Jakarta, IDN Times - Bank Indonesia (BI) terus memangkas tingkat imbal hasil (yield) dan nilai outstanding Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI). Langkah strategis ini dilakukan untuk memperlebar ruang likuiditas guna menggenjot pertumbuhan ekonomi nasional.
Gubernur BI Destry Damayanti menegaskan, penyesuaian ini sejalan dengan komitmen bank sentral untuk memperkuat ekspansi likuiditas pasar melalui beragam instrumen kebijakan.
"Kami terus mendorong penurunan yield dan outstanding SRBI. Yield SRBI 12 bulan saat ini berada di level 6,76 persen, lebih rendah dibandingkan level tertingginya sebesar 7,74 persen," tegas Destry dalam Rapat Kerja bersama Komisi XI DPR RI, Senin (28/9/2026).
