Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Berapa Gaji Astronaut di NASA hingga ESA? Ini Rincian Lengkapnya!

Berapa Gaji Astronaut di NASA hingga ESA? Ini Rincian Lengkapnya!
ilustrasi astronaut (freepik.com/freepik)
Intinya Sih
  • Gaji astronaut NASA berkisar antara Rp1,44 miliar hingga Rp2,59 miliar per tahun tergantung tingkat GS dan status sipil atau militer, dengan tambahan fasilitas kesehatan serta pensiun.
  • Astronaut ESA menerima gaji bebas pajak nasional dengan pendapatan mulai sekitar Rp1,39 miliar hingga Rp2,13 miliar per tahun setelah naik ke skala A4.
  • Cosmonaut Rusia memperoleh sekitar Rp65–108 juta per bulan, sementara taikonaut Tiongkok mengikuti standar militer; perusahaan swasta seperti SpaceX menawarkan potensi gaji di atas Rp2,73 miliar.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Menjadi seorang penjelajah antariksa mungkin adalah impian hampir semua anak di dunia. Menjalankan misi di luar angkasa dan melihat Bumi dari kejauhan tentu memberikan pengalaman yang tak ternilai harganya.

Namun, di balik prestise tersebut, tanggung jawab yang dipikul sangatlah besar, mulai dari melakukan eksperimen ilmiah hingga merawat stasiun luar angkasa. Dengan risiko yang tinggi, tentu banyak yang penasaran sebenarnya berapa gaji astronaut yang diterima oleh para profesional ini setiap bulannya?

Berikut adalah rincian pendapatan para astronaut dari berbagai lembaga antariksa dunia yang perlu diketahui.

Table of Content

1. Gaji Astronaut di NASA Berdasarkan Skala Pemerintah AS

1. Gaji Astronaut di NASA Berdasarkan Skala Pemerintah AS

Astronaut NASA.
ilustrasi astronaut NASA (pexels.com/T Leish)

NASA merupakan badan antariksa terbesar di dunia dan menjadi tujuan utama bagi banyak calon penjelajah luar angkasa. Sebagai lembaga pemerintah, gaji untuk astronaut sipil di NASA ditentukan berdasarkan skala gaji Pemerintah Amerika Serikat yang disebut General Service (GS).

Biasanya, astronaut NASA berada pada tingkatan GS-13 hingga GS-14. Berdasarkan data terbaru, posisi GS-13 memiliki rentang pendapatan sekitar 84.365 dolar AS hingga 115.079 dolar AS per tahun. Jika dikonversi dengan kurs saat ini, angka ini mencapai sekitar Rp1,44 miliar hingga Rp1,96 miliar setahun. Untuk tingkat yang lebih senior yakni GS-14, pendapatannya bisa mencapai 152.258 dolar AS atau sekitar Rp2,59 miliar per tahun.

2. Gaji Astronaut Militer di NASA

Astronaut NASA, Robert L. Curbeam Jr (kiri) dan astronaut ESA, Christer Fuglesang (kanan) sedang melakukan misi spacewalk di wahana antariksa ISS. (commons.wikimedia.org/NASA)
Astronaut NASA, Robert L. Curbeam Jr (kiri) dan astronaut ESA, Christer Fuglesang (kanan) sedang melakukan misi spacewalk di wahana antariksa ISS. (commons.wikimedia.org/NASA)

Tidak semua astronaut NASA berstatus sipil, banyak di antaranya yang berasal dari latar belakang militer. Menariknya, astronaut militer tidak menerima gaji berdasarkan skala GS, melainkan tetap dibayar oleh cabang militer asal mereka (seperti Angkatan Laut atau Angkatan Udara) selama bertugas di NASA.

Besaran gaji mereka sangat bergantung pada pangkat dan masa pengabdian. Sebagai contoh, seorang Komandan di Angkatan Laut AS bisa mengantongi sekitar 98.395 dolar AS atau setara Rp1,68 miliar per tahun. Sementara itu, posisi yang lebih tinggi seperti Brigadir Jenderal bisa mendapatkan sekitar 127.666 dolar AS atau sekitar Rp2,17 miliar per tahun. Selain gaji yang fantastis ini, mereka juga mendapatkan fasilitas tambahan seperti asuransi kesehatan dan dana pensiun militer.

3. Gaji Astronaut di European Space Agency (ESA)

ilustrasi astronaut (unsplash.com/Brian McGowan)
ilustrasi astronaut (unsplash.com/Brian McGowan)

European Space Agency (ESA) memiliki kebijakan unik dalam memberikan remunerasi kepada para astronautnya. Meskipun angka kasarnya terlihat berbeda dari NASA, gaji astronaut ESA dibebaskan dari pajak penghasilan nasional di negara-negara anggota ESA. Hal ini membuat pendapatan bersih yang mereka bawa pulang menjadi sangat tinggi.

