Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Bahlil Sebut Harga CNG Pengganti LPG 3 Kg Lebih Murah 30-40 Persen
Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia (IDN Times/Ilman Nafi'an)
  • Bahlil Lahadalia menyebut harga CNG akan lebih murah 30–40 persen dibanding LPG 3 kg, berpotensi menghemat subsidi negara hingga puluhan triliun rupiah.
  • CNG masih dalam tahap uji coba ketiga dan baru akan diterapkan ke masyarakat setelah dinyatakan aman, dengan target penyelesaian uji coba pada Juli mendatang.
  • CNG merupakan gas alam bertekanan tinggi yang digunakan di sektor transportasi, industri, dan rumah tangga karena efisien, ramah lingkungan, serta ekonomis dibanding bahan bakar konvensional.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Pak Bahlil bilang gas baru namanya CNG lebih murah dari gas elpiji kecil. Katanya bisa hemat banyak uang buat negara. Gas ini masih dicoba dulu biar aman dipakai orang. Kalau uji cobanya berhasil, nanti bisa dipakai di rumah dan mobil juga. Sekarang mereka lagi hati-hati supaya tabungnya kuat dan tidak bahaya.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, mengatakan Compressed Natural Gas (CNG) harganya akan lebih murah 30-40 persen dibandingkan dengan LGP 3 kilogram (Kg). CNG juga nantinya akan menjadi pengganti LPG 3 kg yang dianggap subsidinya membebani APBN.

"Yang jelas harganya lebih murah 30 sampai 40 persen daripada LPG. Kalau 30 sampai 40 persen sekarang subsidi kita berapa? Rp86 triliun sampai Rp90 (triliun)," ujar Bahlil di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (6/7/2026).

"Kali rata-ratalah kalau katakanlah 25 persen, kali 30 persen, berarti kan Rp27 triliun sampai Rp30 triliun bisa kita lakukan efisiensi. Ini kan bisa kita bangun untuk yang lain-lain lagi gitu lho," sambungnya.

1. CNG masih dalam tahap uji coba

Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia (IDN Times/Ilman Nafi'an)

Bahlil mengatakan, CNG saat ini masih dalam tahap uji coba ketiga. Apabila semua uji coba aman, baru diterapkan kepada masyarakat.

"Saya katakan beberapa kali, bahwa menyangkut dengan CNG itu dilakukan uji coba tahap ketiga. Kalau uji coba tahap ketiganya insyaallah berhasil, baru bisa kita implementasikan. Karena apa? Karena tabung tiga kilonya itu kan tekanannya itu kan sekitar 200 sampai 250 bar," kata dia.

"Ini kita harus hati-hati. Nah, kalau sudah uji coba selesai, insyaallah di bulan Juli ini selesai, baru kemudian kita umumkan," sambungnya.

2. Mengenal CNG dan perbedaannya dengan LPG dan LNG

Pabrik BioCNG yang berada di PT. Tolan Tiga Indonesia (IDN Times/Eko Agus Herianto)

Dikutip dari situs web PGN, CNG adalah bentuk gas alam yang dikompresi pada tekanan tinggi, biasanya di atas 200 bar. Proses kompresi dilakukan untuk mempermudah penyimpanan serta penyaluran bahan bakar tersebut melalui transportasi.

Gas alam sendiri merupakan campuran hidrokarbon yang terdiri dari metana, etana, propana, dan butana, di mana untuk CNG, kandungan metana yang terkandung di dalamnya mencapai lebih dari 95 persen.

CNG, LPG, dan LNG sering kali dibahas dalam konteks yang serupa. Meski demikian, ketiganya merupakan produk yang berbeda dari segi karakteristik fisik maupun mekanisme penyimpanannya.

LPG merupakan campuran propana dan butana yang disimpan dalam wujud cair pada tekanan serta suhu tertentu. Sementara itu, Liquefied Natural Gas (LNG) adalah gas alam yang didinginkan hingga suhu sangat rendah agar berubah menjadi bentuk cair, sehingga memudahkan proses pengangkutan.

Perbedaan utama di antara ketiganya terletak pada kondisi fisik dan tekanan penyimpanannya. Jika CNG disimpan dalam bentuk gas pada tekanan tinggi, LPG justru berbentuk cair pada tekanan dan suhu moderat. Berbeda lagi dengan LNG yang diangkut dalam wujud cair pada suhu yang sangat rendah.

3. Beragam kegunaan CNG di berbagai sektor

Pabrik BioCNG beroperasi di Labusel yang diklaim terbesar di Asia Tenggara (IDN Times/Doni Hermawan)

Pemanfaatan CNG cukup luas, mencakup sektor transportasi hingga kebutuhan rumah tangga. Berikut adalah beberapa sektor yang telah menggunakan CNG.

Transportasi: Sebagai bahan bakar alternatif, CNG umum digunakan untuk kendaraan bermotor, terutama pada bus dan truk. Penggunaan CNG dinilai mampu menekan emisi gas buang dibandingkan bahan bakar konvensional, karena menghasilkan jumlah oksida nitrogen dan partikulat yang lebih sedikit, sehingga membantu menjaga kualitas udara.

Sektor Industri: Industri memanfaatkan CNG sebagai sumber energi untuk berbagai proses manufaktur. Sifatnya yang bersih dan efisien menjadikan CNG pilihan yang lebih ramah lingkungan serta ekonomis dalam memenuhi kebutuhan energi di lingkup industri.

Rumah Tangga: Tak hanya industri dan transportasi, beberapa rumah tangga mulai melirik CNG sebagai opsi untuk keperluan memasak dan pemanasan air karena dinilai lebih menguntungkan secara ekonomi dan memiliki dampak lingkungan yang lebih baik.

Curated For You

Editorial Team

Related Article