PTPP Bidik Kontrak Baru Rp22 Triliun Sepanjang 2026

PTPP menargetkan kontrak baru senilai Rp22 triliun sepanjang 2026, lebih rendah dari capaian pada 2025 yang sebesar Rp24,9 triliun.Hingga awal April 2026, PTPP telah mengantongi kontrak baru Rp4,5 triliun, naik 16,28 persen dibanding Februari 2026.
Sebagian besar kontrak baru PTPP per Februari 2026 berasal dari proyek berpendanaan APBN sebesar 73 persen, dengan sektor gedung dan infrastruktur mendominasi kontribusi terbesar.
Jakarta, IDN Times - PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk (PTPP) menargetkan perolehan kontrak baru senilai Rp22 triliun sepanjang 2026.
Angka tersebut lebih rendah dibandingkan capaian nilai kontrak baru pada 2025, yang sebesar Rp24,9 triliun.
“Kita masih punya delapan bulan ke depan, di mana target kita di tahun 2026 ini sebesar Rp22 triliun, insyaallah masih di dalam koridor yang menjadi target kita ke depan,” kata Direktur Utama PTPP, Novel Arsyad dalam acara Earnings Call tahun buku 2025, Selasa (7/4/2026).
1. PTPP kantongi nilai kontrak baru Rp4,5 triliun hingga bulan ini

Novel mengatakan, sampai awal April 2026 ini, perusahaan telah mengantongi kontrak baru senilai Rp4,5 triliun.
Angka tersebut tumbuh 16,28 persen dibandingkan posisi per Februari 2026 yang sebesar Rp3,87 triliun. Pada Februari 2026, capaian nilai kontrak baru tumbuh sebesar 32,96 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (year on year/yoy).
2. Didominasi proyek dengan pendanaan APBN

Perolehan kontrak baru PTPP hingga Februari 2026 didominasi proyek dengan sumber dana pemerintah sebesar 73 persen, diikuti proyek BUMN sebesar 18 persen, serta proyek swasta sebesar sembilan persen.
Berdasarkan lini bisnis, kontribusi terbesar berasal dari sektor gedung sebesar 33 persen, jalan dan jembatan sebesar 30 persen, smelter dan pertambangan sebesar 18 persen, rumah sakit sebesar 10 persen, pelabuhan sebesar 6 persen, serta pengolahan air dan limbah sebesar 3 persen, dan sisanya berasal dari sektor infrastruktur air serta fasilitas minyak dan gas (migas).
3. PTPP garap proyek penanganan bencana Sumatra di awal tahun

Sejumlah proyek strategis dengan nilai signifikan yang berhasil diraih PTPP hingga Februari 2026 di antaranya Proyek RSU Adhyaksa Daerah Khusus Jakarta senilai Rp266,5 miliar, dan Proyek Penanganan Bencana Sumatera Utara (Sibolga–Barus) senilai Rp263,7 miliar.
Kemudian, Proyek Jetty dan Prasarana Pantai Lamongan senilai Rp234 miliar, Proyek Penanganan Bencana Aceh (Bireuen–Takengon) sebesar Rp148,3 miliar, serta Proyek RS PHTC Tulang Bawang senilai Rp112,7 miliar.


















