Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Bank of Korea Kerek Suku Bunga 2,5 Persen

Bank of Korea Kerek Suku Bunga 2,5 Persen
Warga memakai masker untuk melindungi diri dari penularan virus corona (COVID-19) di Seoul, Korea Selatan, Rabu (25/3/2020). ANTARA FOTO/REUTERS/Kim Hong-ji

Jakarta, IDN Times - Bank of Korea memutuskan untuk menaikkan suku bunga sebesar 0,25 poin persentase menjadi 2,5 persen, pada pertemuan dewan kebijakan moneter hari ini. Kenaikan suku bunga perlu dilakukan seiring dengan laju inflasi yang terus melonjak.

Keputusan untuk kembali menaikkan suku bunga pada bulan ini menandai kenaikan suku bunga keempat kalinya secara berturut-turut. Bulan lalu, bank mengumumkan kenaikan suku bunga setengah poin persentase yang belum pernah terjadi sebelumnya. Suku bunga naik dari 1,75 persen menjadi 2,25 persen.

"Informasi yang tersedia saat ini menunjukkan bahwa risiko penurunan ekonomi global telah meningkat. Hal tersebut dipengaruhi oleh krisis Rusia-Ukraina yang berkepanjangan dan kenaikan suku bunga kebijakan yang signifikan di negara-negara maju, sementara inflasi tetap tinggi," tulis Bank Sentral Korea dalam sebuah pernyataan seperti dikutip dari Kyodo News, Kamis (25/8/2022).

1. Indeks harga konsumen Korea Selatan naik 6,3 persen

Presiden Korea Selatan, Yoon Suk-yeol. (instagram.com/sukyeol.yoon)
Presiden Korea Selatan, Yoon Suk-yeol. (instagram.com/sukyeol.yoon)

Bank of Korea menyatakan, Inflasi harga konsumen Korea Selatan tetap tinggi di kisaran 6 persen, karena percepatan kenaikan harga di sejumlah sektor, seperti pertanian.

"Pada bulan Juli, indeks harga konsumen Korea Selatan naik 6,3 persen dari tahun sebelumnya. Hal tersebut menandai kenaikan terbesar dalam hampir 24 tahun," tulis Bank of Korea.

2. Risiko penurunan ekonomi Korea Selatan telah meningkat

Banyak wanita Korsel fokus karir dan tak berminat menikah. Ilustrasi (unsplash.com/Kseniya Petukhova)
Banyak wanita Korsel fokus karir dan tak berminat menikah. Ilustrasi (unsplash.com/Kseniya Petukhova)

Bank of Korea menambahkan bahwa risiko penurunan ekonomi Korea Selatan telah meningkat, karena perlambatan ekspor dan melemahnya pertumbuhan ekonomi di sejumlah negara-negara besar.

Bank of Korea juga merevisi pertumbuhan produk domestik bruto menjadi 2,6 persen untuk tahun ini, dari perkiraan Mei sebesar 2,7 persen.

3. Kenaikan suku bunga bisa kembali terjadi

Ilustrasi Suku Bunga (IDN Times/Aditya Pratama)
Ilustrasi Suku Bunga (IDN Times/Aditya Pratama)

Meskipun ketidakpastian di dalam dan luar negeri menjadi hal yang perlu diwaspadai, Bank of Korea menyatakan, kenaikan suku bunga lanjutan bisa saja kembali dilakukan karena inflasi diperkirakan akan tetap tinggi.

"Dewan akan terus melakukan kebijakan moneter untuk menstabilkan inflasi harga konsumen pada tingkat target yakni 2 persen dalam jangka menengah, sambil memantau pertumbuhan ekonomi dan memperhatikan stabilitas keuangan," tulis Bank of Korea.

Share
Topics
Editorial Team
Hafit Yudi Suprobo
EditorHafit Yudi Suprobo
Follow Us

Latest in Business

See More

Jepang Naikkan Pajak Perusahaan dan Rokok untuk Menambah Dana Militer

07 Apr 2026, 23:25 WIBBusiness