Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Rupiah Dibuka Menguat Tipis ke Rp17.916 per Dolar AS

Rupiah Dibuka Menguat Tipis ke Rp17.916 per Dolar AS
ilustrasi uang kertas rupiah (pexels.com/Robert Lens)
Intinya Sih
  • Rupiah dibuka menguat tipis ke Rp17.916 per dolar AS, naik 1 poin atau 0,01 persen dibanding penutupan sebelumnya.
  • Analis memproyeksikan rupiah berpotensi melemah terbatas akibat kenaikan harga minyak dan tensi geopolitik, dengan kisaran pergerakan Rp17.850–Rp18.000 per dolar AS.
  • Bank Indonesia mempertahankan BI rate di 5,75 persen serta menurunkan biaya lindung nilai dan memperluas transaksi mata uang lokal untuk menjaga stabilitas rupiah.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times -Nilai tukar rupiah di pasar spot dibuka menguat pada pada perdagangan Kamis (23/7/2026) pagi. Mata uang Garuda meuju level Rp17.916 per dolar Amerika Serikat (AS).

Berdasarkan data Bloomberg, rupiah dibuka menguat 1 poin atau 0,01 persen dibandingkan penutupan sebelumnya. Pada perdagangan sebelumnya, rupiah ditutup melemah 29 poin atau 0,16 persen ke level Rp17.917 per dolar AS.

1. Pergerakan mata uang di Asia hari ini

Daftar mata uang di Asia bergerak menguat pagi ini, rinciannya:

  • Bath Thailand menguat 0,02 persen
  • Yuan China menguat 0,08 persen
  • Pesso Filipina menguat 0,02 persen
  • Won Korea menguat 0,68 persen
  • Dolar Taiwan menguat 0,49 persen

2. Rupiah diperkirakan akan melemah hari ini

Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong memproyeksikan nilai tukar rupiah akan bergerak melemah terhadap dolar AS pada perdagangan hari ini. Tekanan terhadap mata uang Garuda berasal dari kenaikan harga minyak dunia yang dipicu meningkatnya tensi geopolitik di Timur Tengah.

Meski demikian, pelemahan rupiah diperkirakan berlangsung terbatas seiring membaiknya sentimen domestik dalam beberapa waktu terakhir.

"Rupiah diproyeksikan bergerak pada kisaran Rp17.850 hingga Rp18.000 per dolar AS." ucapnya.

3. BI tahan BI rate dan turunkan biaya lindung nilai bisa dorong penguatan rupiah

Di sisi lain, keputusan Bank Indonesia (BI) mempertahankan suku bunga acuan (BI rate) di level 5,75 persen dinilai tetap memberikan dukungan terhadap stabilitas nilai tukar. Hal itu karena BI juga meluncurkan sejumlah insentif baru untuk memperkuat rupiah.

Salah satu kebijakan tersebut adalah penurunan biaya transaksi lindung nilai (hedging) valuta asing dengan bank sentral. Selain itu, BI juga mendorong penggunaan mata uang selain dolar AS dalam transaksi internasional melalui penguatan skema Local Currency Transaction (LCT).

Langkah-langkah tersebut dinilai dapat menopang stabilitas rupiah di tengah tekanan eksternal. Dengan berkurangnya biaya lindung nilai dan semakin luasnya penggunaan mata uang lokal dalam transaksi perdagangan dan investasi, permintaan terhadap dolar AS berpotensi berkurang sehingga dapat membantu menjaga pergerakan rupiah.

"Jadi saya melihat langkah BI ini bisa mendukung rupiah," ujarnya.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More