Kawasan Ekonomi Khusus RI Kantongi Potensi Investasi Rp846 Triliun

- Pemerintah menegaskan kinerja Kawasan Ekonomi Khusus terus tumbuh kuat meski situasi global tidak pasti, dengan lonjakan investasi signifikan terutama di sektor industri manufaktur.
- Tiga KEK besar, yaitu Gresik, Kendal, dan Galang Batang, mengajukan perluasan area hingga dua kali lipat untuk menampung antrean investasi baru yang terus meningkat.
- Total potensi investasi di seluruh KEK diperkirakan mencapai Rp846 triliun dalam beberapa tahun ke depan, sementara realisasi saat ini sudah menyentuh Rp353,3 triliun dan menyerap 266 ribu tenaga kerja.
Jakarta, IDN Times - Pemerintah meyakinkan kinerja Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) menunjukkan pertumbuhan yang signifikan di tengah ketidakpastian situasi global dan adanya catatan terkait sentimen kepercayaan investor di Indonesia.
Sekretaris Kementerian Koordinator Perekonomian (Sesmenko Perekonomian) Susiwijono Moegiarso mengatakan fundamental ekonomi makro nasional tetap kuat, dibuktikan dengan lonjakan investasi luar biasa pada hampir seluruh KEK, terutama yang berbasis industri manufaktur.
"Nah, kami meyakinkan bahwa di Kawasan Ekonomi Khusus hampir semuanya khususnya yang berbasis industri manufaktur, investasi terjadi peningkatan yang luar biasa," kata dia di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Senin (6/7/2026).
1. Tiga KEK manufaktur ajukan perluasan area dua kali lipat

Kondisi area operasional di tiga KEK industri manufaktur besar saat ini tercatat sudah terpakai sepenuhnya. KEK Gresik, KEK Kendal, dan KEK Galang Batang kini sedang dalam proses mengajukan permohonan perluasan lahan.
"Ketiga KEK tersebut saat ini sedang kita proses untuk mengajukan perluasan kawasan. Jadi, ada permohonan perluasan lahan dan pengembangan kawasan, rata-rata dua kali lipat yang ada sekarang," ujarnya.
Penyiapan area pengembangan baru tersebut dilakukan guna mengakomodasi antrean investasi baru yang masuk. Susi menilai fenomena tersebut sekaligus menjadi bukti sektor industri manufaktur di Indonesia masih sangat menjanjikan untuk realisasi investasi riil.
2. Kantongi potensi investasi Rp846 triliun beberapa tahun ke depan

Hampir seluruh KEK di Indonesia, khususnya yang mengelola industri manufaktur skala besar, telah mengajukan permohonan perluasan wilayah dan mengonfirmasi potensi investasi yang mencapai Rp846 triliun dalam beberapa tahun mendatang.
Menurut Susi, banyaknya permohonan ekspansi menunjukkan iklim investasi di dalam negeri masih sangat kondusif. Indonesia dinilai tetap memiliki daya tarik yang tinggi bagi penanaman modal asing secara langsung atau foreign direct investment (FDI) di sektor manufaktur.
"Faktanya hampir semua KEK mengajukan, khususnya yang industri manufaktur besar, mengajukan permohonan perluasan, dan sudah mengonfirmasi potensi untuk investasi, kalau enggak salah kemarin Rp846 triliun dalam beberapa tahun ke depan," paparnya.
3. Akumulasi investasi KEK capai Rp353,3 triliun

Secara akumulatif, realisasi investasi yang masuk ke seluruh Kawasan Ekonomi Khusus hingga saat ini telah menyentuh angka sekitar Rp353,3 triliun. Operasional seluruh kawasan strategis tersebut juga berkontribusi menyerap sekitar 266 ribu tenaga kerja.
"Jadi hari ini investasi secara akumulatif itu sudah kira-kira Rp353,3 triliun. Kemudian tenaga kerjanya kira-kira 266 ribu," kata Susi.




















