Bank Jakarta Pilih Tumbuh Berkualitas saat Cost of Fund Naik

- Bank Jakarta memilih fokus pada pertumbuhan sehat dan berkualitas di tengah kenaikan cost of fund, dengan strategi selektif dalam penyaluran kredit serta menjaga kualitas aset.
- Agus H. Widodo menilai fundamental perbankan nasional masih solid meski menghadapi tekanan global, ditopang likuiditas terjaga, permodalan kuat, dan rasio NPL yang terkendali.
- Perubahan perilaku nasabah mendorong transformasi layanan perbankan menuju kemudahan, kecepatan, keamanan, dan ekosistem digital yang lebih lengkap untuk menjaga daya saing.
Jakarta, IDN Times - Bank Jakarta memilih fokus pada pertumbuhan yang sehat dan berkualitas di tengah meningkatnya tekanan biaya dana (cost of fund) dan dinamika industri perbankan yang semakin menantang.
Direktur Utama Bank Jakarta Agus H. Widodo mengatakan, perseroan tidak akan mengejar pertumbuhan bisnis secara agresif. Sebaliknya, Bank Jakarta akan lebih selektif dalam menyalurkan kredit dan mengembangkan bisnis dengan tetap menjaga kualitas aset.
"Kami tidak kejar-kejaran mencari pertumbuhan besar. Yang kami kejar adalah pertumbuhan yang sehat dan berkualitas," ujar Agus dalam diskusi Shaping the Next Era of Indonesia's Capital Market pada Investor Day 2026 di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, dikutip Rabu (1/7/2026).
1. Perbankan mulai hadapi kenaikan biaya dana

Menurut Agus, tantangan industri perbankan kini berbeda dibanding beberapa tahun lalu. Selain ketidakpastian ekonomi global, perbankan juga mulai menghadapi kenaikan biaya dana yang berpotensi menekan profitabilitas.
Ia mengungkapkan, bunga deposito dalam lelang dana sempat mencapai 11,5 persen. Kondisi tersebut menjadi sinyal bahwa biaya penghimpunan dana perbankan akan meningkat.
"Ini sudah menjadi warning bagi perbankan. Artinya, cost of fund perbankan akan naik sangat signifikan ke depan," katanya.
Meski demikian, Agus menegaskan, kenaikan biaya dana tidak akan menghambat ekspansi Bank Jakarta. Perseroan telah menyiapkan sejumlah strategi untuk menjaga pertumbuhan bisnis sekaligus mempertahankan kualitas portofolio kredit. Salah satunya melalui diversifikasi sumber pendanaan, termasuk mengoptimalkan dana murah (current account saving account/CASA) dari ekosistem Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
2. Fundamental perbankan masih solid tercermin dari likuiditas dan NPL

Di tengah berbagai tantangan tersebut, Agus menilai fundamental industri perbankan nasional masih cukup kuat. Hal itu tercermin dari pertumbuhan kredit yang tetap positif, permodalan yang memadai, likuiditas yang terjaga, serta rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) yang masih terkendali.
"Persoalannya sebenarnya bukan di fundamentalnya, tetapi medan permainannya yang berubah," ujarnya.
Menurut dia, dalam beberapa tahun terakhir industri keuangan menghadapi berbagai tantangan yang sulit diprediksi, mulai dari pandemik, konflik geopolitik, hingga perubahan kebijakan perdagangan global yang mempengaruhi pasar keuangan.
Untuk menjawab tantangan tersebut, Bank Jakarta terus menjalankan transformasi di berbagai lini, mulai dari model bisnis, digitalisasi, penguatan manajemen risiko, hingga pembentukan budaya kerja baru.
3. Masyarakat tak lagi hanya mempertimbangkan produk yang ditawarkan bank

Agus menambahkan, perubahan perilaku nasabah juga mendorong transformasi industri perbankan. Masyarakat kini tidak lagi hanya mempertimbangkan produk yang ditawarkan bank, tetapi juga kemudahan, kecepatan, keamanan, dan kelengkapan layanan.
"Orang sudah tidak melihat bank dari produknya saja, tetapi dari seberapa mudah, murah, cepat, aman layanannya, bahkan ekosistem yang ditawarkan bank itu sendiri," katanya.
Dengan strategi pertumbuhan yang selektif dan transformasi yang berkelanjutan, Bank Jakarta optimistis mampu menjaga pertumbuhan bisnis yang sehat sekaligus meningkatkan daya saing di tengah perubahan lanskap industri keuangan.

















![[QUIZ] Di Umur Berapa Kamu Akan Sukses? Cari Tahu Lewat Kuis Ini!](https://image.idntimes.com/post/20240726/pexels-minan1398-1134190-67cbd4c42daa4906a548a933aa986dd0.jpg)