Astronaut yang baru bergabung dalam ESA biasanya memulai dari skala A2 dengan pendapatan tahunan sekitar 70.143 euro. Jika dihitung dengan kurs saat ini, jumlahnya mencapai sekitar Rp1,39 miliar per tahun. Setelah menyelesaikan pelatihan dasar dan melakukan penerbangan luar angkasa pertamanya, mereka akan mencapai skala A4. Di tingkat A4, seorang astronaut di Prancis bisa menerima sekitar 8.964 euro per bulan atau setara Rp177,9 juta per bulan (sekitar Rp2,13 miliar per tahun).

4. Gaji Cosmonaut Rusia dan Taikonaut Tiongkok

Rusia-Roscosmos (eturbonews.com)
Rusia-Roscosmos (eturbonews.com)

Rusia dan Tiongkok juga memiliki program antariksa yang mapan dengan standar pengupahan tersendiri. Di Rusia, seorang kandidat cosmonaut dari Roscosmos umumnya menerima sekitar 300 ribu rubel per bulan. Jika dikonversi dengan kurs saat ini, mereka mengantongi sekitar Rp65,2 juta per bulan. Namun, bagi para astronaut yang sudah berpengalaman terbang ke luar angkasa, gajinya bisa melonjak menjadi rata-rata 500 ribu rubel per bulan atau setara Rp108,7 juta per bulan (Rp1,3 miliar per tahun).

Sementara itu, program Taikonaut Tiongkok (CMSEO) cenderung tertutup mengenai angka pasti. Namun, karena sebagian besar astronaut direkrut dari militer (PLA), gaji mereka biasanya akan mengikuti standar angkatan bersenjata Tiongkok. Diperkirakan untuk peran teknis dengan gelar sarjana, mereka menerima sekitar 1.500 dolar AS atau setara Rp25,6 juta per bulan. Sementara itu, gaji untuk lulusan magister biasanya sedikit lebih tinggi.

5. Prospek Masa Depan: Astronaut di Perusahaan Swasta seperti SpaceX dan Axiom

ilustrasi SpaceX (unsplash.com/ANIRUDH)
ilustrasi SpaceX (unsplash.com/ANIRUDH)

Kehadiran perusahaan swasta seperti SpaceX milik Elon Musk dan Axiom Space mulai mengubah peta industri antariksa. Saat ini, SpaceX memang masih bekerja sama dengan NASA untuk mengirimkan astronaut pemerintah ke ISS. Namun, munculnya peran "astronaut komersial" membuka peluang pendapatan yang jauh lebih tinggi daripada pegawai pemerintah konvensional.

Meski angka pastinya tidak dipublikasikan, para ahli memprediksikan bahwa perusahaan swasta bisa memberikan bayaran jauh di atas rentang gaji NASA yang berada di angka 160.000 dolar AS atau sekitar Rp2,73 miliar. Selain itu, pensiunan astronaut sering kali memiliki karier cemerlang sebagai konsultan senior atau eksekutif perusahaan antariksa dengan pendapatan yang sangat fantastis.

Melihat rincian di atas, profesi ini memang menawarkan kompensasi yang sepadan dengan kualifikasi pendidikan tinggi dan latihan fisik yang sangat berat. Jadi, apakah kamu tertarik mengejar karier dengan nominal gaji astronaut yang cukup menggiurkan ini? Terlepas dari uangnya, pengalaman melihat galaksi secara langsung tentu menjadi bonus yang tak ternilai bagi para penjelajah antariksa ini.

FAQ seputar gaji astronaut

Apakah gaji astronaut tetap dibayar saat mereka sedang tidak menjalankan misi ke luar angkasa?

Ya, astronaut adalah pegawai tetap dari lembaga antariksa (seperti NASA atau ESA). Mereka tetap menerima gaji bulanan meskipun sedang berada di Bumi untuk menjalani pelatihan, penelitian laboratorium, atau tugas administratif di markas besar.

Apakah astronaut mendapatkan bonus tambahan saat berhasil mendarat di Bulan atau Mars?

Secara resmi, lembaga pemerintah seperti NASA tidak memberikan bonus untuk pendaratan. Namun, astronaut biasanya mendapatkan tunjangan khusus selama misi berlangsung, seperti tunjangan risiko atau penyesuaian biaya hidup (cost of living adjustment) tergantung pada kebijakan masing-masing lembaga.

Apa syarat utama untuk bisa mendaftar menjadi astronaut?

Secara umum, kandidat wajib memiliki kewarganegaraan dari negara penyelenggara program antariksa, gelar Master di bidang STEM (Sains, Teknologi, Teknik, atau Matematika), serta pengalaman profesional minimal dua tahun atau memiliki jam terbang tinggi sebagai pilot pesawat jet.

Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mulai menerima gaji penuh sebagai astronaut?

Seseorang harus melewati masa pelatihan dasar yang biasanya berlangsung selama dua tahun. Selama masa ini, mereka berstatus sebagai kandidat astronaut dan sudah mulai menerima gaji sesuai skala yang ditentukan, namun kenaikan pangkat dan gaji signifikan biasanya baru terjadi setelah mereka resmi ditugaskan untuk misi penerbangan pertama.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Anata Siregar
EditorAnata Siregar
Follow Us

Latest in Business

See More