Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Bos LPDP Beri Peringatan Keras ke Alumni: Ingat, Lu Pakai Duit Pajak!
Direktur Utama LPDP, Sudarto (IDN Times/Pitoko)
  • Direktur Utama LPDP, Sudarto, menegaskan kepada alumni agar menjaga etika dan ingat bahwa dana beasiswa berasal dari pajak rakyat yang harus dipertanggungjawabkan dengan moral kebangsaan.
  • Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa memperingatkan akan mem-blacklist alumni LPDP yang menghina negara agar tidak bisa bekerja di lingkungan pemerintahan sebagai bentuk sanksi tegas.
  • Pemerintah menegaskan penerima beasiswa yang terbukti merendahkan Indonesia wajib mengembalikan seluruh dana LPDP beserta bunganya karena bersumber dari pajak dan utang negara.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Direktur Utama Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), Sudarto mengingatkan kepada para penerima beasiswa (awardee) LPDP terutama alumni untuk menyadari bahwa sumber dana beasiswa buat mereka berasal dari pajak atau uang rakyat.

Hal itu disampaikan Sudarto dalam konferensi pers di Aula Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan (DJPK), Jakarta, Rabu (25/2/2026) malam sebagai penegasan atas sorotan terhadap alumni LPDP belakangan ini.

"Saya perlu menyampaikan kepada seluruh alumni LPDP tolong ke depan bisa menjaga etika moral dan nilai-nilai kebangsaan. Ada jargon sekarang, ‘Jangan lupa ya lu pakai duit pajak. Ingat itu. Lu pakai duit pajak’,” ujar Sudarto.

1. Keberlangsungan LPDP bergantung kepercayaan masyarakat

Media briefing LPDP (IDN Times/Pitoko)

Sudarto pun menjelaskan, keberlangsungan LPDP sangat bergantung pada kepercayaan atau trust masyarakat. Dana abadi pendidikan yang dikelola saat ini adalah harapan jangka panjang rakyat Indonesia untuk mencetak sumber daya manusia (SDM) unggul agar bisa berdampak terhadap kemajuan bangsa.

"Mari kita buktikan bahwa harapan masyarakat dengan membentuk dana abadi pendidikan ini adalah jangka panjang dan memang berdampak (untuk Indonesia)," kata Sudarto.

2. Ancaman Purbaya

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. (IDN Times/Triyan)

Peringatan lebih keras datang dari Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa yang akan memasukkan alumni penerima beasiswa LPDP yang menghina negara dalam daftar hitam (blacklist) sehingga tidak dapat bekerja di lingkungan pemerintahan.

Hal ini merupakan buntut dari konten pernyataan kontroversial yang disampaikan DS yang merasa bangga jika anaknya menjadi Warga Negara Asing (WNA) dibandingkan Warga Negara Indonesia (WNI).

"Saya akan blacklist dia di seluruh pemerintahan dan enggak akan bisa masuk. Jadi jangan menghina negara Anda sendiri,” ujar Purbaya dalam konferensi pers APBN KiTa edisi Januari 2026, Senin (23/2/2026).

3. Uang beasiswa diminta balik oleh negara

ilustrasi LPDP (lpdp.kemenkeu.go.id)

Purbaya menyayangkan sikap penerima beasiswa yang dibiayai negara, tetapi justru melontarkan pernyataan yang dinilai merendahkan Indonesia. Dia mengingatkan, dana LPDP bersumber dari pajak masyarakat dan sebagian dari utang negara yang dialokasikan untuk meningkatkan kualitas SDM lokal.

“Ke depan, teman-teman yang dapat LPDP, kalau tidak senang (pemerintahan) silakan saja, tapi jangan menghina negara. Itu uang dari pajak dan sebagian dari utang yang kita sisihkan untuk memastikan SDM kita tumbuh,” katanya.

Purbaya memastikan penerima beasiswa LPDP yang terbukti menghina negara akan diminta mengembalikan seluruh dana yang telah digunakan berikut bunganya.

“Kalau dipakai untuk menghina negara, ya kita minta kembali uangnya beserta bunganya,” ujarnya.

Editorial Team