Jakarta, IDN Times - Bank Indonesia (BI) mendorong penguatan ekonomi dan keuangan inklusif bagi perempuan. Langkah ini dinilai penting mengingat perempuan memiliki peran besar dalam perekonomian nasional, terutama melalui sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta ekonomi kreatif.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) 2025, sebanyak 64,5 persen pelaku UMKM di Indonesia merupakan perempuan. Sementara itu, perempuan menyumbang 58,39 persen dari tenaga kerja di sektor ekonomi kreatif.
Deputi Gubernur BI Filianingsih Hendarta mengatakan, besarnya peran perempuan dalam perekonomian perlu diikuti dengan penguatan keberdayaan, mulai dari literasi keuangan, pendapatan, akses terhadap layanan keuangan formal, pengembangan kapasitas, hingga ruang dalam pengambilan keputusan ekonomi.
“Semakin luas akses dan kesempatan yang dimiliki perempuan, semakin besar pula dampaknya bagi perekonomian nasional secara berkelanjutan,” ujar Filianingsih dalam Inclusion Talk bertajuk 'Berdaya dan Sejahtera, Perempuan Bisa' di JICC, Jakarta, Jumat (21/8/2026).
