Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

BI-PBOC Perkuat Kerja Sama QR Cross-Border dan Swap Mata Uang

BI-PBOC Perkuat Kerja Sama QR Cross-Border dan Swap Mata Uang
BI dan Bank Sentral China Sepakati QR Cross-Border & Swap Mata Uang Baru. (Dok/Istimewa).
Intinya Sih
  • Bank Indonesia dan People's Bank of China sepakat memperdalam kerja sama moneter untuk memperkuat stabilitas keuangan regional melalui perluasan penggunaan mata uang lokal dan pengembangan infrastruktur keuangan.
  • Kedua bank sentral menandatangani MoU pembentukan Renminbi Clearing Arrangement di Indonesia guna mendukung ekosistem RMB domestik serta mempermudah transaksi perdagangan dan investasi bilateral.
  • Kerja sama diperluas lewat tiga langkah strategis: peningkatan BCSA, implementasi pembayaran QR lintas batas Indonesia–China, dan penetapan Bank Mandiri sebagai peserta langsung dalam sistem CIPS.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Jakarta, IDN Times - Bank Indonesia (BI) dan People's Bank of China (PBOC) sepakat memperdalam kerja sama moneter dan keuangan guna memperkuat stabilitas keuangan regional di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Kesepakatan tersebut dicapai dalam pertemuan Gubernur BI Perry Warjiyo dan Gubernur PBOC Pan Gongsheng di Shanghai, China, Kamis (11/6/2026). Melalui kerja sama ini, kedua bank sentral juga berupaya memperkuat stabilitas nilai tukar dengan memperluas penggunaan mata uang lokal dalam transaksi bilateral serta mengembangkan infrastruktur keuangan.

Table of Content

1. BI perluas kemitraan dengan China, infrastruktur keuangan jadi fokus

1. BI perluas kemitraan dengan China, infrastruktur keuangan jadi fokus

Screenshot 2026-06-12 090835.jpg
BI dan Bank Sentral China Sepakati QR Cross-Border & Swap Mata Uang Baru. (Dok/Istimewa).

Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, kerja sama keuangan Indonesia dan China akan terus diperluas, termasuk untuk memperkuat transaksi mata uang lokal, mengembangkan infrastruktur keuangan, dan mempererat kerja sama antarbank sentral.

"Ke depan, kerja sama keuangan akan memperkuat transaksi mata uang lokal antara Indonesia dan China, mengembangkan infrastruktur keuangan, serta memperluas kerja sama antarbank sentral, termasuk pembentukan RMB Clearing Bank di Indonesia," ujar Perry.

2. BI dan PBOC Sepakat Bentuk Renminbi Clearing Arrangement di Indonesia

Logo Bank Indonesia
Logo Bank Indonesia

Gubernur Pan menambahkan, China dan Indonesia sebagai ekonomi utama dan mitra strategis di kawasan, memiliki tanggung jawab bersama untuk memperdalam kerja sama ekonomi dan keuangan bilateral.

Penguatan kerja sama ini diharapkan dapat berkontribusi terhadap kemakmuran dan stabilitas kawasan, sekaligus mendukung ketahanan ekonomi kedua negara.

"Capaian-capaian tersebut menandai tonggak penting dalam penguatan kerja sama keuangan bilateral dan diharapkan dapat membantu dunia usaha mengurangi biaya pemrosesan transaksi bagi pelaku usaha dan masyarakat di kedua negara," ucapnya.

Dalam pertemuan tersebut, BI dan PBOC juga menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) mengenai Pembentukan Renminbi Clearing Arrangement di Indonesia guna mendukung pengembangan ekosistem RMB domestik melalui penyediaan likuiditas Renminbi yang memadai untuk kegiatan perdagangan, investasi, dan aktivitas keuangan.

Komitmen BI dan PBOC dalam mendorong integrasi ekonomi dan keuangan melalui perluasan konektivitas sistem pembayaran serta pengembangan pasar keuangan yang lebih efisien, inklusif, dan tangguh akan semakin memperkuat stabilitas ekonomi dan ketahanan sistem keuangan di kedua negara.

3. BI-China perluas kerja sama keuangan lewat tiga langkah strategis

ilustrasi yuan China (unsplash.com/Eric Prouzet)
ilustrasi yuan China (unsplash.com/Eric Prouzet)

Dalam pertemuan tersebut, kedua gubernur sepakat menjajaki peningkatan nilai kerja sama Bilateral Currency Swap Arrangement (BCSA) antara BI dan PBOC. Kedua bank sentral juga menegaskan kembali komitmen untuk memperluas penggunaan mata uang lokal dalam transaksi bilateral serta memperkuat konektivitas sistem pembayaran lintas batas antara Indonesia dan China melalui tiga langkah strategis.

Pertama, Gubernur BI Perry Warjiyo, Gubernur PBOC Pan Gongsheng, dan Chief Executive Hong Kong Monetary Authority (HKMA) Eddie Yue menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) mengenai Local Currency Transaction (LCT) yang mencakup Indonesia dan Hong Kong. Kerja sama ini memperkuat kerangka LCT yang telah berjalan guna mendorong penggunaan mata uang lokal dalam transaksi bilateral, meningkatkan efisiensi transaksi, serta mendukung pendalaman integrasi pasar keuangan regional.

Kedua, BI dan PBOC meresmikan implementasi pembayaran QR lintas batas Indonesia–China. Inisiatif yang didukung oleh kerangka LCT ini memungkinkan transaksi ritel lintas negara dilakukan dengan lebih mudah, cepat, efisien, inklusif, dan andal, sekaligus memperkuat konektivitas ekonomi digital kedua negara. Implementasi tersebut juga memperluas cakupan jaringan pembayaran QR lintas batas dengan melibatkan 191 penyedia jasa pembayaran di China dan 24 penyedia jasa pembayaran di Indonesia.

Ketiga, Bank Mandiri resmi ditetapkan sebagai peserta langsung (direct participant) dalam Cross-border Interbank Payment System (CIPS), sistem pembayaran lintas batas milik China. Partisipasi ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi proses kliring dan penyelesaian transaksi antara Indonesia dan China, sekaligus memperkuat ketahanan infrastruktur pembayaran lintas batas.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Jujuk Ernawati
EditorJujuk Ernawati

Related Articles

See More