Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

SKG Tegal Gede Jadi Simpul Distribusi Gas Industri Jawa Barat

SKG Tegal Gede Jadi Simpul Distribusi Gas Industri Jawa Barat
Corporate Secretary Pertamina Gas, Sulthani Adil Mangatur di Stasiun Kompresor Gas (SKG) Tegal Gede, Jawa Barat (IDN Times/Lia Hutasoit)
Intinya Sih
Timeline
5W1H
Gini Kak
Sisi Positif
  • SKG Tegal Gede di Cikarang berperan penting menyalurkan gas bumi ke kawasan industri Jawa Barat dengan kapasitas pipa 350 MMSCFD dan siap menampung tambahan pengguna.
  • Fasilitas ini ditopang empat unit kompresor berkapasitas total 280 MMSCFD, memungkinkan operasi hingga 90 persen dari kapasitas pipa untuk menjaga pasokan gas tetap stabil.
  • Sejak dibangun pada 1970-an, SKG Tegal Gede menjadi simpul utama distribusi gas nasional yang kini melayani pelanggan industri besar serta jaringan rumah tangga di Bekasi dan Depok.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Karawang, IDN Times - PT Pertamina Gas (Pertagas) menyatakan Stasiun Kompresor Gas (SKG) Tegal Gede di Cikarang, Jawa Barat, masih memiliki kapasitas besar untuk menopang penyaluran gas bumi ke kawasan industri di Jawa bagian barat. Dengan kapasitas desain pipa mencapai 350 juta kaki kubik standar per hari (MMSCFD), infrastruktur tersebut dinilai masih mampu mengakomodasi tambahan pengguna (shipper).

Corporate Secretary Pertamina Gas, Sulthani Adil Mangatur, mengatakan, SKG Tegal Gede merupakan bagian dari infrastruktur East Operating Region Pertagas yang berperan melanjutkan penyaluran gas di wilayah Jawa Barat dari Stasiun Cilamaya.

"Aset dan infrastruktur dari area operasi Pertagas yang dalam hal ini ada East Operating Region dan di sini memang merupakan salah satu infrastruktur yang melanjutkan untuk penyaluran gas khususnya di wilayah Jawa bagian Barat yang merupakan pengaliran dari sebelumnya itu disampaikan dari Stasiun Cilamaya," kata dia kepada awak media di lokasi, Rabu (8/7/2026).

1. Gas berasal dari berbagai sumber

Seorang pria berseragam biru memberikan presentasi di depan layar besar yang menampilkan profil PT Pertamina Gas di Stasiun Kompresor Gas Tegal Gede, Jawa Barat.
Corporate Secretary Pertamina Gas, Sulthani Adil Mangatur di Stasiun Kompresor Gas (SKG) Tegal Gede, Jawa Barat (IDN Times/Lia Hutasoit)

SKG Tegal Gede menjadi salah satu simpul penting dalam jaringan distribusi gas Pertagas. Fasilitas ini menjaga tekanan gas tetap stabil agar pasokan ke pelanggan industri berjalan optimal, sekaligus meneruskan aliran gas menuju Stasiun Kompresor Gas Bitung.

Pertagas saat ini mengoperasikan hampir 3.000 kilometer jaringan pipa gas nasional, termasuk sekitar 543 kilometer di Jawa Barat.

Sulthani menjelaskan, gas yang melewati stasiun tersebut berasal dari berbagai sumber. Mulai dari produksi Pertamina EP, jaringan pipa PGN South Sumatra West Java (SSWJ), hingga hasil regasifikasi LNG Nusantara Regas dari FSRU di Jawa Barat.

"Secara desain kapasitas 70 ya dan 350. Artinya siapa pun shipper di sini yang memang mau memanfaatkan kapasitasnya itu memang infrastrukturnya sudah tersedia di situ. Kapasitasnya juga segitu," kata dia.

2. Ditopang empat unit kompresor

20260708_121911.jpg
Head of District Tegalgede Pertagas, Fari Akhdiar Rachmad di Stasiun Kompresor Gas (SKG) Tegal Gede, Jawa Barat (IDN Times/Lia Hutasoit)

Head of District Tegalgede Pertagas, Fari Akhdiar Rachmad, mengatakan, kapasitas desain pipa di SKG Tegal Gede mencapai sekitar 350 MMSCFD.

Empat unit kompresor yang masing-masing berkapasitas 70 MMSCFD membuat fasilitas tersebut masih mampu beroperasi hingga sekitar 90 persen dari kapasitas pipa.

"Kalau kapasitas di sini ya stasiun kompresornya. Kapasitas pipa sekitar 350 totalnya, kompresor kita ada empat masing-masingnya 70 jadi kita masih bisa untuk ke 90 persen dari kapasitas pipa itu," kata dia

3. Sejarah panjang SKG Tegal Gede

Scrubber pada Kapal Pertamina Gas 1 berjenis Very Large Gas Carrier (VLGC) milik PT Pertamina International Shipping (PIS) saat bersandar di Terminal LPG Tanjung Sekong, Cilegon, Banten, Senin (23/8/2024). (IDN Times/Dhana Kencana)
Scrubber pada Kapal Pertamina Gas 1 berjenis Very Large Gas Carrier (VLGC) milik PT Pertamina International Shipping (PIS) saat bersandar di Terminal LPG Tanjung Sekong, Cilegon, Banten, Senin (23/8/2024). (IDN Times/Dhana Kencana)

Saat ini, volume gas yang melintasi SKG Tegal Gede sekitar 80 MMSCFD. Gas tersebut disalurkan ke pelanggan industri di Bekasi dan Karawang, seperti PT PLN, Cikarang Listrindo, PT Pupuk Kujang, Fajar Surya Wisesa, Tata Metal Lestari, serta jaringan gas rumah tangga di Bekasi dan Depok, sementara sisanya diteruskan ke SKG Bitung.

Infrastruktur tersebut juga memiliki sejarah panjang dalam pengembangan jaringan gas nasional. Jaringan pipa yang kini dikelola Pertagas mulai dibangun pada 1974-1978 melalui proyek Open Access Cilegon-Cirebon. Pengelolaannya semula berada di bawah Divisi Utilisasi Gas Pertamina sejak 1989 sebelum dialihkan kepada Pertagas pada 2008.

Hingga kini, SKG Tegal Gede tetap menjadi salah satu simpul utama yang menopang distribusi gas bumi bagi kawasan industri di Jawa Barat.

Share Article
Curated For You
Topics
Editorial Team
Deti Mega Purnamasari
EditorDeti Mega Purnamasari

Related Articles

See More