Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
BEI Ungkap Potensi Modal Asing Cabut Rp4 T usai RI Masuk Pantauan S&P
Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa Efek Indonesia (BEI), Irvan Susandy. (IDN Times/Vadhia Lidyana)
  • BEI mengungkap potensi arus keluar modal asing senilai Rp3,5–4 triliun setelah pasar modal Indonesia masuk daftar pantauan S&P Dow Jones Indices karena isu transparansi kepemilikan saham.
  • S&P DJI memberi waktu satu tahun bagi Indonesia untuk memperbaiki transparansi dan likuiditas agar terhindar dari penurunan status ke Frontier pada tinjauan 2027 mendatang.
  • BEI menjalankan empat agenda reformasi pasar modal dan berdiskusi dengan S&P DJI guna merespons kekhawatiran global, sementara investor asing mencatat net sell Rp689,8 miliar hari ini.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Bursa Efek Indonesia (BEI) membeberkan ada potensi arus modal keluar (outflow) senilai Rp3,5 triliun sampai Rp4 triliun usai pasar modal Indonesia masuk daftar pantauan (watchlist) S&P Dow Jones Indices (DJI).

Dalam laporan klasifikasi terbaru S&P DJI, pasar modal Indonesia masih bertahan di status berkembang atau emerging. Namun, Indonesia masuk dalam watchlist, dan ada potensi turun kasta menjadi Special Measures atau Frontier pada tinjauan 2027 mendatang.

Hal itu disebabkan concern S&P DJI terhadap transparansi kepemilikan saham di pasar saham Indonesia dan pedoman baru yang dikeluarkan oleh BEI untuk mengatasi masalah transparansi dan likuiditas terkait.

“Yang saya dengar dari beberapa pihak sih sekitar 200 juta dolar AS, mungkin sekitar Rp3,5-4 triliun. Cuma terus terang kami lagi mencari angka dan lagi cari hitungan kira-kira apa saja dan berapa yang akan keluar, nanti kita akan coba lihat datanya ya,” kata Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa (AB) BEI, Irvan Susandy di gedung BEI, Jakarta, Rabu (8/7/2026).

1. S&P DJI beri waktu satu tahun sebelum menetapkan klasifikasi baru RI

Bursa Efek Indonesia (IDN Times/Ridwan Aji Pitoko)

Meski begitu, Irvan meminta semua pihak melihat waktu yang diberikan S&P DJI sebelum menerbitkan klasifikasi terbaru pada pasar modal Indonesia. Dia mengatakan, Indonesia masih memiliki waktu satu tahun untuk berbenah, sehingga bisa menghindari potensi turun kelas.

“Jadi, kita berharap sebelum dalam waktu dekat kita sudah bisa perbaiki dan mereka mau mengeluarkan statement yang positif lah atas hal itu. Karena kan tidak serta-merta saat pengumuman ke luar, terus minggu depan atau bulan depan mereka akan downgrading kita ke Frontier ya,” ucap Irvan.

2. BEI minta waktu diskusi dengan S&P DJI

Bursa Efek Indonesia (IDN Times/Ridwan Aji Pitoko)

Sebelumnya, dia mengatakan, BEI telah memulai reformasi untuk memperbaiki persoalan transparansi dan concern lainnya dari para penyedia indeks global.

Dia membeberkan, empat agenda yang dilakukan BEI dalam mewujudkan reformasi pasar modal Indonesia. Pertama, penyediaan data kepemilikan saham perusahaan tercatat di atas 1 persen kepada publik; implementasi pengumuman High Shareholding Concentration (HSC); penguatan granularityklasifikasi investor dalam data kepemilikan saham KSEI, menjadi total 39 klasifikasi dan tipe investor; dan menerapkan kenaikan batas minimum free float menjadi 15 persen melalui penyesuaian Peraturan BEI Nomor I-A.

Seiringan dengan itu, BEI sudah meminta waktu diskusi dengan S&P DJI terkait upaya-upaya lain apa yang bisa dilakukan untuk mengatasi concern penyedia indeks global tersebut. Harpannya, upaya tersebut bisa mengatasi concern penyedia indeks global, dan mencegah arus modal ke luar makin deras.

“Kita berharap bahwa dalam waktu segera kita bisa komunikasikan, kita bisa perbaiki sehingga the next statement-nya akan lebih positif, dan itu juga akan mengurangi outflow-nya, karena sudah positif,” tutur Irvan.

3. Investor asing lakukan aksi jual Rp4,1 triliun hari ini

Bursa Efek Indonesia (IDN Times/Ridwan Aji Pitoko)

Berdasarkan statistik harian BEI, komposisi perdagangan di BEI hari ini didominasi investor domestik dengan persentase 64 persen, dan 36 persen adalah investor asing.

Investor domestik melakukan aksi beli senilai Rp7,09 triliun, dan aksi jual Rp6,4 triliun. Lalu, investor asing melakukan aksi beli Rp3,4 triliun, dan aksi jual Rp4,1 triliun. Dengan demikian, nilai jual bersih investor asing (net foreign sell) hari ini mencapai Rp689,8 miliar.

Sementara sepanjang 2026, investor asing mencatatkan net sell senilai Rp75,47 triliun.

Curated For You

Editorial Team

Related Article