Jakarta, IDN Times - Industri perbankan nasional dinilai masih memiliki fundamental yang kuat di tengah ketidakpastian ekonomi global. Meski demikian, perubahan lanskap bisnis dan meningkatnya risiko membuat pelaku industri perlu mempercepat transformasi agar tetap mampu tumbuh secara berkelanjutan.
Direktur Utama Bank Jakarta Agus H. Widodo mengatakan kondisi fundamental perbankan nasional masih terjaga. Hal itu tercermin dari pertumbuhan kredit yang tetap positif, permodalan yang kuat, likuiditas yang memadai, serta rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) yang masih rendah.
"Persoalannya sebenarnya bukan di fundamentalnya, tetapi medan permainannya berubah," ujar Agus dalam diskusi Shaping the Next Era of Indonesia's Capital Market pada Investor Day 2026, dikutip Rabu (1/7/2026).
