Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Perkuat Bisnis, MDLA Gandeng Hisamitsu Ekspansi di Kamboja

Perkuat Bisnis, MDLA Gandeng Hisamitsu Ekspansi di Kamboja
Emiten sektor kesehatan, PT Medela Potentia Tbk (MDLA), memperluas ekspansi bisnisnya ke Kamboja. (Dok/Istimewa).
Intinya Sih
  • PT Medela Potentia Tbk (MDLA) menggandeng Hisamitsu Pharmaceutical Co., Ltd untuk ekspansi bisnis kesehatan di Kamboja melalui anak usahanya, Dynamic Argon Co., Ltd (DAC).
  • Kerja sama efektif sejak 1 Mei 2026 ini mencakup distribusi nasional produk Salonpas dan Salonsip Gel-Patch menggunakan teknologi transdermal ke berbagai kanal kesehatan di Kamboja.
  • Kolaborasi ini memperluas akses masyarakat Kamboja terhadap produk kesehatan internasional sekaligus mendukung pertumbuhan kinerja MDLA yang mencatat laba Rp119,32 miliar dengan penjualan farmasi Rp3,26 triliun.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Jakarta, IDN Times - Emiten sektor kesehatan, PT Medela Potentia Tbk (MDLA), memperluas ekspansi bisnisnya ke Kamboja melalui kerja sama strategis dengan perusahaan farmasi asal Jepang, Hisamitsu Pharmaceutical Co., Ltd.

Ekspansi tersebut dilakukan melalui entitas anak perseroan, Dynamic Argon Co., Ltd. (DAC), yang memperkuat posisinya sebagai mitra distribusi produk kesehatan di negara tersebut.

1. Perluas akses layanan kesehatan melalui jaringan distribusi

ilustrasi obat-obatan dan suplemen (freepik.com/xb100)
ilustrasi obat-obatan dan suplemen (freepik.com/xb100)

Direktur Utama PT Medela Potentia Tbk, Juliwaty, mengatakan perseroan berkomitmen memperluas akses layanan kesehatan di kawasan melalui jaringan distribusi dan kemitraan strategis.

“Dengan pengalaman lebih dari empat dekade di sektor healthcare, kami terus berkomitmen menghadirkan inovasi kesehatan global lebih dekat kepada masyarakat Kamboja,” ujar Juliwaty dalam keterangannya, Senin (25/5/2026).

Kerja sama yang efektif berjalan sejak 1 Mei 2026 tersebut mencakup distribusi nasional Salonpas Pain Relief Patch dan Salonsip Gel-Patch melalui jaringan DAC. Distribusi meliputi apotek, rumah sakit, klinik, wholesaler, hingga pasar ritel di seluruh Kamboja.

2. Perkuat peranan sebagai mitra distribusi healthcare

Ilustrasi obat-obatan (Pexels.com/Pixabay)
Ilustrasi obat-obatan (Pexels.com/Pixabay)

Head of International Division Hisamitsu Pharmaceutical Co., Ltd, Hiramatsu Taro, mengatakan kolaborasi ini menjadi langkah strategis bagi DAC dalam memperkuat perannya sebagai mitra distribusi healthcare terpercaya bagi perusahaan multinasional di Kamboja.

“Peluncuran ini menunjukkan komitmen kami dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui inovasi produk kesehatan berbasis teknologi farmasi Jepang,” ujar Hiramatsu.

Selain itu, produk tersebut menggunakan teknologi transdermal drug delivery yang diklaim mampu memberikan efek pereda nyeri lebih efektif dengan risiko efek samping lebih rendah dibanding obat oral.

3. Perluas akses masyarakat Kamboja terhadap produk kesehatan internasional

PT Medela Potentia Tbk. (MDLA),
PT Medela Potentia Tbk. (MDLA),

Sementara itu, General Manager Dynamic Argon Co., Ltd, Ivan Setiadi, mengatakan kerja sama ini merupakan bagian dari strategi perusahaan dalam memperluas akses masyarakat Kamboja terhadap produk kesehatan internasional.

Menurut dia, kemitraan dengan Hisamitsu juga sejalan dengan strategi jangka panjang perusahaan dalam memperkuat sektor kesehatan di Kamboja.

“Kami ingin menghadirkan akses produk kesehatan berkualitas tinggi yang telah diakui secara global kepada masyarakat Kamboja,” ujar Ivan.

Direktur Dynamic Argon Co., Ltd, Budi Lim, menambahkan kolaborasi tersebut mencerminkan meningkatnya kepercayaan perusahaan kesehatan global terhadap potensi sektor kesehatan dan jaringan distribusi di Kamboja.

“Melalui kolaborasi regional dan lokal, kami melihat peluang besar untuk memperluas akses produk kesehatan berkualitas di Kamboja,” kata Budi.

Dari sisi kinerja, MDLA membukukan laba periode berjalan sebesar Rp 119,32 miliar, tumbuh 7,4 persen secara tahunan (year on year/yoy). Pertumbuhan tersebut ditopang oleh penjualan farmasi yang mencapai Rp 3,26 triliun pada tiga bulan pertama tahun ini.

Share Article
Topics
Editorial Team
Dwi Agustiar
EditorDwi Agustiar

Related Articles

See More