasikannya dengan efisiensi produksi, perubahan ukuran produk, atau strategi paket agar dampaknya terhadap konsumen dapat dikelola dengan lebih baik.

  5. 5. Meningkatkan efisiensi produksi

    ilustrasi bisnis mie
    ilustrasi bisnis mie (pexels.com/nam mau)

    Fluktuasi harga bahan baku juga dapat menjadi alasan perusahaan mencari cara untuk menggunakan bahan secara lebih efisien. Pengurangan limbah, perbaikan proses produksi, otomatisasi, atau desain produk yang lebih hemat bahan dapat membantu mengurangi biaya.

    Efisiensi menjadi penting karena perusahaan tidak selalu bisa menaikkan harga ketika biaya bahan baku meningkat. Dengan menekan pemborosan dan meningkatkan produktivitas, sebagian tekanan terhadap margin dapat dikurangi tanpa harus langsung membebankannya kepada konsumen.

    Harga bahan baku yang naik turun merupakan salah satu risiko yang harus dikelola perusahaan. Kontrak pemasok, diversifikasi sumber bahan baku, pengelolaan stok, penyesuaian harga, dan efisiensi produksi dapat menjadi kombinasi strategi untuk menghadapi kondisi tersebut.

    Tidak ada satu cara yang selalu paling efektif karena setiap industri memiliki karakter bahan baku dan struktur biaya yang berbeda. Perusahaan yang mampu memantau harga, menjaga hubungan dengan pemasok, dan menyesuaikan strategi sejak awal biasanya memiliki peluang lebih besar untuk menjaga margin ketika biaya produksi berubah.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More