Bahlil Bakal Perintahkan Lemigas Impor Minyak dari Rusia

- Menteri ESDM Bahlil Lahadalia berencana memerintahkan Lemigas untuk mengimpor minyak mentah dari Rusia melalui skema kerja sama antarnegara atau government-to-government (G to G).
- Langkah ini mengacu pada Peraturan Presiden Nomor 26 Tahun 2026 yang mengatur pengadaan minyak bumi, BBM, dan LPG guna memperkuat ketahanan energi nasional.
- Bahlil menyebut akan segera berkomunikasi dengan Lemigas agar impor energi dapat dikelola oleh Badan Layanan Umum sesuai arahan Presiden.
Jakarta, IDN Times - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia tengah mengupayakan agar Balai Besar Pengujian Minyak dan Gas Bumi (BBPMGB Lemigas) bisa mengimpor minyak mentah dari Rusia.
Bahlil mengatakan, impor melalui Badan Layanan Umum (BLU) di bidang energi itu menggunakan skema government-to-government (G to G).
Hal itu disampaikan Bahlil mengacu pada Peraturan Presiden Nomor 26 Tahun 2026 mengatur tentang Pengadaan Minyak Bumi, Bahan Bakar Minyak dan/atau Liquified Petroleum Gas (LPG) untuk Ketahanan Energi Nasional.
“Jadi, kalau Presiden katakanlah melakukan kerja sama dengan negara lain terkait dengan crude (minyak mentah), itu bisa langsung G to G, dan ditindaklanjuti lewat G to B, lewat negara. Gitu ya,” kata Bahlil di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin (8/6/2026).
Dalam Pasal 4 ayat (3) Perpres tersebut, dinyatakan pelaksanaan impor oleh BLU di sektor energi dilakukan sesuai dengan perjanjian kerja sama.
BLU bisa melakukan impor berdasarkan perjanjian kerja sama, baik kerja sama antarpemerintah maupun kerja sama antara Pemerintah Pusat dengan pemasok di luar negeri.
Dalam pasal 5 juga disebutkan pemerintah memberi ruang bagi BLU maupun Pertamina untuk melakukan pengadaan impor dalam keadaan mendesak meski terdapat perbedaan harga berdasarkan jumlah, jenis produk, negara asal, dan waktu pengiriman, sesuai kesepakatan kontrak pembelian.
Ketentuan mengenai keadaan mendesak ditetapkan oleh menteri yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang minyak dan gas bumi, yaitu Menteri ESDM.
Bahlil mengatakan dirinya akan mulai melakukan komunikasi dengan Lemigas terkait impor minyak mentah, bahan bakar minyak (BBM), dan LPG.
“Hari ini saya akan mulai komunikasikan, karena arahan Bapak Presiden lewat perpres itu bahwa impor energi diharapkan agar bisa juga dikelola oleh BLU, dalam hal ini Lemigas,” ucap Bahlil.

















