Ilustrasi dolar AS (freepik.com/jcomp)
Dalam situasi tersebut, GEM menyatakan mampu menurunkan investasi per 10 ribu ton nikel hingga di bawah 200 juta dolar Amerika Serikat (AS), serta menekan biaya produksi hingga di bawah 10 ribu dolar AS per ton.
Padahal, menurut data perusahaan, pada 2015–2017, sejumlah perusahaan di Morowali menguji teknologi hidrometalurgi dengan investasi ratusan juta dolar AS, namun belum mencapai hasil ekonomis.
Melihat data itu, maka benar bahwa teknologi HPAL mampu membuat proses hilirisasi nikel lebih efisien.
Pengembangan teknologi itu diiringi pembangunan fasilitas terintegrasi dari pengolahan bijih hingga produksi nikel sulfat dan prekursor baterai, yang menjadi komponen penting dalam rantai pasok kendaraan listrik global.
Langkah itu memperkuat posisi Indonesia dalam industri hilir nikel dan menandai pergeseran dari pemasok bahan mentah menjadi bagian strategis dalam rantai pasok energi baru global.