Diaspora Indonesia dengan BNI Kembangkan Kuliner Nusantara di Belanda

- Suprapti mengembangkan Waroeng Padang Lapek di Den Haag sejak 2019, menyajikan masakan Minangkabau autentik yang mendapat sambutan diaspora Indonesia dan pelanggan lokal Belanda.
- BNI memberikan kredit tambahan pada 2025 untuk membeli properti central kitchen di Den Haag, memperkuat produksi, distribusi, kualitas, dan efisiensi operasional restoran.
- Waroeng Padang Lapek sedang merenovasi cabang Amsterdam yang ditargetkan dibuka pada 2026, melengkapi restoran Den Haag dengan dukungan satu central kitchen.
Jakarta, IDN Times - Memperkenalkan cita rasa autentik Indonesia ke pasar internasional membutuhkan lebih dari sekadar keahlian memasak. Dibutuhkan keberanian membangun usaha di negeri orang serta dukungan mitra yang mampu mengiringi pertumbuhan bisnis secara berkelanjutan.
Semangat tersebut tecermin dalam perjalanan Suprapti, pemilik Waroeng Padang Lapek di Den Haag, Belanda. Berbekal kecintaan terhadap kuliner Minangkabau, Suprapti mengembangkan usahanya menjadi salah satu restoran Indonesia yang dikenal masyarakat setempat dan diaspora Indonesia.
Dalam perjalanan tersebut, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI memberikan dukungan pembiayaan untuk memperkuat kapasitas usaha Waroeng Padang Lapek. Dukungan tersebut turut menopang pengembangan operasional baik restoran dan central kitchen di Den Haag serta pembukaan cabang baru di Amsterdam di tahun 2026.
Didirikan pada 3 Oktober 2019, Waroeng Padang Lapek menghadirkan beragam hidangan khas Minangkabau dengan cita rasa autentik. Berlokasi di Schoolstraat 26, Den Haag, restoran ini mempertahankan resep asli masakan Padang, mulai dari rendang, gulai tunjang, paru balado, gulai jengkol hingga kue lupis.
1. Waroeng Padang Lapek memperoleh sambutan positif

ilustrasi mengacungkan jempol (pexels.com/Pixabay) Konsistensi dalam menjaga cita rasa membuat Waroeng Padang Lapek memperoleh sambutan positif dari masyarakat Indonesia di Belanda maupun pelanggan lokal.
"Sejak awal, kami ingin menghadirkan masakan Padang dengan cita rasa yang benar-benar autentik. Sambutan yang kami terima menunjukkan bahwa kuliner Indonesia memiliki tempat tersendiri di hati masyarakat Belanda," ujar Suprapti.
Seiring meningkatnya permintaan, Waroeng Padang Lapek terus memperkuat kapasitas usahanya. Salah satu langkah yang dilakukan adalah mengoperasikan central kitchen di Mercuriusweg 70, Den Haag, sebagai pusat produksi dan distribusi makanan.
Fasilitas tersebut berperan dalam menjaga konsistensi kualitas produk, meningkatkan efisiensi operasional, serta mendukung pengembangan jaringan usaha di Belanda
2. BNI memberikan fasilitas kredit

Gedung BNI. (Dok. BNI) Untuk memperkuat pengembangan tersebut, BNI memberikan fasilitas kredit tambahan pada 2025 yang digunakan untuk membeli properti central kitchen yang sebelumnya disewa, sekaligus memperkuat fondasi usaha dalam mendukung ekspansi restoran di Den Haag dan pembukaan cabang baru di Amsterdam.
Saat ini, cabang di Amsterdam sedang dalam proses renovasi bangunan gerai. Dengan beroperasinya cabang baru tersebut nantinya, Waroeng Padang Lapek akan mengoperasikan satu central kitchen dan dua restoran yang belokasi di Den Haag dan Amsterdam.
Terpisah, Direktur Utama BNI Putrama Wahju Setyawan mengatakan, perjalanan Waroeng Padang Lapek menunjukkan besarnya potensi diaspora Indonesia dalam memperkenalkan budaya bangsa melalui kegiatan usaha.
"Kami mengapresiasi semangat Suprapti dalam memperkenalkan kekayaan kuliner Indonesia di Belanda. Bagi BNI, mendukung diaspora Indonesia bukan hanya menyediakan akses pembiayaan, tetapi juga menjadi mitra yang membantu pelaku usaha memperkuat kapasitas bisnis dan memperluas jangkauannya di pasar global," ujar Putrama.
3. Kolaborasi antara sektor perbankan dan pelaku usaha

ilustrasi kolaborasi (Pexels.com/Tirachard Kumtanom) Menurut Putrama, penguatan kapasitas produksi dan ekspansi jaringan menjadi tahapan penting agar pelaku usaha dapat melayani pasar yang lebih luas tanpa mengurangi kualitas produk.
Dia menambahkan, perkembangan Waroeng Padang Lapek menjadi salah satu contoh bagaimana kolaborasi antara sektor perbankan dan pelaku usaha dapat menciptakan nilai tambah bagi bisnis sekaligus memperkuat eksistensi produk serta budaya Indonesia di tingkat internasional.
Memasuki usia ke-80 dengan mengusung tema Swadharma Bhakti Nagara, BNI terus memperkuat perannya sebagai mitra pertumbuhan bagi pelaku usaha Indonesia, termasuk diaspora yang mengembangkan bisnis di berbagai negara.
Sebagai bagian dari ekosistem Danantara Indonesia, BNI akan terus menghadirkan solusi keuangan yang adaptif dan terintegrasi untuk mendukung lebih banyak pelaku usaha Indonesia memperluas pasar serta membawa produk, budaya, dan identitas bangsa ke tingkat global. (WEB)



















