Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

BI Kembali Gelar Karya Kreatif Indonesia 2026, Dorong UMKM Naik Kelas

BI Kembali Gelar Karya Kreatif Indonesia 2026, Dorong UMKM Naik Kelas
Pjs. Gubernur BI Destry Damayanti dalam Karya Kreatif Indonesia. (IDN Times/Triyan).
  • BI menggelar KKI 2026 bertema "Mesare Sare" untuk memperkuat daya saing UMKM melalui kolaborasi, melibatkan 27 kementerian dan lembaga.
  • KKI 2026 diikuti 550 UMKM luring dan lebih dari 1.300 daring, menampilkan produk fesyen, pangan, serta kopi.
  • BI mendorong perbankan meningkatkan kredit UMKM dan menjalankan strategi melalui 46 kantor domestik serta lima kantor luar negeri untuk memperluas pasar.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Bank Indonesia (BI) kembali menggelar Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026 sebagai upaya memperkuat daya saing usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sekaligus mendorong kontribusinya terhadap perekonomian nasional.

Pejabat Gubernur Sementara (PGS) BI Destry Damayanti mengatakan, KKI 2026 mengusung tema "Mesare Sare" yang berarti berdaya bersama-sama. Tema tersebut mencerminkan semangat kolaborasi untuk mendorong UMKM Indonesia agar semakin sehat, kuat, dan berdaya saing.

"Dari temanya mencerminkan mari kita berdaya bersama-sama untuk meningkatkan UMKM Indonesia yang sehat dan kuat dan memiliki daya saing," ujar Destry dalam acara Karya Kreatif Indonesia 2026 di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, Kamis (20/8/2026).

  1. 1. Penyelenggaraan KKI tahun ini bekerja sama dengan 27 Kementerian dan Lembaga

    IMG-20260820-WA0035.jpg
    Pjs. Gubernur BI Destry Damayanti dalam Karya Kreatif Indonesia. (IDN Times/Triyan).

    Destry menjelaskan, penyelenggaraan KKI tahun ini melibatkan sinergi BI dengan 27 kementerian dan lembaga. Acara tersebut diikuti 550 UMKM secara luring dan lebih dari 1.300 UMKM secara daring.

    Beragam produk UMKM ditampilkan dalam ajang tersebut, mulai dari fesyen, pangan, hingga kopi yang menjadi salah satu produk unggulan UMKM Indonesia.

    Menurut Destry, penguatan UMKM semakin penting di tengah ketidakpastian ekonomi dan tantangan geopolitik global. Kolaborasi lintas sektor diperlukan untuk menjaga pertumbuhan ekonomi nasional sekaligus memperkuat daya tahan UMKM.

    "UMKM menjadi pilar ekonomi bangsa karena ada sekitar 64 juta pelaku UMKM yang menyerap 97 persen tenaga kerja dan berkontribusi lebih dari 60 persen terhadap PDB nasional," kata Destry.

  2. 2. BI dorong perbankan tingkatkan penyaluran kredit kepada UMKM

    Ilustrasi UMKM (dok. freepik.com)
    Ilustrasi UMKM (dok. freepik.com)

    Selain memperkuat kapasitas usaha, Destry mendorong perbankan untuk meningkatkan penyaluran kredit kepada UMKM. Pasalnya, pertumbuhan pembiayaan UMKM masih relatif terbatas sehingga membutuhkan dukungan lebih besar dari sektor keuangan.

    "Kita akan mengajak sinergi optimal sehingga UMKM bisa naik kelas dan menyerap lapangan kerja," ujarnya.

  3. 3. BI terus perkuat peran UMKM untuk topang ekonomi nasional

    Ilustrasi pertumbuhan ekonomi. (IDN Times/Aditya Pratama)
    Ilustrasi pertumbuhan ekonomi. (IDN Times/Aditya Pratama)

    BI terus memperkuat peran usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sebagai salah satu penopang perekonomian nasional. Langkah tersebut dilakukan untuk memperdalam struktur ekonomi sekaligus mendorong pertumbuhan yang inklusif dan berkeadilan.

    Destry mengatakan, peran strategis UMKM sejalan dengan mandat BI untuk menciptakan lingkungan ekonomi yang kondusif bagi pertumbuhan sektoral dan penciptaan lapangan kerja. Mandat tersebut juga mengacu pada Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2026 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK).

    "Peranan strategis UMKM semakin menegaskan mandat Bank Indonesia untuk memperkuat kedalaman ekonomi Indonesia dan mendorong pertumbuhan yang inklusif dan berkeadilan," ujarnya.

    Destry mengatakan, BI akan terus mengembangkan UMKM melalui bauran kebijakan yang didukung tiga strategi utama. Strategi tersebut akan diimplementasikan melalui 46 kantor perwakilan BI di dalam negeri.

    Dalam pelaksanaannya, kantor perwakilan BI di dalam negeri akan berkolaborasi dengan lima kantor perwakilan BI di luar negeri untuk memperluas akses dan pasar bagi produk UMKM.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More